Selasa, 16 Juli 2019

Mencintai

Setidaknya aku telah mencoba mencintai dengan ikhlas
Berusaha menemui orang yang ingin ditemui 
Dan jika sampai hari ini tidak bisa bertemu
Dan waktu berlalu
Dan kuubah haluan mencari Tuhan untuk kita
Dan dia yang ingin kutemui ternyata memilih mencintai yang lain sambil terus menyangkali dan menolakku sambil berlalu

Ya sudahlah....
Waktu Tuhan pasti yang terbaik 
Bagiku dan baginya
Mungkin dia perlu 33 tahun lagi sampai aku jadi kakek-kakek dan dia menjadi nenek-nenek barulah dia percaya kalau cintaku bukan karena fisiknya atau hartanya, kecerdasannya, agamanya, pekerjaan dan jabatannya, karena karya-karya tulisnya dan lagu merdu suaranya, keindahan yang kulihat ada padanya dan ia sangkal juga
Tak apa... ya sudahlah
Apa boleh buat

Cinta adalah panggilan jiwa yang akhirnya kukembalikan pada Tuhan yang memintanya kembali 
Setidaknya aku sudah mencoba berjalan sejauh ini, dan akan ku jalani lagi terus, langkah tegap maju jalan!

Di keyakinan yang baru, kehidupan yang baru, semangat yang baru, dan jiwa yang baru kan kubawa ragaku, pikirku, dan rasaku
Kehendakku mencari dan melaksanakan kehendak Tuhan, sampai tuntas
Ya, sampai tuntas

Sabtu, 06 Juli 2019

Siklus yang Dipatahkan

Saat-saat seperti sekarang ini
Adalah waktu yang paling damai 
Ketika lembar demi lembar kenangan
Jadi butiran debu dibawa angin

Setiap kali aku bersyukur
Setiap kali aku berterimakasih 

Rasa sakit yang berputar-putar di dalam perut
Hantaman hebat yang berdetak-detak di dada
Remuk-remuk di punggung 
Ngilu-ngilu di telapak tangan dan pergelangan
Hingga sakit di belakang telinga dan ubun-ubun
Sirna
Semua hilang tak berbekas

Kali ini aku mau berlari dan bersukacita
Melompat-lompat kegirangan seperti anak kanguru 
Aku mau bernyanyi dan memuji bagi Tuhan
Walau Tuhan tak membutuhkannya 
tapi itulah expresi otentik yang kupunya

Saat-saat ini burung-burung cicit cuit
Hidup tak hanya perkara duit
Dan kata yang dahulu nylekit-nylekit
Sekarang bernada manis legit