Selama kita di atas dunia ini, kita akan diganggu oleh pencobaan-pencobaan dan godaan-godaaan. Oleh karena itu tiap orang harus waspada, berjaga, dan berdoa, sehingga setan tidak mendapat kesempatan untuk memperdayakannya. Setan itu tidak pernah bersitirahat, melainkan berkeliling bagaikan singa yang mengaum-ngaum dan mencari mangsa untuk ditelannya.
Tak ada seorangpun yang demikian sempurna dan kudus, sehingga ia tidak diganggu oleh godaan-godaan, sebab kita semua tidak luput daripadanya. Namun betapapun beratnya bagi kita, godaan-godaan itu dapat memberikan manfaat kepada kita. Semua orang beriman telah menempuh banyak pencobaan dan godaan, namun olehnya secara rohani mereka mengalami perkembangan.
Pangkal segala godaan terdapat dalam batin kita yang goyah dan di mana kurang adanya kepercayaan pada Allah.
Barangsiapa tidak berpendirian teguh dan membiarkan dirinya digoda, ia dilempar kian kemari bagaikan kapal tanpa kemudi
Apabila kita ditimpa godaan-godaan, janganlah kita putus asa, melainkan kita harus berdoa lebih giat kepada Allah untuk memohon bantuannya. Rasul Paulus berkata bahwa Allah tidak membiarkan kita dicobai melampaui kesanggupan kita. Sebab sejalan dengan percobaan itu, Allah menyediakan juga pembebasan, sehingga kita dapat bertahan melawan pencobaan-pencobaan itu.
Marilah merendahkan diri kita dibawah tangan Allah yang mahakuasa, maka pada saat yang tepat, Ia akan membangunkan kita.
(Mengikuti Jejak Kristus-Thomas A Kempis, Godaan-Godaan, " Baca juga 1 Petrus 5:6-14)
Minggu, 27 November 2016
Senin, 21 November 2016
Indentitas, penyair dan tempat dirinya dilahirkan.
Seberapa pentingkah identitas bagi seorang penyair?
Ada penyair yang dilahirkan di sungai tetapi dia menulis puisi di laut.
Maka dia harus disebut penyair sungai atau penyair laut?
- Seorang Resi menjawab, lebih baik penyair memiliki definisi sendiri atas kediriannya. Karena penyair adalah orang yang tak pernah terikat oleh apapun, juga tidak terikat oleh karyanya sendiri. Jadi mau mendifinisikan dirinya menjadi apa saja itu bukanlah urusan esensi di luar dirinya.
- Seorang pembaca menjawab, karena dia dikenal lewat karyanya. Karya seorang penyair haruslah bertanggung jawab pada apa yang ditulisnya. Dan mengenai hal itu tempat di mana dia menulis akan mempengaruhi apa yang ditulisnya. Maka baiklah tempat di mana dia menulis adalah identitasnya.
- Seorang pemikir menjawab, tidak semua yang ditulis penyair berkaitan dengan tempat dia menuliskan apa yang penyair pikirkan. Oleh sebab itu biarkanlah ideologi dan pemikirannyalah yang menjadi definisi identitasnya. Jadi orang bisa menulis apapun tanpa dipengaruhi oleh tempat dan waktu. Sebab ketika menulis dia berada di relung dirinya dan berbicara menembus jaman.
- Seorang pengembara menjawab, baiklah penyair menjadi milik seluruh dunia. Sebab saat menuliskan puisi, dia dan dunianya tak pernah terpisah. manunggaling objek dan subjek dalam rima dan ritma, dalam gugusan makna yang membentuk bangunan material spiritual yang mempengaruhi dan dipengaruhi medan-medan energi dan kebermaknaannya.
Ada penyair yang dilahirkan di sungai tetapi dia menulis puisi di laut.
Maka dia harus disebut penyair sungai atau penyair laut?
- Seorang Resi menjawab, lebih baik penyair memiliki definisi sendiri atas kediriannya. Karena penyair adalah orang yang tak pernah terikat oleh apapun, juga tidak terikat oleh karyanya sendiri. Jadi mau mendifinisikan dirinya menjadi apa saja itu bukanlah urusan esensi di luar dirinya.
- Seorang pembaca menjawab, karena dia dikenal lewat karyanya. Karya seorang penyair haruslah bertanggung jawab pada apa yang ditulisnya. Dan mengenai hal itu tempat di mana dia menulis akan mempengaruhi apa yang ditulisnya. Maka baiklah tempat di mana dia menulis adalah identitasnya.
- Seorang pemikir menjawab, tidak semua yang ditulis penyair berkaitan dengan tempat dia menuliskan apa yang penyair pikirkan. Oleh sebab itu biarkanlah ideologi dan pemikirannyalah yang menjadi definisi identitasnya. Jadi orang bisa menulis apapun tanpa dipengaruhi oleh tempat dan waktu. Sebab ketika menulis dia berada di relung dirinya dan berbicara menembus jaman.
- Seorang pengembara menjawab, baiklah penyair menjadi milik seluruh dunia. Sebab saat menuliskan puisi, dia dan dunianya tak pernah terpisah. manunggaling objek dan subjek dalam rima dan ritma, dalam gugusan makna yang membentuk bangunan material spiritual yang mempengaruhi dan dipengaruhi medan-medan energi dan kebermaknaannya.
Langganan:
Postingan (Atom)

