Dan jika kenangan tentangmu ikut tergantung di tembok itu
Aku akan datang dengan Palu gada dan siap menggempurnya hingga rata tanah
Robohkan setiap penghalang!
Dan jika masa lalu yang dingin dan sepi ikut menahan tembok itu
Maka aku akan datang dengan buldoser dan melindas gilas rata tanah semua yang bersembunyi di balik tembok itu
Robohkan setiap penghalang!
Dan jika masa kini memintaku untuk berhenti
Maka aku akan datang bersama tukang-tukang bangunan untuk membersihkan sisa puing-puing itu untuk dijadikan batas-batas area pembangunanku
Dan kini aku mulai membangun
Jika kau lewati batas yang sudah kudirikan
Kau harus berhadapan dengan satuan keamanan bernama waspada dan curiga
Karena aku sama sekali tak mengenalmu
Kau bukan bagian dari bangunan baru ini
Dan jika kau memaksa masuk, aku hanya menyiapkan teh dan ubi yang bisa mengenyangkan perutmu dan menghangatkan dadamu, tetapi setelah itu kau harus pergi
Sejak dulu aku tak pernah mengenalmu
Sejak dulu aku tak pernah tertarik kepadamu
Baiklah Kuterima semua itu
Teh dan ubi itu mungkin saja tanda kalau aku masih tetap menghargaimu yang dulu mungkin pernah lewat di depan bahtera cahayaku,
Tapi sekarang tak ada lagi tombok yang boleh berdiri di hadapanku
Dan jika kau menjadi tembok baru
Aku tak segan-segan merobohkanmu seperti aku merobohkan dan menggilas tembok-tombok yang lainnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar