Sabtu, 28 Oktober 2017

Sumpah Pemuda Nusantara

Bagi Ibu Pertiwi Nusantara Indonesia
AKU bersumpah! Selalu bergerak, melewati susah senangnya hidup di tanah air dengan mencipta karya dan menebalkan asa akan hadirnya Satria yakni Yang Maha Esa dalam setiap helai nafas dan derap langkahnya kaki menuju Indonesia Baru, Dunia Baru yang penuh Welas asih, cinta alam, dalam semangat beriman yang militan ke sudut-sudut terjauh jagad raya.

Bagi Nafas di Nusantara Indonesia Aku bersumpah! Selalu mempersiapkan segala sesuatu, bersinergi dengan sesama, memberi tenaga, daya pikir, dan olah rasa, demi mewujudkan suatu tatanan Masyarakat yang bergotong royong menuju keheibatan Nusantara Jaya Mahe yang selamanya dan abadi!

Bagi Wicara di seluruh Nusantara Indonesia aku bersumpah! Setia menuliskan keindahan dan keheibatan bangsa Nusantara dalam bahasa yang dijunjung tinggi di atas kepala, turut serta menyerap kosa kata khusus dan mutahir dari seluruh bahasa di dunia seraya memperkenalkan kekayaan kosa kata Nusantara ke seluruh penjuru bumi, hingga suatu saat bahasa Indonesia menjadi bahasa yang Munir dan Rendra, yang Kartini dan Ki Hajar Dewantara, yang Sukarno dan Hatta, dan yang digunakan di seluruh dunia! 

Merdeka! 

Sabtu, 07 Oktober 2017

Motor Bandel! 🏍🇲🇨

Gas pol!
Mimpi ke mimpi
Sepeda Motorku melaju
Melewati empat musim
Dan tak pernah turun mesin

Gas Pol!
Ini oli baru diganti
Oh kota-kota berikutnya menanti
Dari hutan ke kota
Kembali membawa hasil bumi

Gas Puool!
Jalanan kosong
Tengah malam
Cahaya menabraki pekat malam
Bintang-bintang bersinar terang

Gas Puooll!
Awas tikungan, 
Tarik kopling turunkan gigi
Perkuat lengan dan siapkan rem kaki
Waspada dan hati-hati 

Di depan sana ada Warung kopi
Berhenti sebentar, rebahkan badan,
Selonjoran kaki pada jarak 33 Km dari tempat pertama ia menapak ibu bumi
Selalu padanya dari ujung rambut sampai ujung kaki akhirnya kembali

Ini pagi sudah larut
Mie instan pakai telur
Lalu buat puisi
Teringat cerita itu lagi
Sebelum bersiap untuk gas pol berikutnya

Dari mimpi ke mimpi
Sepeda motorku melintas 
Melewati empat musim
Bandel mesin takterbatas