Lebih diam daripada zat padat
Lebih cair daripada zat cair
Lebih terang daripada cahaya
Lebih menusuk daripada Wangi Bunga
Lebih meledak daripada reaksi kimia
Dan Lebih membara daripada Api
Aku mencintaimu dengan Seluruh Daya Benda Hidup
Dengan daya pengurai dan membelah diri seperti amoeba
Dengan daya bertumbuh seperti tanaman
Dengan daya sporadis seperti jejamuran
Dengan daya berkoloni seperti serangga
Dengan berdarah dingin seperti Reptilia
Dengan daya penyayang seperti Mamalia
Dan dengan daya pembelajar lebih dari diriku sendiri di masa yang lalu
Aku mencintaimu menggunakan segenap rasa, karsa, dan ciptaku
Karena aku manusia
Maafkan aku karena arti sederhanaku adalah semesta kita, harmoni yang tidak sesederhana realitas sederhana penyair yang kau suka, manisku
Aku mencintaimu dengan segenap diriku yang bergelora
Semua ini kuucapkan bahkan sebelum kau jadi pacarku
Seperti tindakan bunuh diri
Dan aku telah mati lama-lama
Lama sekali manisku
Karena ternyata engkau sama sekali tidak inginkan itu dan memilih yang lain
Lalu aku betah mati lama-lama untukmu
Harus berapa zaman lagi aku mati untukmu manisku?
Tetapi Betapa bahagianya hari ini
Betapa penuh arti hidupku
Karena ternyata kamu menerimaku
Walaupun menolak tindakan-tindakanku yang penuh tanda silang bagimu
Baiklah manisku,
Nyata benar bagiku hari ini
Tuhan bersamaku
Dan menemaniku di sepanjang kematianku yang lama ini
Dia mengasihiku lebih dari semua rumusan cintaku, bahkan dengan rumusan yang tak pernah kubayangkan
Dia bukan hanya telah merancang kehidupanku, tetapi juga telah mati lebih dahulu dan menebus seluruh kebodohan yang kualami karena mencintai diri sendiri dan dirimu, di waktu dan dunia yang telah lalu
Jakarta, 19 Juli 2020