Sabtu, 03 Maret 2018

Malam Cahaya Kota

Aspal hitam
Lampu kota
Pemuda berkendara
Dan musik yang didengarkannya

Pemudi itu masih ada di hatinya
Tetapi dirinya sendiri tidak masuk dalam hitungan langkah kaki gadis itu
Semua pemudi mengira semua pemuda hanya menginginkan segala hal yang fisik
Pemuda di atas sepeda motor itu lebih suka berziarah, membaca, dan berdoa

Pemuda berkendara sendiri
Lalu beton-beton pembatas jalan mengejeknya
Truk dan bahkan sandal jepit ikut mengejeknya
Hanya sepeda motor menemani ke manapun ia pergi

Ini malam minggu dan pemudi itu ada di dalam pikirannya
Tiang listrik yang ia lewati mengira pemuda itu sendiri
Tetapi angkasa tau siapa dan kemana sepeda motor dan pemuda itu melaju

Aspal hitam
Lampu kota
Pemuda berkendara
Dan pemudi itu selalu ada di dalam hatinya

Dalam jiwa berteriak suara
Pergilah sepuasmu saat masih lajang
Sebab ketika sudah beristri
Baru pergi ke Angkringan sebentar saja sudah dipanggil-panggil suruh pulang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar