Jumat, 28 Desember 2018

Syair Untuk Sahabat

Malam ini ku bersyair 
untukmu sahabatku
Malam ini ku tuliskan
Untukmu sahabatku
Yang selalu bersinar
Sepanjang hariku

Untukmu semuanya indah pada waktu-Nya
Kupercayakan semuanya pada Tuhan

Untukmu sahabatku aku menuliskan 
Syair ini hanya untukmu
Kuyakin engkau kini bahagia 
Untukmu yang selalu bersinar sepanjang hari
Gelap malam akan aku takhlukkan 

Gelap malam diriku selalu bersyair 
Selalu mimpi kamu
Selalu mendoakan kisah terbaik bagimu 
sahabatku

Dan bila gelap malam ini usai kupastikan kita akan baik-baik saja


Minggu, 23 Desember 2018

Sembako Kehidupan

Ada Sembilan Bahan Pokok
Untuk membuat kehidupan dapat dikatakan sebagai hidup
1. Sukacita
Bergembira karena tahu siapa diri dan mau apa diriku.
2. Syukur
Berterimakasih atas apa yang dimiliki dan selalu diterima setiap hari.
3. Senyum
Ekspresi sederhana mimik muka seadanya melukiskan syukur dan sukacita.
4. Tulus
Kemurnian hati yang hanya ingin memberi dan memberi dan memberi tanpa agenda dan harapan mendapatkan sesuatu sebagai kembali.
5. Tualang
Mengeksplorasi ruang dan waktu dan mau mengalami keindahan dalam keadaan apapun itu.
6. Rasa
Berada di dalam kalbu, Suatu yang rahasia dan terjaga tetapi sangat dihormati dan diberi arti saat dia diungkapkan dengan pasti.
7. Iman
Keyakinan bahwa diri selalu memberi ruang bagi Tuhan yang menyaksikan, memberkati, melindungi, dan menuntun dalam perjalanan menuju keselamatan.
8. Harapan
Kemungkinan-kemungkinan yang selalu ada dan selalu terbuka pada sebuah keadaan apapun menjadi lebih baik dan yang meniadakan kebohongan bernama kecemasan. 
9. Kasih
Tindakan-tindakan yang menyatakan kebaikan dalam bentuknya yang terlihat dan terasa, serta merubah segalanya.

Sembako yang tersedia di dalam surga kecil yang tumbuh di hatinya
Itulah mengapa aku rela mengantri dan menunggu lama
Aku tahu begitu banyak lelaki datang dan beberapa dari mereka pun melihat itu di hatinya
Membiarkan dia memilih siapa yang dibiarkannya hidup dan tinggal di sana dan mungkin juga memberikan sembako baginya 

Aku tak punya apa-apa
Aku hanya punya Yesus dan Maria
Dan jika dia bersamaku
Natal ini kita bersatu dalam doa dan selamanya dan abadi

Aku sempurna
Dia sempurna
Sebagai Manusia
Di dalam Yesus dan Maria

Sabtu, 22 Desember 2018

Hari Ibu

Manusia selalu merindukan sosok Ibu
Yang mengandung, Yang melahirkan
Yang merawat, Yang Menjaga
Yang mendoakan, Yang menghibur  dengan kata dan senyuman

Ibu adalah kata lain dari peradaban
Semakin hebat Ibu maka semakin hebat pula masyarakat
Semakin manusiawi Ibu maka semakin sempurna manusia
Dari hati seorang ibu terpancarlah wajah dunia

Peringatan bagi kita semua
Jika wajah ibu-ibu menunjukkan kesengsaraan, kesedihan, kesusahan
Itu berarti panggilan untuk bertanya pada diri sendiri
Sudahkah aku berbakti pada ibuku? Sudahkan aku membayar lunas kebaikan ibuku?
Suatu bayaran yang tidak dapat dinilai dengan uang
Suatu bayaran yang hanya dapat dibayar dengan tindakan

Manusia selalu merindukan sosok ibunya
Yang menjadi wujud nyata cinta di dunia
Wajah Tuhan yang menjadi tindakan
Yang memberi hidup 
Yang menyusui, mendidik, dan membesarkan manusia
Di hatinya ada surga untuk selamanya

Selasa, 18 Desember 2018

SANCTE Michael Archangele

SANCTE Michael Archangele, defende nos in proelio, contra nequitiam et insidias diaboli esto praesidium. Imperet illi Deus, supplices deprecamur: tuque, Princeps militiae caelestis, Satanam aliosque spiritus malignos, qui ad perditionem animarum pervagantur in mundo, divina virtute, in infernum detrude. Amen.



Minggu, 16 Desember 2018

Selamat Malam Tuhan Memberkati

Damai
Kasih
Dan
Kesejukan

Aku memastikan kebahagiaanku
Kamu memastikan kebahagiaanmu
Kita sama-sama pastikan kebahagiaan terjadi
Bukan sekadar memilih tapi kita hidupi

Selamat Malam Tuhan Memberkati

Sabtu, 15 Desember 2018

Pokemon Api! oh Pokemon Fire!

Ketika aku kemping di gunung Halimun
Lalu aku membuat api unggun 
Yang bentuknya seperti 
seekor kelinci tapi bercahaya
Maka kusebut dia

Pok pok pok pokemon api
Pokemon api namanya pokemon api

Yeye yeye yeyey

Kemarin saat aku kemping di gunung Halimun
Lalu ku membuat sebuah api unggun
Yang bentuknya seperti seekor kelinci
Maka kusebut dia

Pok pok pok pokemon api
Pokemon api namanya pokemon api

Kembali Menemu Malam

Sahabat Malam Aku Di Sini

Dalam gelisah mu
Dalam ceritamu
Kudengar kan semua yang pernah terjadi
Apapun itu aku kan selalu ada tuk mendengarkan
Seiring dengan langkahnya

Api unggun ini ada dan akan selalu menyala
Api unggun ini akan hangat kan jiwa dan raga mu

Hari berganti
Malam berlalu
Dan kau masih ada di sini

Bersama habiskan malam yang gelap
Dan kita bernyanyi sampai semua berlalu

Api unggun ini ada menghangatkan ragamu
Api unggun ini selalu kujaga tuk hangatkan jiwamu

Minggu, 09 Desember 2018

Beribu Sayang

Ada seorang pendekar sakti
Dia diminta membuat seribu candi
Dalam waktu satu malam

Ada seorang pendekar sakti
Dia diminta membuat danau dan bahtera
Dalam waktu satu malam

Ada seorang pendekar sakti
Dia diminta mengarungi seribu lautan 
Dalam waktu satu malam

Ada seorang manusia sederhana
Dia melewati beribu malam untuk berdoa, menulis puisi, 
Dan beribu siang untuk mencipta, berkarya, dan berbuat baik
Untuk membuat seorang perempuan percaya pada rasa sayang

Manusia sederhana menyadari
Bahwa perempuan itu lebih berharga daripada beribu candi, danau, lautan, bahtera, dan gunung-gunung

Perempuan itu adalah yang dikasihi olehnya
Dia lebih berharga dari apapun
Dia berbahagia
Selamanya

Perempuan itu akan membalas kasih dari seorang manusia sederhana?
Itu terserah dia
Pun jika yang dia pilih adalah akhir cerita yang sama dengan kisah seribu candi, kisah bahtera, gunung dan lautan, 
Manusia sederhana itu akan terus mendoakan yang terbaik bagi perempuan yang dikasihinya
Setidaknya jika suatu saat ada kebohongan yang mau menipunya dengan berkata, "kamu tidak diterima, kamu tidak dikasihi", 
perempuan itu akan berkata pada kebohongan itu bahwa di dunia ini, "Aku tahu, ada seorang manusia sederhana yang telah mengisi ribuan malam dan harinya untuk melakukan perjalanan kebaikan dalam doa dan karyanya untuk menunjukkan penerimaan dan kasih yang begitu besar padaku. Walaupun aku tidak menerimanya, dia tetap melakukan itu terus untukku."

Dan awan bersinar cerah
Pelangi membentang dari batas cakrawala ke jendela kamarnya
Pepohonan bergerak diterpa angin sejuk
Burung-burung bernyanyi penuh sukacita 

Jumat, 07 Desember 2018

Kemungkinan

Menyederhanakan hidup
Mengenali permasalahan
Menemukan solusi

Memperbesar ruang kemungkinan
Dengan menciptakan kemungkinan-kemungkinan di dalam pikiran-pikiran mengenai segala hal tak mungkin

Nafas-nafas yang ditarik menjadi energi gerak menghasilkan kerja ketika disetujui oleh komando-komando interior dan exterior

Antara hidup dan mati
Dalam impian dan kenyataan 
Melibatkan jiwa dan raga
Sesama dan semesta 

Memastikan setiap rencana itu terjadi
Dan memastikan kemauan diproses dan menghasilkan 
Mengenali setiap kebohongan bahwa hidup dikelilingi ketidakpastian
Jelas hidup pasti berakhir dengan kematian 
Belajar dan berkarya pasti menjadi cerita 
Cerita yang terus direproduksi akan menjadi cerita yang abadi
Kenangkanlah kita dengan melakukan peristiwa yang dialami bersama

Hidup itu sederhana 
Kenali agar tidak rumit
Devosi, doa, sabar, dan laku

Kini ya kini
Sekarang
dan selamanya
Tiada mempersulit diri 
ya sederhana saja ya

Sabtu, 01 Desember 2018

keberuntungan

Rasa syukur dan Sukacita adalah berlian
Dua yang membuat waktu menjadi abadi
Waktu tak akan berhenti
Tanpa batas
Solidaritas
Selalu bersilaturahmi

Tetapi musuh selalu menebar benih-benih kesombongan
Keinginan untuk menjadi kaya raya dan penuh kehormatan
Dua pintu masuk yang sah sah saja 
Awas jebakan ular membuatmu masuk ke lembah dosa

Waktu tak pernah habis
Yang habis adalah keinginan dan kemauan kita menciptakannya
Status, kesibukan, kehormatan, kekayaan, kesombongan, adalah jalan yang sah sah saja bagi dunia

Aku memilih keabadian
Bukan kefanaan
Aku memilih solidaritas
Bukan eksklusivitas
Aku memilih silaturahmi
Bukan memutus persaudaraan
Aku memilih kerendahan hati
Bukan kesombongan
Aku memilih banyak saudara
Bukan meninggikan diri dan merendahkan orang lain
Aku memilih sederhana tak punya apa-apa tapi punya banyak saudara
Bukan menjadi kaya raya tapi tak punya tempat berbagi cerita dan kasih sayang

Karena itulah waktuku tak pernah habis
Waktu tak pernah berlalu begitu saja
Aku abadi dalam keabadian yang kucipatakan
Dan aku tetap tak kehilangan penghormatanku pada siapa saja yang memilih kefanaan, ketidakabadian atas nama kehabisan waktu, dan sekian alasan lain yang menjadi lagu, puisi, status, buku, bahkan acara perayaan

Keberuntungan dan kerugian bukanlah ukuran kehidupan
Karena aku telah memilih untuk hidup dalam waktunya Tuhan


Rabu, 28 November 2018

Puisi di Akhir November

Pasti akan kau temukan teman yang tidak seperti aku
Teman yang ideal bagimu
Teman yang kamu harapkan
Pasti akan kau temukan

Jangan mengharapkan apapun dari orang lain
Bertumpulah pada keputusanmu
Carilah dan temukan sendiri
Maka proses akan memuaskanmu

Jawablah pertanyaan yang masih bisa kau pahami 
Tanyalah hal-hal sulit yang kau mengerti
Temukan definisi kata-kata kunci
Di kamus dan ensiklopedi

Jangan berharap pada orang lain
Jangan gantungkan mimpimu pada kekuatan di luar dirimu
Tetapi tariklah Nafas dalam-dalam dan berdoa 
Lalu lakukan satu-satu

Berkomunikasi, berencana, bertemu, membuat prioritas, dan melaksanakan segala yang mungkin dan yang paling penting
Resiko adalah hal yang wajib dibaca sebelum melaksanakan itu semua
Tanggung jawab menanggung resikonya harus rasional dan sesuai kemampuan
Kalau lelah istirahat
Jangan paksakan dirimu
Kalau semangat disyukuri dan bergembira selalu

November akan berlalu
Desember akan segera datang
Mari kita sambut dia yang datang
Hanya padanya kita menuju
Jika kita sama dalam mempunyai mau
Kita pasti akan bertemu

Rabu, 21 November 2018

Kuasa

Di atas bumi
Ada 4 kuasa
Kau pasti tahu itu
Dan aku sangat menghormati 
Apa yang menjadi kuasamu
Dan apa yang menjadi kuasaku

Untuk itu telah kuhubungkan dua titik
Titikmu dan titikku menjadi satu garis
Rasaku dan rasamu
Pikirku dan pikirmu
Ucapanku dan ucapanmu
Tindakanku dan tindakanmu
Kalibrasi sepanjang waktu yang memastikan kau padaku dan aku padamu

Yes Yes yang menjadi Yesus Yes
No No yang menjadi nonton Yuk nonton
Sebelum bilang tidak, coba lihat dulu dong!

Tanpa tapi tapian
Tak ada harusnya
Hilangkan kata mungkin
Hanya ada pengertian
Saling cek saling cari tahu
Apa yang kau mau
Apa yang ku mau
Jika mauku dan maumu memang tak bertemu
Ya kita memang harus pergi ke tempat yang berbeda
Bukan karena terpaksa
Tapi agar kau bahagia
Seperti aku pun sama 
Memutuskan keputusan hidupku

Kau kepada maumu
Dan aku kepada mauku
Doaku hanya satu
Semoga maumu dan mauku menuju kebaikan dan kebahagiaan 
yakni yang terbaik untukmu dan terbaik untukku
Sebab kuasa yang tidak membawa pada kebaikan dan kebahagiaan bukanlah kebebasan tetapi keterjajahan  dan kesesakan

Tetapi yang terbesar dari 4 kuasa itu adalah kuasa Cinta Kasih Tuhan
Cinta Kasih yang tanpa batas
Tempat teduh yang menerima apapun keadaanmu kini dan menjagamu sampai kepada hidup yang kekal

Puisi ini puisi yang mengajakmu untuk membaca di dalam terang, merasa di dalam gelap, dan bersyukur untuk segala konsekwensi dan resiko yang ditanggung atas keputusan-keputusan di masa lalu, bersiap untuk keputusan di masa kini, sambil meneruskan hidup bakti pada keluarga, Tuhan, bangsa, dan negara!

Kuasaku, kuasamu, kuasa manusia

Minggu, 11 November 2018

kukirimkan 🍦es krim

Saat kau susah ataupun senang
Es krim selalu ada untukmu
Sesuatu yang dingin
Dan menyegarkanmu
Tapi ingat, minumlah air 
Setelah menghabisinya

Kini Tuhan berikan hujan padamu
Hujan bulan November
Di setiap tetesannya ada doaku 
Yang kukibarkan di gunung-gunung
Dibawa angin dan berdiam di awan-awan

Biarkanlah doaku itu tinggal di dalam tubuhmu
Jika pesanku tak pernah sampai kepadamu
Jiwaku selalu mendoakan yang terbaik untukmu

Tiba-tiba tetesan hujan berubah menjadi potongan-potongan es yang lembut
Saat kau menerimanya

Rabu, 07 November 2018

Alon-alon Wae Bro

Langit cerah itu kau bilang akan mendung
Sisa lelah yang kau sembunyikan di balik senyuman dan semangatmu terendus oleh instingku
Kau katakan padaku, "Alon-Alon bro..." aku tau maksudmu, "Gas Pol! 
Siap kawan! 
Gas pol sampai ke tujuan!
Kita istirahat dan memulihkan fisik di rest area terdekat!

Minggu, 28 Oktober 2018

Sumpah Pemuda

Demi tanah yang menjadi tubuhku
Dan air yang menjadi darahku
Demi udara yang memenuhi paru-paruku
Demi kehormatan orangtua yang melahirkan aku
Dan demi keselamatan jiwaku
Aku bersumpah
Belajar dari kesalahan masa lalu, bersyukur atas kesempatan hari ini, dan berjuang demi majunya kehidupan di atas tumpah darah leluhurku, tanah air Nusantara Indonesia.

Menjunjung tinggi bahasa persatuan
Melestarikan bahasa daerah


Selasa, 09 Oktober 2018

Selamat Datang

Selamat datang saudara-saudaraku
Harapan akan dunia baru
Kami selalu berbagi denganmu
Maukah kau berbagi dengan kami?

Selalu Jabat erat kami sebagai manusia
Memanusiakan mu yang bertamu ke rumah kami
Monggo Silahkan berkumpul di sini
Ada banyak cerita indah di sini

Kami satu saling bantu dalam susah dan senang
Lautan menyatukan kami sebagai keluarga
Bencana kami hadapi bersama dengan gembira
Semoga kau juga begitu saudara-saudara

Ada kelembutan di dalam jiwamu
Aku yakin kau tau apa itu
Kami ada dan tak pernah berhenti percaya 
Walaupun kami tahu juga alam yang datang bersamamu

Kita sama manusianya sobat
Mari Jabat erat 
Saling bantu membangun dunia
Jangan ada Thanos di antara kita

Sabtu, 15 September 2018

Bersamamu

Sore ini hayal lagi
Aku kamu kita jadi satu
Selamanya satu untuk masa depan

Angin sore hangat senja
Sadarkan ku bahwa itu harapan terindah
Di pagi dan malam

Jantung ku berdetak
Mengetuk hatimu
Dan hilanglah jarak
Luruh dalam doa
Untuk yang terindah

Selamanya dan abadi
Pohon-pohon juga hati
Teras rumah kita 
Sruput kopi dan nyanyi lagu indah

Aku kamu kita jadi satu
Selamanya untuk masa depan

Jumat, 07 September 2018

Gerhana Bulan

Tak ada hujan
Tak ada panas
Tak ada matahari
Malam yang gelap yang ada di sini

Gerhana bulan
Memerah padam
Angin malam dan bintang
Kutunggu sampai pagi hari datang

Awan yang gelap pekat tlah hadir di sini
Angin dingin berhembus dalam sunyi di teras rumahku sendiri
Kesejukan di jiwaku menjadi-jadi
Hilangkan segala lelah sisa kerja hari ini

Walaupun ini lama
Akan tetap kutunggu 
Dalam doa dan rindu
Ku bersiap pandangimu

Gelap malam dan aku melebur menjadi satu
Tak dapat terpisahkan oleh waktu akan teringat selalu
Cahaya merah pekat mewarnai langit gelap
Terangi alam semesta hilangkan sunyi dan segala sepi

Pada merah dan gelapnya malam ini
Kuserahkan seluruh rinduku
Menimba semangat baru

Sampai pagi menjelang
Gerhana bulan datang
Kujemput mimpi dan masa depan

Sabtu, 01 September 2018

Mendung Pagi

Mendung Pagi tentang awan gelap
Udara basah terbawa angin
Tabraki dedaunan
Tabraki pepohonan

Burung-burung bernyanyi riang
Hantarkan pujian
Syukur pada alam
Semesta berdendang

Tanah basah
Embun pagi
Cahya mentari
Tak ada di sini
Tapi ku tak sepi

Angin basah tabraki bunga
Kembang dan buah
sawah dan lembah
Bergoyang bersama 

Awan nan gelap
Hati yang ceria
Penuh syukur dan tawa
Salam
Oh Salam
Salam 
Oh Salam

Minggu, 19 Agustus 2018

Captain of all Captains

Di gelapnya helmmu
Kutemui kobaran jiwaku
Mesin motormu yang menderu
Dan jalan aspal yang hitam

Melesat angin menabraki tubuhmu
Tak mengurangi rasa cintamu padaku
Anak-anak Indonesia

Dalam deru motormu jiwaku teduh
Kutahu kau melihat dan bergerak dalam gelap
Cepat melesat seperti sepeda motormu

Jalan raya yang gelap membisu
Mereka tahu siapa yang lewat
Malam gelap tertegun
Diterangi terang cahaya motormu

Aku pun menarik gas 
Berderu-deru mesin dan knalpot panas
Dari satu malam ke malam yang lain
satu pom bensin ke pom bensin lainnya

Apa?
Senyum merekah 
Jiwa Merdeka!
Perubahan terjadi
Keselamatan kau buat pasti

Dari kami yang berkendara di belakangmu

Kamis, 09 Agustus 2018

Berkibaran Bendera Doa

Kasih
Lembut
Rendah Hati
Sabar
Sukacita 

Bendera-bendera itu berkibar
Seperti sudah kudengar 
Dan kusiapkan lama jauh-jauh hari

Aku tau waktu itu akan datang
Dan aku pasti akan hancur
Maka telah kisiapkan pagar

ku telah membangun perahu-perahuku
Yang siap membawaku pergi jauh dari gempa dan tsunamimu
Jauh sebelum aku tahu bahwa hari ini akan terjadi dalam hidupku

Jika ada bunga dan hujan yang deras di tamanmu
Kubawakan bendera-bendera agar udara membawa doa-doaku 
Jadi dunia di sekitarmu
Jadi kasih yang meresap ke tulang sumsummu

Aku tahu hari ini akan datang juga
Dan Aku telah siap dengan bendera
Penuh syukur dan tawa
Penuh bahagia dan sejahtera 

Rabu, 25 Juli 2018

Mimpi Malam Itu

Mimpi, malam itu dia datang 
Dia duduk di kursi panjang
Bergaun putih seperti pergi ke pesta

Dia masih menolak realita 
Tapi pintunya sudah terbuka 
Pada pandangan matanya

Ingin kupesan ayam bakar
Makan bersama di meja
Seperti perjamuan terakhir

Ini ayam bakar ini bukan aku
Ini jus jeruk ini juga bukan aku
Ini mie ayam juga bukanlah diriku

Karena memang yang pesan teman-temanku
Yang pesan memang keluargaku
Yang pesan memang semua orang yang peduli dan bersamaku
Jadi ayam bakar, mie ayam, dan jus jeruk itu semoga lebih besar dariku
Seperti yang dia mau di 3 putaran matahari yang lalu

Semalam dia datang dalam mimpi
Bergaun putih seperti mau ke pesta
Di tangan kanannya ada bunga
Di bibirnya ada cerita tentang kita saat SMA

Rabu, 27 Juni 2018

Pagi Mengudara

Cahaya di langit bersinar
Udara dingin pagi masih berhembus menabraki tubuhku dan Alin Lestari
Kami berkelana berdua saja ke tempat-tempat yang tinggi 
Merasakan kebebasan yang penuh sebelum akhirnya matahari mengambilnya kembali menjadi siang yang penuh dengan rencana

Jalanan adalah rumah bagi pengelana yang mencari pengertian akan hal-hal yang telah dia baca dan alami

Selasa, 26 Juni 2018

Kepada Masa Lalu

Tenanglah
Waktu
Tak
Akan
Pernah
Lagi 
Berputar
Balik
Untukmu

Damailah
Dalam Waktumu
Waktuku Bukan Waktumu

Dalam Hal Ini Aku Tidak Main-Main
Dalam Hal Itu Kau Selalu Memainkanku

Minggu, 24 Juni 2018

Dunia Akan Berlalu

Dari puing-puing bangunan purbakala
Nampak kemegahan Nusantara
Di masa purba yang tak pernah tercatat
Dalam sejarahnya dunia

Segala kemegahan yang dimiliki dunia
Berakhir untuk peradaban yang baru
Bersinar murni dari ketiadaan
Nusantara Bangkit dan perkasa

Lihatlah di mana Matahari mengabdi
Beliau bersinar tiada pernah berhenti
Sepanjang tahun spanjang segala masa
Gunung-gunung api mengakui

Lihatlah di mana Lautan menyatukan
Pulau besar-kecil jadi satu himpunan
Badai sunami sampai badai taufan
Hidup berdampingan dengan anak manusia

Dunia lama pasti akan berlalu
Nusantara cahaya bangkit terang benderang
Memimpin dunia bukan sebuah impian
Itu pasti jadi kenyataan 

Sedang Di Kaki Gunung

Kepada dirinya yang bermimpi menjadi rumah bagi gunung-gunung.
Gunung-gunung itu sakral,
memang pintunya selalu terbuka tapi kau harus punya cukup bekal dan nyali untuk mendakinya

Rumah bisa disewakan, dijual, digusur, atau ditinggalkan begitu saja 
Tetapi gunung tak pernah pergi kemana-mana bahkan sebagian dari mereka menjadi purba.

Di gunung, ruang terbuka kosong yang lebih sunyi dari heningnya dini hari kuburan, sudah dimulai sejak matahari tenggelam bahkan kadang lebih cepat kalau mendung dan hujan tiba-tiba pecah.

Di gunung, angin tak pernah hanya bersiut masuk melalui celah-celah pintu tenda, tetapi kadang mengoyak pasak dan flysheet yang menaungi tenda.

Tak perlu memikirkan apalagi berharap gunung akan pulang dan berumah di dirimu apalagi ingin meminum teh hangat yang kau racik dengan campuran racun ularmu, jangan berharap gunung-gunung sudi menaruh sampah para pendaki, lumpur sisa makanan, dan peralatan yang terlantar dan kesepian, di pelataran rumahmu. 

Jangan berharap bahwa gunung ingin  membersihkan dirinya yang tak pernah kau kenal di tamanmu, 

Kau tak akan pernah bisa menerima muntahkan lahar panasnya masuk ke teras rumahmu dan kemudian lahar dingin menyusulnya dengan trengginas melibas masuk saat hujan kembali tiba.

Berkata-katalah sebebasmu, omongan tak dapat berbuat banyak selain merumuskan impian yang tak akan pernah berani kau minta jadi kenyataan.

Jangan berharap gunung-gunung tinggal di rumahmu, teh hangat tak akan membuat rumahmu cukup hebat untuk itu. 

Jangan pernah bermimpi untuk memahami gunung-gunung apalagi minta dipahami oleh gunung, yang bisa kau baca hanya gerak cuaca, arah angin, arah matahari, jalur yang dapat dilewati dan tak dapat dilewati, serta tentu saja sumber air dan tempat terbaik untuk membangun tenda.

Rumah tak berkunci itu berbahaya karena maling-maling tak perlu repot membobol pintunya, melainkan langsung menyerbu masuk dan mengambil semuanya dari dalam rumahmu. Gunung-gunung saja memiliki kuncen yang menjaga dan memelihara kelestarian dan kesakralan tempat itu, masak pintu rumahmu tak berkunci?

Gunung tak pernah pergi ke mana-mana. Jika kau tak pernah naik gunung, bagaimana mungkin kau mengenalnya?

bagaimana bisa dinalar keinginanmu agar rumahmu dapat menaungi gunung-gunung? 

Jumat, 22 Juni 2018

Padang Sukacita

Setelah terlepas dari sebuah kemelut panjang bernama kabut sembilu
Tibalah pendaki di sebuah Padang rumput savana bernama pilihan bebas
Di sana mata air terbaik mengalir memberikan kehidupan
Dan semua pilihan jalan terbuka pada pandangan mata

Puncak yang dingin menjadi hangat ketika matahari bersinar terang
Dan kijang-kijang emas berlari berlompatan memberikan penghiburan dan sukacita

Setiap jalan dipenuhi bunga bermekaran
Bahkan hutan mati menjadi hijau dan berbuah kembali
Bahwa memang pernah ada letusan di kawah ratu
Tapi kini benih-benih baru telah meninggi dan menjadi hutan yang rindang

Aku ke sana dengan kendaraan paling mutahir bernama niat dan sukacita
Tracking pole ku di kanan dan kiri menopang dengan canda dan tawa 
Nafasku dipenuhi doa salam Maria
Setiap batu dan pasir yang kutapaki menjadi emas dan batu permata

Move On

Berhentilah mencari tahu
Berhentilah menyebut namanya dalam doamu
Berhentilah mengingat kenangan akan dia
Berhentilah menyimpan semua rasa yang muncul karena merespons hidupnya

Move on bukan berarti meniadakan
Move on berarti hanya membuat, memperbaiki, menata ulang, dan memberi ruang baru pada sesuatu yang lebih baik yang akan datang berikutnya

Berhentilah memikirkan dia
Berhentilah bersikap peduli padanya
Berhentilah mendengarkan musik yang merekam kenangan tentangnya
Berhentilah melewati jalan-jalan yang pernah kau lalui bersamanya

Move on tak sekedar menghindari pemicu kenangan
Tetapi menciptakan kenangan baru yang lebih baik dan manis untuk dikenang

Berhentilah mendatangi tempat-tempat di mana pernah bertemu dengannya
Berhentilah membeli dan memakan yang pernah dimakan bersama
Berhentilah menonton film yang pernah dinikmati dan ditonton berdua saja
Berhentilah mengingat adegan-adegan yang ada di dalam film itu juga saat-saat yang serupa dengannya

Move on bukan berarti melenyapkan ingatan tetapi lebih berarti mensyukuri bahwa setelah semuanya itu, hidup terasa lebih biasa dan lebih berwarna untuk dihidupi

Berhentilah untuk mempercayai omong kosong dari puisi-puisi yang ditulisnya
Berhentilah untuk mengenang omong kosong yang pernah diucapkannya
Berhentilah untuk meniru kebiasaannya
Berhentilah untuk merasa bahwa dia pun peduli atau malah terkadang rindu

Dan semakin lama semakin terbiasa
Bahwa semua bisa terjadi dan bukan mitos kebetulan-kebetulan yang didukung alam semesta
Bahwa itulah pilihan merdeka manusia
Bahwa itulah manifestasi kemanusiaan

Dan seberapa sulit kau berusaha menyelesaikan semuanya adalah ukuran untuk mengetahui seberapa besar cinta dan kualitas kemanusiaanmu serta seberapa hebat hidup baru bagimu sekarang

Kamis, 21 Juni 2018

Di sebuah pulau

Di sebuah pulau, monyet-monyet dianggap Dewa-Dewa
Manusia datang dan memberikan sesaji dan berdoa di sana
Mereka menganggap monyet-monyet itu adalah pasukan kera yang diutus Sri Rama untuk menjaga Dewi Sinta
Suatu perbandingan yang terbalik dengan pertunjukkan topeng monyet di negeri gigi bolong 

Seorang antropolog ternama mengaku diterima menjadi bagian dari klan monyet tersebut setelah kejadian mistis yang dialaminya di pedalaman hutan Kalimantan

Dalam mimpinya ia berada di sebuah pohon kehidupan dan di ranting-ranting yang lain ada hewan-hewan dari berbagai penjuru dunia
Dan ia memahami bahasa mereka dan mereka memahami bahasanya
Tidak ada omong kosong di antara mereka

Di sebuah pulau dari tujuh belas ribu pulau di Nusantara ada hewan yang disucikan  dan dihormati manusia bahkan manusia harus mengalami kejadian mistis untuk dapat diterima di dalam kelompok hewan itu

Pohon

Tak ada pohon-pohon besar
Sebesar yang aku lihat
Di Gunung
Di hutan
Di Alam Raya

Bernyanyi
Bersuara
Bersama-sama

Rabu, 20 Juni 2018

Rasa Sakit Itu Tidak Perlu

Untuk apa merasa sakit?
Pada siapa kau beri rasa sakit?
Mengapa sakit itu terjadi?
Bagaimana sakit berlangsung?
Kapan sakit disetujui keberadaannya?
Apa itu sakit?

Semua pertanyaan itu mampir satu per satu seperti ingin menjelaskan semua yang sudah terjadi hingga akhirnya kesimpulan itu datang dan menjadi tenda perlindungan bagi pendaki yang kedinginan di gunung bernama dini hari

Besok pagi mereka akan turun gunung lagi, menguji kesimpulan dalam hiruk pikuk jalanan penuh kendaraan mudik, yang sebagian berwisata dan sebagian lagi pulang ke kehidupan sehari-hari, 

bekerja-berdoa-bercinta
bergiat mewujudkan cita-cita, 
menjalani hidup yang lebih hidup

Tak perlu merasa sakit
Toh semua akan dialami oleh setiap orang yang menekuni kehidupan
Walaupun dalam situasi dan kondisi yang berbeda
Rasa sakit tidak perlu, karena tidak menjadi kebutuhan orang-orang pada umumnya

No pain No gain
Seperti yang dikatakan iklan salep
Maka tak perlu merasa sakit
Agar tak ada yang mengambil manfaat dari rasa sakit yang tak perlu dirasakan

Berjalanlah terus dengan rasa syukur
Dan maju dengan berani sambil terus menerus melakukan kebaikan

Sakit apa yang dapat melukaimu?
Sakit apa yang dapat merugikanmu?
Jika semua itu sudah dirasakan dan diambil oleh Dia yang bangkit dan mewartakan sukacita kasih

Cinta tak mengenal rasa sakit
Cinta tak berpikir tentang sakit
Cinta tak berkehendak untuk sakit dan menyakiti
Sebagaimana Cinta tak pernah tersakiti

Terbongkarnya Topeng Monyet

Di negeri gigi bolong banyak sekali pertunjukkan topeng monyet
Suatu saat pertunjukkan itu dihentikan
Karena alasan kemanusiaan
Dan kau tau apa yang terjadi berikutnya?
Banyak orang berubah jadi monyet
Dan melakukan pertunjukkan di jalan-jalan
Pertunjukannya lebih seru
Lebih kreatif 
Dan lebih reflektif
Aku sering menyebut mereka monyet monyet topeng klub

Akhirnya semua topeng mereka terungkap
πŸ™Š

Senin, 18 Juni 2018

Nusantara

Nusantara Cahaya Sejati Asia!
Nusantara Pusat Ekonomi Asia!
Nusantara Pemimpin Asia!

Tembok Penghalang Roboh

Robohkan setiap penghalang!
Dan jika kenangan tentangmu ikut tergantung di tembok itu
Aku akan datang dengan Palu gada dan siap menggempurnya hingga rata tanah

Robohkan setiap penghalang!
Dan jika masa lalu yang dingin dan sepi ikut menahan tembok itu
Maka aku akan datang dengan buldoser dan melindas gilas rata tanah semua yang bersembunyi di balik tembok itu

Robohkan setiap penghalang!
Dan jika masa kini memintaku untuk berhenti
Maka aku akan datang bersama tukang-tukang bangunan untuk membersihkan sisa puing-puing itu untuk dijadikan batas-batas  area pembangunanku

Dan kini aku mulai membangun
Jika kau lewati batas yang sudah kudirikan
Kau harus berhadapan dengan satuan keamanan bernama waspada dan curiga
Karena aku sama sekali tak mengenalmu
Kau bukan bagian dari bangunan baru ini

Dan jika kau memaksa masuk, aku hanya menyiapkan teh dan ubi yang bisa mengenyangkan perutmu dan menghangatkan dadamu, tetapi setelah itu kau harus pergi

Sejak dulu aku tak pernah mengenalmu
Sejak dulu aku tak pernah tertarik kepadamu

Baiklah Kuterima semua itu
Teh dan ubi itu mungkin saja tanda kalau aku masih tetap menghargaimu yang dulu mungkin  pernah lewat di depan bahtera cahayaku,

Tapi sekarang tak ada lagi tombok yang boleh berdiri di hadapanku
Dan jika kau menjadi tembok baru
Aku tak segan-segan merobohkanmu seperti aku merobohkan dan menggilas tembok-tombok yang lainnya

Majulah

Aku selalu menikmati saat-saat bersama ibuku
Hanya duduk di ruang tamu
Minum secangkir teh manis hangat
Kadang sambil ngemil ubi ungu yang Kutanam di depan rumah

Aku selalu menikmati waktu itu
Pagi hari sebelum kutarik gas menuju tempat yang disebut medan juang
Atau sore hari sambil menunggu senja hilang di ufuk barat

Kadang kami bicara soal masa kecilnya
Kadang kupotongi kuku kaki dan kuku jemarinya
Kadang sambil kepalaku dipijat
Itulah saat-saat paling mahal dalam hidupku

Sekarang dia memintaku untuk maju
Menapaki jalan mantabku yang selama ini kutunda
Entah karena aku mulai memikirkan wanita teman hidup sampai mati atau karena aku menghabiskan petualangan ke gunung-gunung dan kota-kota yang tak pernah ku datangi

Yang pasti 
Ini saatnya aku berpikir maju
Lurus dan tidak berhenti
Mendapatkan yang selama ini ditunda
Membiarkan wanita itu mencari jalan hidupnya sendiri
Dan membiarkan perjalanan datang dengan maksudnya tanpa harus kucari

Memandang ke depan
Karena masa depan ada di depan
Masa yang saat ini sedang dijalani
Masa yang saat ini sedang dihidupi

Minggu, 17 Juni 2018

Gazebo! dan Tukang Es Tong-Tong

Di sebuah taman ada sebuah gazebo
Atap gazebo itu bentuknya seperti awan
Anak-anak ayam dan induknya suka berteduh di sana saat hujan tiba
Begitu juga tukang es tong-tong yang mendadak bersedih karena hujan semakin deras

Di bawah gazebo itu tukang es tong-tong yang dimusuhi ibu-ibu sekampung itu menyadari bahwa selama ini anak-anak selalu tertarik membeli es putar yang terbuat dari santan kelapa.
Dan memang dia tak pernah mengumumkan kalau itu bukan susu apalagi madu seperti es-es ternama di televisi.

Ibu-ibu itu rupanya kesal karena anak-anaknya membeli es tong-tong yang bukan susu dan dianggap tidak bergizi dan membawa penyakit

Anak-anak ayam dan ibunya menertawakan kesedihan tukang es tong-tong karena mereka lebih biasa makan apa saja tanpa membeli bahkan juga es tong-tong yang dibuang seorang ibu karena membayangkan anaknya bisa sakit kalau memakannya, dan kemudian anaknya menangis hebat sambil mengutuki ibunya yang terlalu protektif itu

Tukang es tong-tong merasa sedih melihat anak itu menangis tetapi ia lebih bersedih lagi karena kemudian kutukan anak itu membenturi langit yang menjatuhkan hujan dan membuat tukang es tong-tong itu berteduh di taman ditemani induk ayam dan anak-anaknya

Bagaimanapun saya akan tetap bangun pagi dan membuat es putar lagi, saya tak akan kalah dengan hujan yang menghilangkan panas dan ibu-ibu yang tak pernah mengamati perilaku anak dan kesehatannya secara utuh! Kalau habis makan es, ya harus minum air supaya suhu tubuh kembali normal. Masak saya harus mengajarkan hal sesederhana ini kepada mereka?

Kalau es ini tidak sehat, mengapa orang-orang memesannya sebagai hidangan pesta nikah?

Sudahlah, pedagang kecil memang selalu dipandang sebelah mata. Yang jelas es putar ku ini baik sebaik gulali kapas yang dijual mahal hanya karena kemasan dan bentuknya, bahkan mungkin lebih baik. 


Sabtu, 16 Juni 2018

Trimakasih Bapa

Trimakasih Bapa karena aku diperkenankan mengenal orang-orang yang mengenal Mu, 
Tak seperti aku yang tak pernah bisa mengenal Mu yang tak terbatas
Aku hanya bisa merasakan kehadiran Mu dan selalu bersyukur

Dan terakhir aku berterimakasih karena aku Kau jauhkan dari yang jahat
Karena aku memang lemah dan bukan orang yang kuat jika harus berhadapan dengan mereka
Aku selalu dalam lindungan Mu
Kasih Mu
Cinta Mu
Maka aku utuh penuh dan tak pernah merasa berkekurangan

Menemukan

Perjalanan telah menyadarkanku akan banyak hal yang lebih penting dari diriku sendiri dan aku tak pernah ragu akan setiap kesempatan yang ada di depanku

Kehidupan yang nyata adalah aku dan begitulah setiap orang yang menerima kebaikanku dengan ikhlas merasakan bahwa aku ada untuk mereka dalam situasi apapun itu, aku berdiri tegak dan memberikan kehadiranku

Begitulah setiap penolakan meniadakanku satu per satu mulai dari kakiku hingga kepalaku dan malam tahu persis bagaimana aku menghilang 

Bukankah pagi akan datang lagi dan memulihkanku? Tanyaku sendiri setiap kali aku merasa tidak ada lagi di dunia

Aku sesuatu yang nyata hanya dalam persetujuan dan penerimaan
Bahkan kau akan menemukanku dalam segala hal yang kau pikirkan dan kau hidupi
Aku menerimaMu dan aku mengalaminya Tuhan
Hanya setiap kali aku melupakan kasihMu yang besar, maka saat itu pula aku tak dapat melihatMu
Tapi Kau begitu baik dan selalu membiarkanku bebas tanpa ikatan apapun walaupun aku selalu mencoba menautkan hatiku padaMu
Selamat malam yang terkasih, seperti itu pula aku memandang Mu
Jika kau ingin pergi dengan alasan apapun pergilah dan aku tak pernah berharap apapun karena pada saat itu aku tak akan dapat menemukanMu 
Tapi jika Kau memang mau menemuiku pasti kita akan bertemu dan aku dapat memandang wajah Mu dengan jelas

Ada orang yang bilang kau hanya ilusi dan hasil imaji manusia
Tapi bagiku Kau ada dan terus berkarya walaupun kadang minta dicari dan aku bersumpah tak akan berusaha mencarimu jika memang Kau tak ingin menampakkan Wajah Mu sendiri kepadaku

Dalam keberadaanku, Aku Nyata
Dan Aku telah membuktikan itu
Tapi jika ada manusia yang menolak Keberadaan Ku maka aku akan menghilang mulai dari Kaki hingga ke ujung rambut

Kamu pikir aku tuhan
Aku pikir KAMU TUHAN

Jumat, 15 Juni 2018

Sukacita

Sukacita adalah saat keluarga berkumpul penuh kehangatan, makan bersama, bercerita tentang masa lalu, dan bermimpi bersama untuk masa depan

Sukacita adalah saat sesuatu yang dinanti dan diperjuangkan sejak lama menjadi kenyataaan dan sesuatu yang susah dilepaskan akhirnya terlepas dengan ikhlas dan legawa

Sukacita adalah berada di atas sepeda motor dan melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang memiliki cerita dan legenda 

Sukacita adalah membangun tenda dan memasak air untuk menyeduh kopi setelah melakukan perjalanan panjang naik dan turun di sepanjang jalur pendakian

Sukacita adalah menemukan buku yang sudah lama ingin dibaca lalu suasana tiba-tiba menjadi hening dan hanya ada aku, buku, dan cerita yang kadang tak jelas bedanya karena semua menyatu dalam imajinasi

Sukacita adalah mencecap ayam semur dan sayur asam dengan sambal bawang dan nasi panas, sambil menggigit kecil-kecil ikan asin dan rebus-rebusan labu siam

Sukacita adalah mandi di kali yang bersih dekat mata air beberapa saat setelah makan kenyang di pinggirnya

Sukacita adalah mengenal seseorang yang dapat dipercaya dan memiliki cara pandang yang luas dan mau berbagi cerita, canda, dan tawa

Sukacita adalah bernyanyi bersama pada lagu lama, lagu baru, atau lagu yang dibuat sendiri tanpa pernah menduga apa lirik lagu itu sebelumnya

Sukacita adalah menghabiskan waktu semalam suntuk walaupun hanya dalam diam dan menyeruput kopi di depan api unggun 

Sukacita adalah saat mendengar bunyi teh hangat yang ditarik dari bibir gelas masuk dan menyentuh lidahku dan kutahu ada rasa manis yang pecah di sana

Sukacita adalah menerima hidup kini dan berjuang untuk hidup berikutnya 

Rabu, 13 Juni 2018

Melanjutkan Perjalanan

Aku kira aku sudah berhenti mencari orang yang pernah kukira mencariku
Ternyata ada lebih banyak sampah dan kebohongan yang diberitakan manusia di puisi-puisi yang dibuatnya

Aku kira tak ada gunanya lagi mencoba membuat tali silaturahmi pada orang yang merasa terganggu 

Sungguh lebih bermanfaat melanjutkan perjalanan dengan berbuat kebaikan pada setiap helai Nafas dan gerakan tubuh

Memang benar bahwa orang di zaman ini terdidik untuk menghakimi orang lain dengan asumsi dan pikiran serta pengalamannya sendiri

Tetapi aku telah melihat orang-orang yang mampu melampaui itu semua dan menjadi bijaksana karena memiliki mata dan alam batin yang lebih luas dari angkasa dan samudra

Aku kira aku semakin meyakini kebenaran bahwa pada akhirnya setiap orang akan berakhir sebagai cerita dan aku telah berusaha terlalu keras untuk mengabadikan kebaikan seseorang yang sama sekali tak pernah mengharapkannya

Sekarang sudah saatnya melanjutkan perjalanan 
Memandang ke depan
Melepaskan segala ingatan akan kebaikan dan kasih di masa lalu
Semuanya sempurna dengan adanya
Dan masa kini biarkan tetap menjadi pilihan bebas masing-masing seturut mimpi masa depan dalam Iman, Harapan, dan Kasih kepada Nya.

Semoga kelak tak ada lagi kisahmu tersisa di dalam Kibar Bendera Doaku 
Di dalam Layar Bahtera Cahayaku

Aku kira aku sudah mampu melupakan orang yang kukira mencariku
Puisi ini menegaskan itu
Bahtera Cahayaku melaju menembus ruang dan waktu

Senin, 04 Juni 2018

aku lupa

Aku telah berjalan
Melewati kuburan
Berhenti ku sejenak
Ada ingatan bengkak

Entah apa yang kurasa
Dia dulu di sana
Menjemputku 
Saat senja tiba

Tapi saat itu telah lalu
Kini aku Trus melaju

Celakanya aku lupa pada nama dan wajahnya
Aku lupa pernah kenal dirinya
Celakanya aku lupa nama tempat itu apa
Aku tak dapat lagi kembali ke sana

Aku tlah jauh melaju
Gas pol ku tak kenal ragu
Membelah jalan kota

Aku tlah lewati masa
Yang dulu amat menyiksa
Kini hanya cerita

Tapi saat itu tlah lalu
Dan aku terus melaju

Celakanya aku lupa 
Pada raut wajahnya
Tak mungkin kutemukan

Celakanya aku lupa pada Cahya langit senja
Sungguh tak lagi guna
Celakanya aku lupa pada sribu malam menunggu dia
Sekarang kusadari dia takkan kutemukan
Slamanya

Dirinya siapa
Aku juga tak tahu
Aku lupa

Dirinya siapa
Aku juga tak tahu
Baiklah 
 Mungkin pura-pura lupaaa
HaπŸ˜„ haπŸ˜„ ha ha ha πŸ˜„πŸ˜

Selasa, 29 Mei 2018

Rawa dan Bairawa

Di rawa 
Bairawa
Berdoa
Bekerja

Di rawa 
Bairawa
Bergerak
Berdaya

Di rawa 
Bairawa
Berubah
Berjaya

Di rawa
Bairawa
Berdaya
Nusantara

Jumat, 18 Mei 2018

bunga abadi

Telah kudaki
Telah kulewati
Gunung dan lembah
Surya yang cerah

Langit penuh bintang
Gelap hutan rindang
Sepi yang memagut
Semangat yang ciut

Tapi tak kutemukan
Sebuah keabadian
Yang lebih abadi
Edelwise yang suci

Telah kutaklukan
Cinta diri
Egois dan benci
Berakit dan mimpi

Telah kutapaki
Jalanan terjal
Tak dapat kusangkal
Sesuatu yang kekal

Engkaulah bunga abadiku
Selalu merekah 
Tak kan pernah layu

Engkaulah bunga abadiku
Tertanam membeku
Di hatiku

Rindu
Sendu
Ingin
Bertemu

Sabtu, 05 Mei 2018

Jadilah Terbahagia

Mungkin belum tiba saatnya
Pasti belum tiba waktunya
Saat dia palingkan muka 
Dan memberikan senyumannya 
Kepadamu

Jangan pernah tinggalkan dirinya
Berikan kasih sayang padanya
Yakinlah, suatu hari nanti kan tiba
Saat kau tertawa bahagia 
bersamanya

Jadilah orang terbahagia
Paling bahagia
Dan penuh cinta
Selama-lamanya

Jadilah orang terbahagia
Paling bahagia
Dan penuh cinta
Selama-lamanya

Lenyaplah semua kisah derita
Canda gelak tawa bersama
Cintamu berkaca bahagia slamanya
Di atas sungai air mata dan bahagia
Selamanya

Jadilah orang terbahagia
Paling bahagia
Dan penuh cinta
Selama-lamanya

Jadilah orang terbahagia
Paling bahagia
Dan penuh cinta 
Selama-lamanya

Kini telah tiba saatnya
Kini telah tiba waktunya
Satukan rasa dan asa
Melukis masa depan bersama

123, tiap langkah kita
Lalui jalan bahagia
Penuh berkat dan cinta
Peluk Dunia Bersama

Sabtu, 28 April 2018

Perjalanan Rasa Yang Terus Berulang

Bebas
Bebas tertarik
Tertarik
Gembira bertemu
Gembira bersama
Ingin
Bahagia memiliki rasa ingin
Berpisah
Sedih tak dapat bersama
Sedih tak dapat bertemu
Menyadari perubahan
Menerima perubahan
Biasa tak dapat bersama
Biasa tak dapat bertemu
Gembira tak lagi ingin memiliki
Gembira tak lagi terikat rasa ingin
Gembira menemukan yang lain
Gembira bersama yang lain


Sabtu, 07 April 2018

Manusia dan Primata Lainnya

Dahulu manusia Seperti primata yang lainnya
Hidup di atas pohon raksasa
Membentuk sistem berburu dan pertahanannya sendiri

Tetapi pohon-pohon raksasa itu ditebang
Sehingga manusia harus hidup di daratan
Mereka yang tak bersatu dan mempetahankan sistem yang mereka bangun, akan tercerai berai menghadapi kesulitan yang luar biasa

Dahulu manusia hidup di pohon-pohon sama seperti primata lainnya
Tetapi suatu ketika pohon-pohon raksasa itu ditebang dan dijadikan sesuatu yang lain. 

Dingin Puncak Gunung

Mengigil
Tiba di puncak pada pagi dini hari
Luruh semua ingatan pengetahuan
Hanya ada aku dan semesta

Puncak sepi
Suara angin berdesir di telinga
Bersuara di antara daun-daun
Menabraki pasir dan batu-batu

Memandang ke kawah
Hati berdegup
Darah mengalir ke seluruh tubuh
Berdenyut-denyut di bawah kulit

Dingin puncak gunung
Merendahkan diri sampai lepas bebas
Kecil tubuh manusia seperti debu
Kisah hanya cerita dan kesombongan adalah cara berpikir persaingan

Sebesar apakah manusia dihadapan maha semesta?
Sebesar apakah manusia dihadapan angin puncak gunung?
Sebesar apakah manusia dihadapan kawah yang menyemburkan gas ke angkasa?
Sebesar apakah manusia wahai dingin puncak gunung?

Manusia tak lebih dari kumpulan sel-sel yang hidup membentuk jaringan, organ, dan sistem organ, jika tubuh tak dipenuhi dengan energi bernama pengetahuan, moral, dan kebenaran yang menggerakkan otot-otot, tulang, dan daging terbungkus kulit itu, dengan cara apa manusia pantas diperbandingkan, dipilih, dan dijual seperti yang manusia lakukan di pabrik-pabrik? 

Kenyamanan-kenyamanan diciptakan untuk membuat hidup dan perasaannya bertumbuh.

Kondisi dan tantangan-tantangan tercipta untuk menguji kesatuan dari energi dan tubuh.

Semua patut disyukuri dan dirayakan.
Hanya saja tentang kesombongan, sudah tidak sesuai dengan logika sejak manusia diciptakan.

Menggigil
Membersihkan ingatan sampai menyatu dengan alam bukanlah hal mustahil
Gunung, doa, dan pendakian ini tak berarti kalau tidak turun sampai di rumah dengan selamat
Pendakian tidak berakhir di puncak gunung dengan mati kedinginan atau terperosok masuk jurang
Dia memberi maknanya saat tubuh dan jiwa menyatu dalam kerendahan hati dan kasih murni seperti heningnya embun di kuntum bunga abadi

Minggu, 11 Maret 2018

Kisah Pohon-Pohon Raksasa

Dahulu kala, hiduplah pohon-pohon raksasa di seluruh dunia
Batangnya menyembul sampai ke ujung angkasa
Buahnya besar dan manis
Akar-akarnya menyerap air hingga danau-danau tercipta 

Di batang-batang pohon itu hiduplah manusia
Di batang-batang pohon itu hiduplah hewan-hewan yang menjadi sahabat-sahabat manusia 
Mereka hidup tumbuh dan besar dari buah-buahan pohon itu. 
Tempat berlindung dari raksasa dan hewan-hewan besar yang melata di mana-mana

Manusia selalu bermimpi tentang lautan yang dilihatnya dari pucuk pohon itu
Tentang daratan-daratan di pulau seberang
Tentang cahaya yang berkilau di angkasa
Dan tentang hewan-hewan, berbagai buah dan sayuran lain yang hanya dapat dipandangi dari pucuk-pucuk pohon itu

Pohon ada sahabat yang setia dan memberi hidup
Jadi wajar saja kalau mereka membuat berbagai ritual untuk menghormatinya

Tentang Keabadian

Pemuda itu tak pernah peduli pada rasa
Dia adalah pemuda yang bebas
Tak ada ikatan apapun selain dengan keluarganya
Suatu ikatan yang kadang diragukannya

Pemuda itu yang selalu menulis puisi dan sambil berziarah melewati banyak pengalaman tentang rasa
Tetapi hanya satu yang tinggal dan tetap, suatu keinginan untuk memberi, membantu, dan menjadi bagian dari dunia yang baru
Pemuda itu sudah menunjukkan sebisa-bisanya sebatas pemahamannya
Dia berharap bahwa itu sudah cukup 

Kali ini dia berkata pada dirinya sendiri
Bahwa sebesar apapun keinginannya bertemu dan hidup bersama dengan pemudi yang dikaguminya itu, tak akan pernah mengubah apapun dari masa lalu tapi pasti masa depan

Hidupnya hanya untuk keluarga 
Sedangkan pertemuan adalah perjodohan yang diatur oleh Tuhan, dan yang terbesar dari semuanya adalah ingin yang menjadi kenyataan karena di dalamnya terdapat perjuangan, derita, airmata, dan mungkin juga mati sia-sia untuk menyatakan kata yang disebut Cinta

Dan itulah keabadian bagi pemuda itu
Yang terbaik yang dapat dia berikan pada pemudi yang dihormati dan diinginkannya menjadi sahabat perjalanannya menuju dunia baru

Penyair berkata, apa artinya cinta-cinta berikutnya apabila cinta pertama tak ada artinya? 
Pemuda itu berkata, "Cinta tak meminta arti apapun. Dia ada dan terus menyala dalam keadaan apapun bahkan dalam ketiadaan arti dan makna, dalam gulita yang paling pekat, dalam malam yang paling asing, dalam sunyi yang paling rimba, dan dalam perjurit yang paling berjaga."

Pemuda melakukan itu lagi dan lagi sampai akhirnya pemudi yang gemar menanam itu kaget melihat apa yang telah ia tanam di dalam pemuda itu menjadi pohon yang paling besar dan gagah bagi sang pemuda tetapi bagi pemudi itu hanyalah kecambah tauge yang tak terlihat olehnya, diinjaknya, dan dilaluinya begitu saja.

Ya begitu saja

Jadi baiknya kita tebang saja pohon besar itu
Kita cabut akar-akarnya
Kita potong-potong dan kita jadikan kayu api
Dan kita dapat saja bernyanyi sampai dini hari tentang kisah pemuda dan pemudi yang  hidupnya bahagia selamanya karena dicintai oleh semesta yang diziarahi dan ditanam di area paling suci bagi mereka
Area itu disebut kenangan 
Area itu disebut keabadian 

Pemuda itu adalah pemuda yang bebas
Dia tak pernah peduli pada rasa
Tapi kali ini rasa itu lebih peduli padanya  dan ikatan hanya menjadi awan-awan menggantung di angkasa
Sebentar lagi hujan

🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧⛈⛈⛈⛈⛈⛈⛈⛈⛈⛈⛈⛈⛈🌩🌩🌩🌩🌩🌩🌩🌩🌩🌩🌩🌩🌩🌨🌨🌨🌨🌨🌨🌨🌨🌨🌨🌨🌨🌨☔️☔️☔️☔️🚡🏼☔️☔️☔️☔️☔️☔️☔️☔️☔️



Sabtu, 03 Maret 2018

Malam Cahaya Kota

Aspal hitam
Lampu kota
Pemuda berkendara
Dan musik yang didengarkannya

Pemudi itu masih ada di hatinya
Tetapi dirinya sendiri tidak masuk dalam hitungan langkah kaki gadis itu
Semua pemudi mengira semua pemuda hanya menginginkan segala hal yang fisik
Pemuda di atas sepeda motor itu lebih suka berziarah, membaca, dan berdoa

Pemuda berkendara sendiri
Lalu beton-beton pembatas jalan mengejeknya
Truk dan bahkan sandal jepit ikut mengejeknya
Hanya sepeda motor menemani ke manapun ia pergi

Ini malam minggu dan pemudi itu ada di dalam pikirannya
Tiang listrik yang ia lewati mengira pemuda itu sendiri
Tetapi angkasa tau siapa dan kemana sepeda motor dan pemuda itu melaju

Aspal hitam
Lampu kota
Pemuda berkendara
Dan pemudi itu selalu ada di dalam hatinya

Dalam jiwa berteriak suara
Pergilah sepuasmu saat masih lajang
Sebab ketika sudah beristri
Baru pergi ke Angkringan sebentar saja sudah dipanggil-panggil suruh pulang

Sabtu, 24 Februari 2018

Kembalinya Penghuni Lautan

Suatu saat akan datang
Lautan dipenuhi oleh kapal-kapal
Dan para pelaut handal
Yang menempa dirinya di Samudra paling berbahaya

Pulau-pulau akan dipenuhi orang muda
Menyanyikan lagu Nenek Moyangku dengan gembira
Mengangkat dayung dan jaring
Bertani di laut dan panen beriring-iring

Anak-anak mereka akan diterima di seluruh dunia
Karena lautan adalah ikatan dan saudara
Semua yang pernah menjadi bagiannya adalah kakak beradik
Dibesarkan oleh garam, angin, dan cahaya matahari

Suatu masa akan tiba Nusantara menjadi tempat semua pelaut itu pulang
Bersujud menyembah Tuhan ke tanah yang tenang dan ramah
Tempat gunung-gunung api memberi berkat pembaharuan
Dan kehidupan bertumbuh dalam kebersamaan 

Semua teori kenegaraan hanya tinggal cerita saja
Karena puncak peradaban telah mencapai kenyataannya
Orang-orang tua akan tersenyum gembira menatap senja
Bahagia karena melihat bumi penuh cinta dan sambung rasa

Orang akan memainkan musik dan berdansa bersama-sama
Memandang masa depan penuh sukacita dan makanan yang tidak pernah habis dibagi ke semua

Nusantara Jaya Mahe

Jumat, 16 Februari 2018

Yang Menghibur Dan Berfaedah

Jalanan dan kedua roda sepeda Motorku menyatu lekat
Satu aspal satu jalan dari Jakarta sampai Banten Kota

Kau tau aku paling suka berkendara
Seperti terbang melayang dengan kecepatan yang biasa-biasa saja
Sehari hanya 1 sampai 3 jam saja menapak di atas bumi

Ini udara pagi dan lautan bergulung menunggu di ujung pulau Jawa sana
Teringat pada Salaka Nagara
Pulau perak yang termasyhur di zaman yang tinggal cerita

Aku menziarahi pantai-pantai yang dulu disapu tsunami dan berharap menemukan sepenggal kisah yang telah menjadikanku ada di tempat ini
Kapal-kapal Feri yang melintasi selat Sunda dan Max Havellar yang menuliskan kata "LaWan" di sanubari terdalam manusia menolak setiap penindasan dan pembodohan

Durian ya Durian
Rambutan ya Rambutan
Dua buah-buahan yang tak pernah berlomba untuk menjadi yang paling enak kecuali kau terinspirasi perang makanan ala Raditya Dika 

Ini bulan Februari dan masih ada buah-buahan itu menggantung di Kebon Apak
Ingin kubawakan untukmu
Tapi... ah ya sudahlah....
Semoga puisi ini dapat melipur kesedihan yang selalu menggantung mendung setiap kali lupa mengucapkan syukur atas puluhan matahari yang telah lalu

Hari ini telah terbit matahari yang baru
Pada ibuku, kumohon doa restu
Mengemban amanah sebagai seorang Indonesia, orang Nusantara, orang Jawa,
Yang Berinjil dan Katolik
Selamanya
Manusia....
Manusia.... saja
Berkendara
Sampai Terlaksana
Semuanya
Amin



Kamis, 15 Februari 2018

⛰⛺️🏍

πŸ™‚πŸ”œπŸ˜
⛰⛺️πŸ”₯
🏍⛑πŸŒ…
πŸ’ŽπŸ’–πŸ™ˆ
😎
🀠
πŸ“–
πŸ™

Selasa, 13 Februari 2018

Energi

Semesta ini energi
Ada yang bergerak
Ada yang diam
Yang diam itu disebut potensi

Mengatur dan menata energi
Menggunakannya dengan bijak
Ya salam ya rindu
Ya ingin bertemu

Senin, 12 Februari 2018

Sajak Pengampunan

Aku mengampunimu wahai para pembaca puisi yang salah mengartikan puisi
Memang benar bahwa puisi adalah gambaran jiwa tetapi kita tak pernah dapat membingkai seorang manusia hanya dalam sebuah layar kaca dan merasa sudah mengenalnya secara keseluruhan
Aku mengampunimu dan ternyata aku jauh bertumbuh dari semua puisi yang pernah kutuliskan,
puisiku tetap saja jelek 
Tak seindah puisi si ini atau si itu tapi tetap kutulis puisi lagi

Dan jika kau tahu aku tak pernah marah padamu
Ketahuilah bahwa Kesedihanku hanya kuberikan pada mereka yang kulindungi dan kuanggap saudaraku
Dan jika aku tidak bersedih untukmu
Aku kirimkan puisi ini untukmu dan juga doa agar lebih berhati-hati dalam menilai puisi 
Bisa jadi ternyata nilai-nilai itu adalah kaca dari dirimu sendiri

Minggu, 04 Februari 2018

Kesadaran Dalam Perjalanan 🏍πŸ”₯

Telah Kuminta semuanya,
Memiliki kasih dari yang lemah lembut adalah suatu anugerah 
Seperti sesuatu yang indah dan memang tidak mudah

Hati yang murni
Jiwa yang ikhlas
Dan laku ziarah yang keras

Telah kuminta semua rahmat yang bisa kupikirkan untuk meraihnya
Telah kulakukan semua taubat yang pantas untuk mempersiapkannya
Menyadari siapa aku dan apa yang seharusnya aku lakukan
Kemudian menerima hasil apapun yang kelak terjadi sebagai hasil dari sebuah proses yang telah kulewati

Keyakinanku Dia lebih mengenal kekuatan dan kelemahanku
Keyakinanku Dia menerima semua niat baik dan ketulusan yang sering tercemar oleh cacat di jiwa yang kubawa sejak aku diciptakan di dunia

Batas-batas waktu itu sudah begitu samar dan kulanggar demi menjadi bagian dari kehidupan yang tak pernah menyatakan dirinya secara jelas
Walaupun aku tahu juga sebenarnya apa yang dimaksudkan olehnya 

Aku berdoa untuk semua yang terbaik baginya
Sebagaimana aku melakukan semua yang terbaik bagiku
Karena dia telah hidup di batinku lebih lama dan lebih dalam dari semua yang pernah datang dan berlatih theater di jagad bawah sadarku
Yang seperti ini mungkin tak akan pernah ada lagi di dalam diriku
Dia terlalu istimewa dan minta didoakan setiap hari

Besok semuanya sudah berbeda, jurang-jurang dan jalanan terjal sudah menjadi rata
jalan raya dan pemandangan senja menjadi lukisan yang membingkai hari-hari yang menua

Salam dua jari kepada masa depan ✌️


Kepulangan

Aku tidak sedang menyanyi
Aku tahu di sini
Tempat ini
Tempat yang kukenal

Terlalu jauh aku pergi
Mengejar dan mencari
Memikir dan merencanakan
Mencintai yang tak berbalas

Aku tahu jawabannya
Dan kali ini tak ada ragu
Puisi bersuara lebih keras dari seribu halilintar 
Dia nyata dan berdaya

Aku telah salah mendefinisikan puisi
Dan melahirkan puisi-puisi yang tak pernah diinginkan
Puisi-puisi yang ditolak oleh ibunya
Yang menjadi inspirasi dan rahim kelahirannya di malam-malam yang telah lalu

Begitulah nasib puisi-puisiku di masa yang telah lalu 
Di masa aku mencintai dengan tulus dan penuh pada seorang yang tak pernah menerimanya
Kuserahkan puisi-puisi itu pada Tuhan

Wanita tak pernah meminta apapun 
Juga puisi,
Mereka bisa mengurus dirinya sendiri
Lelaki diharapkan menjadi penolong
Memahami semua dan bertindak tepat pada saat dibutuhkan
Tetapi menjadi lelaki yang murah hati harus siap dicaci-maki dan disingkirkan di tempat yang terakhir

Apa artinya menjadi orang pertama, kedua, ketiga, keempat, atau orang yang kesekian karena sudah tak terhitung jumlahnya,
Kalau menjadi Nomer satu bagi diri sendiri saja belum mampu?

Hanya sepeda motor saja yang paling setia menghantar ke manapun rasa membawanya pergi
Pada selamat dan sampai ketemu lagi, karena kalau jodoh pasti ketemu,
dan aku berdoa agar kau berjodoh dengan masa depan yang kau harapkan

Bahagiaku penuh, 
Seperti pengulangan rasa,
Aku sudah biasa,
Walau ada duka di samudra sukacita

Minggu, 28 Januari 2018

Argo Lawu Malam itu

Lagi,
Kereta melaju 
Seperti aku
Bergerak cepat menuju mimpimu

Itu kota Jogja 
Bermukim di dalam cahaya
Yang berkilau di bibirnya
Puisimu memberikan sejuta harap
Seperti kisah yang berakhir bahagia 


Selasa, 23 Januari 2018

sajak pohon

Saat aku masih benih
Dibawa angin dan air hujan 
Mengendap dalam lembab
Merindukan cahaya matahari

Akar-akarku tumbuh menembus kulit 
Mencari celah di tanah mencari air
Tunasku tumbuh mengikuti getaran
Terus naik mencari cahaya yang hangat

Daun-daun tumbuh dan memasak nutrisi bagi batangku
Membuatku semakin besar dan kokoh
Kuncup bunga berseri-seri bermekaran
Hingga kelopak-kelopak berjatuhan

Makhluk-makhluk berteduh dan bermain di bawahku
Mencari sejuk dan buah-buahan
Semua tanpa bayar
Gratis manis seluas hutan hujan tropis

Hingga akhirnya mereka meminta batangku
Bahkan akarkupun diangkat dari dalam tanah
Aku memberikannya dengan sukacita
Karena aku tahu ada kehidupan setelah kematian

Beberapa bulan kemudian aku seperti terbangun dari tidurku
Sebagian diriku menjadi perahu
Sebagian lagi menjadi rumah berpintu
Dan yang lainnya menjadi buku

Tak heran jika manusia Nusantara menyebutku pohon
Bunyinya sangat dekat dengan bunyi kata memohon
Dahulu mereka pernah menganggapku sebagai sumber kehidupan
Tempatnya memanjatkan doa dan bertapa
Aku dianggap suci karena selalu memberi dan tak pernah berharap kembali

Tak heran kalau aku dicintai
Dijaga dan dipelihara 
Karena bersamaku, manusia menaklukkan lautan dan menemukan daratan
Bersamaku manusia berlindung, membangun rumah tangga dan meneruskan keturunan
Bersamaku manusia menemukan pencerahan
Bersamaku manusia mencatat ingatan, pengetahuan, dan bangunan peradaban

Aku pohon
Selalu gembira dan bahagia
Menjadi bagian dari dunia
Membantu manusia mencapai puncak evolusinya

Minggu, 21 Januari 2018

Nusantara, Bumi yang Baru

Suatu ketika saat Nusantara dipulihkan seutuhnya
Ratu adil memimpin dunia
Tak ada lagi yang kelaparan ataupun ketakutan
Ugahari dan waskita
Manusia tidak menghabiskan waktunya untuk makan dan berpesta

Saat Nusantara dipulihkan
Ilmu-ilmu dunia kembali ke kodratnya
Manusia menjadi utuh dan saling menjaga
Bersatu memangku bumi dan alam semesta

Tata Salira
Tata Krama
Tata Negari
Tata Buwana
Tata Surya
Tata ing Jagad Alam Sak Wegung
Jadi jalan kehidupan
Perjalanan dari dalam batin
Menuju ke sejatinya hidup yang utuh

Suatu ketika saat Nusantara dipulihkan
Segala penyakit dunia disembuhkan
Yang berperang akan meninggalkan senjata mereka di tempat peleburan
Dijadikan mata bajak dan baling-baling pembangkit energi terbarukan
Sepatu-sepatu yang berderap-derap akan dibagi-bagi untuk melindungi kaki-kaki yang terlemah dan tersingkir

Orang akan saling mengenyangkan dan berbagi kegembiraan
Saling mendoakan dan saling mendukung 

Suatu saat ketika Nusantara dipulihkan
Lautan menjadi energi yang tak akan habis memberi kehidupan bagi yang menjelajah luar angkasa dan yang menjaga bumi di bawah langit dan bulan purnama

Suatu saat planet-planet itu menjadi begitu dekat dan mudah untuk dikunjungi
Seperti kedipan mata, putaran cahaya, dan perpindahan energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya

Yang kotor dibersihkan, yang bersih dimurnikan, yang murni dinikmati dan dimiliki kebanyakan orang 

Orang tidak lagi hidup dari karbohidrat dan oksigen, tetapi dari sinar matahari dan api 

Umur manusia menjadi ribuan tahun
Pernikahan menjadi sesuatu yang sakral dan jarang dirayakan dengan mewah-mewahan karena pernikahan itu sendiri sudah mewah dengan adanya

Saat Nusantara dipulihkan, jadilah Kerajaan Tuhan di bumi seperti di dalam surga

Sabtu, 13 Januari 2018

Gempa Rindu

Pada indahnya pagi
Kubacakan puisi ini
Yang selalu kusimpan
Pada satu putaran bumi
Mengelilingi matahari

Ini hati kujaga untuk cahaya yang satu
Yang terganggu dan inginkan jarak 
Aku telah pergi menjauh
Lebih dari batas cakrawala
Suaraku tak akan lagi terdengar
Kecuali dengan sengaja puisi ini dibaca dan menjadi suara yang bergema

Masih seperti hari-hari sebelumnya,
gempa rindu dan hujan badai sembilu
Panas di dada saat mengingat senja
Lalu tanganku meraba-raba dalam gelap
Mencoba merancang kembali pesawatku yang kemarin sempat jatuh berantakan di lautan perasaan yang diterjang badai
Kurangkai syukur menjadi karangan bunga
Satu persatu kuletakkan di setiap tonggak yang menancap dalam peta buta

Hidup hanya sekali, sudah kulakukan dengan gaspol di jalan sepi
manuverku pada jalan bolong dan sempal-sempal
Sampai kulihat Matahari baru bersinar terang memuaskan jiwa
Pasir diterjang ombak melewati kaki
Menyeret kenangan ke dalam laut 
Dan kedua kakiku tak tergoyahkan
Gempa rindu itu mengendap tenang
Menjadi doa syukur dan sukacita melampaui nyanyian cinta 

Terimakasih malaikatku
Yang mengajarkan caranya terbang
melintasi area yang tak kukenal
menuju tempat terbaik yang damai
air gunung yang melimpah
Udara pagi dingin dan langit yang cerah


Sabtu, 06 Januari 2018

Dari Cirebon Menuju Jogja

Sudah, sudah jauh Alin melaju
Gas kecil gas besar tarik selalu
Gas pol lagi, di saat sepi
Berkobar-kobar hati bagaikan api

Seberang rel kereta, Alin lewati
Ajibarang Purwokerto Gombong terus ke Kebumen tanpa berhenti
Lewati jalan tembus langsung ke Jogja
Lalu berhenti ngopi di angkringannya

Malam di jogja 
tak pernah mati tak pernah sepi
Puisi beterbangan memenuhi
Jalanan dari laut ke Merapi

Angin pantura dalam figura
Kenangan siang panjang membentang
Di langit fajar hati gembira
Melihat kota itu di depan mata


Selasa, 02 Januari 2018

Memulih Kemanusiaan

Merenungkan pengalamanmu, akupun membaca pengalamanku
Manusia selalu mencari jubahnya
Tidak seperti hewan dan tumbuhan
Tidak seperti air dan udara
Tidak seperti tanah, api, dan angin

Jubah itu berisikan serangkaian pengalaman, nilai-nilai, dan semangat yang menjadikan manusia berbeda dari segala ciptaan lainnya

Seperti jaket kulit bagi para pengendara sepeda motor
Seperti baju dinas bagi para pegawai lapangan
Dibuat berdasarkan fungsinya

Tetapi malam tak pernah tinggal diam
Dia selalu menuangkan perekat pada material ke dalam jiwa manusia yang merdeka
Sehingga Indra selalu menangkap makna kata, bentuk, dan baunya

Manusia lebih suka menilai jubah manusia lainnya dari dalam jubahnya sendiri
Mengukur perjalanan orang lain dari perjalanannya sendiri
Dan mengkorupsi definisi

Betapa beruntungnya orang-orang yang memilih memakai jubah cahaya
Melihat semua di sekitarnya dengan terang dan penuh cinta
Lalu melakukan sesuatu untuk kebaikan

Betapa berdukanya orang-orang yang tak menyadari jubahnya
Sampai akhirnya itu membuat hatinya bersedih dan miris melihat kemanusiaan lain di luar jubahnya

Manifestasi kemanusiaan kita bukanlah kompetisi yang berlomba adu cepat, adu kuat, adu kaya, adu indah, dan adu-adu yang lainnya seperti yang terjadi di televisi dan perlombaan 

Kita sedang menjalani hidup kita masing-masing
Memakai jubah masing-masing
Dan kebetulan bertemu dengan yang lain

Betapa beruntungnya kita bertemu yang lain
Betapa bahagianya kita mengenal mereka
Memahami dan menerima, lalu memetik nilai-nilai untuk melengkapi jubah yang bolong-bolong

Tidaklah perlu menghabiskan waktu untuk menjadi berbeda dari yang lain
Karena setiap kemanusiaan unik sejak pertama dilahirkan

Habiskanlah waktu untuk membaca, berkarya, dan melakukan perjalanan
Karena dalam ketiga hal itu kemanusiaan dipulihkan