Kau dan aku saling baca dan saling memahami makna dan pagar-pagar yang mengelilinginya
Kebebasan,
Itu yang selalu aku dan kamu miliki seutuhnya dalam puisi tanpa harus kehilangan apapun
Ada orang yang merasa hidup di dalam utopia setelah kehilangan segala yang berharga darinya
Tapi bagi kita, puisi adalah utopia itu sendiri
Realita yang terus kita hidupi
Semua itu terbaca, ketika udara membawa aroma taman dan embun pagi kapanpun kita membutuhkannya
Kita saling hadir dalam ruang abadi dan saling peduli dalam ketidakhadiran yang sunyi
Jiwa kita saling bertatapan dan mengerti ada hal yang selalu menghubungkan jiwa-jiwa yang tulus
Atau sebaliknya, kita selalu mencari hubungan-hubungan yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya
Aku tak akan pernah menghilang karena aku ada di dalam dirimu jauh sebelum kita menyadari ada ruang bernama kenangan yang hidup dan terus tumbuh
Dan bila suatu saat kita sadari kembali bahwa hidup yang kita lewati adalah bangunan peristiwa masa lalu, aku selalu siap menjawab persetujuan semesta dan menjadikannya senandung bergitar
Jadi sudahi saja kesedihan dan kecewa
Kita sedang berjalan ke depan sebagai jiwa yang merdeka
Pada langit malam kita berkaca
Pada sungai dan senja kita bercerita
Alam raya adalah kita
Pohon, gunung, senja, tanah air, kebun kopi, nasi uduk, bumbu pecel, donat, es krim, susu coklat, dan semua yang selama ini menjadi puisi
Selamanya dan Abadi