Senin, 18 Juni 2018

Majulah

Aku selalu menikmati saat-saat bersama ibuku
Hanya duduk di ruang tamu
Minum secangkir teh manis hangat
Kadang sambil ngemil ubi ungu yang Kutanam di depan rumah

Aku selalu menikmati waktu itu
Pagi hari sebelum kutarik gas menuju tempat yang disebut medan juang
Atau sore hari sambil menunggu senja hilang di ufuk barat

Kadang kami bicara soal masa kecilnya
Kadang kupotongi kuku kaki dan kuku jemarinya
Kadang sambil kepalaku dipijat
Itulah saat-saat paling mahal dalam hidupku

Sekarang dia memintaku untuk maju
Menapaki jalan mantabku yang selama ini kutunda
Entah karena aku mulai memikirkan wanita teman hidup sampai mati atau karena aku menghabiskan petualangan ke gunung-gunung dan kota-kota yang tak pernah ku datangi

Yang pasti 
Ini saatnya aku berpikir maju
Lurus dan tidak berhenti
Mendapatkan yang selama ini ditunda
Membiarkan wanita itu mencari jalan hidupnya sendiri
Dan membiarkan perjalanan datang dengan maksudnya tanpa harus kucari

Memandang ke depan
Karena masa depan ada di depan
Masa yang saat ini sedang dijalani
Masa yang saat ini sedang dihidupi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar