Ada seorang pendekar sakti
Dia diminta membuat seribu candi
Dalam waktu satu malam
Ada seorang pendekar sakti
Dia diminta membuat danau dan bahtera
Dalam waktu satu malam
Ada seorang pendekar sakti
Dia diminta mengarungi seribu lautan
Dalam waktu satu malam
Ada seorang manusia sederhana
Dia melewati beribu malam untuk berdoa, menulis puisi,
Dan beribu siang untuk mencipta, berkarya, dan berbuat baik
Untuk membuat seorang perempuan percaya pada rasa sayang
Manusia sederhana menyadari
Bahwa perempuan itu lebih berharga daripada beribu candi, danau, lautan, bahtera, dan gunung-gunung
Perempuan itu adalah yang dikasihi olehnya
Dia lebih berharga dari apapun
Dia berbahagia
Selamanya
Perempuan itu akan membalas kasih dari seorang manusia sederhana?
Itu terserah dia
Pun jika yang dia pilih adalah akhir cerita yang sama dengan kisah seribu candi, kisah bahtera, gunung dan lautan,
Manusia sederhana itu akan terus mendoakan yang terbaik bagi perempuan yang dikasihinya
Setidaknya jika suatu saat ada kebohongan yang mau menipunya dengan berkata, "kamu tidak diterima, kamu tidak dikasihi",
perempuan itu akan berkata pada kebohongan itu bahwa di dunia ini, "Aku tahu, ada seorang manusia sederhana yang telah mengisi ribuan malam dan harinya untuk melakukan perjalanan kebaikan dalam doa dan karyanya untuk menunjukkan penerimaan dan kasih yang begitu besar padaku. Walaupun aku tidak menerimanya, dia tetap melakukan itu terus untukku."
Dan awan bersinar cerah
Pelangi membentang dari batas cakrawala ke jendela kamarnya
Pepohonan bergerak diterpa angin sejuk
Burung-burung bernyanyi penuh sukacita