Dua yang membuat waktu menjadi abadi
Waktu tak akan berhenti
Tanpa batas
Solidaritas
Selalu bersilaturahmi
Tetapi musuh selalu menebar benih-benih kesombongan
Keinginan untuk menjadi kaya raya dan penuh kehormatan
Dua pintu masuk yang sah sah saja
Awas jebakan ular membuatmu masuk ke lembah dosa
Waktu tak pernah habis
Yang habis adalah keinginan dan kemauan kita menciptakannya
Status, kesibukan, kehormatan, kekayaan, kesombongan, adalah jalan yang sah sah saja bagi dunia
Aku memilih keabadian
Bukan kefanaan
Aku memilih solidaritas
Bukan eksklusivitas
Aku memilih silaturahmi
Bukan memutus persaudaraan
Aku memilih kerendahan hati
Bukan kesombongan
Aku memilih banyak saudara
Bukan meninggikan diri dan merendahkan orang lain
Aku memilih sederhana tak punya apa-apa tapi punya banyak saudara
Bukan menjadi kaya raya tapi tak punya tempat berbagi cerita dan kasih sayang
Karena itulah waktuku tak pernah habis
Waktu tak pernah berlalu begitu saja
Aku abadi dalam keabadian yang kucipatakan
Dan aku tetap tak kehilangan penghormatanku pada siapa saja yang memilih kefanaan, ketidakabadian atas nama kehabisan waktu, dan sekian alasan lain yang menjadi lagu, puisi, status, buku, bahkan acara perayaan
Keberuntungan dan kerugian bukanlah ukuran kehidupan
Karena aku telah memilih untuk hidup dalam waktunya Tuhan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar