Minggu, 04 Februari 2018

Kepulangan

Aku tidak sedang menyanyi
Aku tahu di sini
Tempat ini
Tempat yang kukenal

Terlalu jauh aku pergi
Mengejar dan mencari
Memikir dan merencanakan
Mencintai yang tak berbalas

Aku tahu jawabannya
Dan kali ini tak ada ragu
Puisi bersuara lebih keras dari seribu halilintar 
Dia nyata dan berdaya

Aku telah salah mendefinisikan puisi
Dan melahirkan puisi-puisi yang tak pernah diinginkan
Puisi-puisi yang ditolak oleh ibunya
Yang menjadi inspirasi dan rahim kelahirannya di malam-malam yang telah lalu

Begitulah nasib puisi-puisiku di masa yang telah lalu 
Di masa aku mencintai dengan tulus dan penuh pada seorang yang tak pernah menerimanya
Kuserahkan puisi-puisi itu pada Tuhan

Wanita tak pernah meminta apapun 
Juga puisi,
Mereka bisa mengurus dirinya sendiri
Lelaki diharapkan menjadi penolong
Memahami semua dan bertindak tepat pada saat dibutuhkan
Tetapi menjadi lelaki yang murah hati harus siap dicaci-maki dan disingkirkan di tempat yang terakhir

Apa artinya menjadi orang pertama, kedua, ketiga, keempat, atau orang yang kesekian karena sudah tak terhitung jumlahnya,
Kalau menjadi Nomer satu bagi diri sendiri saja belum mampu?

Hanya sepeda motor saja yang paling setia menghantar ke manapun rasa membawanya pergi
Pada selamat dan sampai ketemu lagi, karena kalau jodoh pasti ketemu,
dan aku berdoa agar kau berjodoh dengan masa depan yang kau harapkan

Bahagiaku penuh, 
Seperti pengulangan rasa,
Aku sudah biasa,
Walau ada duka di samudra sukacita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar