Hanya duduk di ruang tamu
Minum secangkir teh manis hangat
Kadang sambil ngemil ubi ungu yang Kutanam di depan rumah
Aku selalu menikmati waktu itu
Pagi hari sebelum kutarik gas menuju tempat yang disebut medan juang
Atau sore hari sambil menunggu senja hilang di ufuk barat
Kadang kami bicara soal masa kecilnya
Kadang kupotongi kuku kaki dan kuku jemarinya
Kadang sambil kepalaku dipijat
Itulah saat-saat paling mahal dalam hidupku
Sekarang dia memintaku untuk maju
Menapaki jalan mantabku yang selama ini kutunda
Entah karena aku mulai memikirkan wanita teman hidup sampai mati atau karena aku menghabiskan petualangan ke gunung-gunung dan kota-kota yang tak pernah ku datangi
Yang pasti
Ini saatnya aku berpikir maju
Lurus dan tidak berhenti
Mendapatkan yang selama ini ditunda
Membiarkan wanita itu mencari jalan hidupnya sendiri
Dan membiarkan perjalanan datang dengan maksudnya tanpa harus kucari
Memandang ke depan
Karena masa depan ada di depan
Masa yang saat ini sedang dijalani
Masa yang saat ini sedang dihidupi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar