Sabtu, 24 Februari 2018

Kembalinya Penghuni Lautan

Suatu saat akan datang
Lautan dipenuhi oleh kapal-kapal
Dan para pelaut handal
Yang menempa dirinya di Samudra paling berbahaya

Pulau-pulau akan dipenuhi orang muda
Menyanyikan lagu Nenek Moyangku dengan gembira
Mengangkat dayung dan jaring
Bertani di laut dan panen beriring-iring

Anak-anak mereka akan diterima di seluruh dunia
Karena lautan adalah ikatan dan saudara
Semua yang pernah menjadi bagiannya adalah kakak beradik
Dibesarkan oleh garam, angin, dan cahaya matahari

Suatu masa akan tiba Nusantara menjadi tempat semua pelaut itu pulang
Bersujud menyembah Tuhan ke tanah yang tenang dan ramah
Tempat gunung-gunung api memberi berkat pembaharuan
Dan kehidupan bertumbuh dalam kebersamaan 

Semua teori kenegaraan hanya tinggal cerita saja
Karena puncak peradaban telah mencapai kenyataannya
Orang-orang tua akan tersenyum gembira menatap senja
Bahagia karena melihat bumi penuh cinta dan sambung rasa

Orang akan memainkan musik dan berdansa bersama-sama
Memandang masa depan penuh sukacita dan makanan yang tidak pernah habis dibagi ke semua

Nusantara Jaya Mahe

Jumat, 16 Februari 2018

Yang Menghibur Dan Berfaedah

Jalanan dan kedua roda sepeda Motorku menyatu lekat
Satu aspal satu jalan dari Jakarta sampai Banten Kota

Kau tau aku paling suka berkendara
Seperti terbang melayang dengan kecepatan yang biasa-biasa saja
Sehari hanya 1 sampai 3 jam saja menapak di atas bumi

Ini udara pagi dan lautan bergulung menunggu di ujung pulau Jawa sana
Teringat pada Salaka Nagara
Pulau perak yang termasyhur di zaman yang tinggal cerita

Aku menziarahi pantai-pantai yang dulu disapu tsunami dan berharap menemukan sepenggal kisah yang telah menjadikanku ada di tempat ini
Kapal-kapal Feri yang melintasi selat Sunda dan Max Havellar yang menuliskan kata "LaWan" di sanubari terdalam manusia menolak setiap penindasan dan pembodohan

Durian ya Durian
Rambutan ya Rambutan
Dua buah-buahan yang tak pernah berlomba untuk menjadi yang paling enak kecuali kau terinspirasi perang makanan ala Raditya Dika 

Ini bulan Februari dan masih ada buah-buahan itu menggantung di Kebon Apak
Ingin kubawakan untukmu
Tapi... ah ya sudahlah....
Semoga puisi ini dapat melipur kesedihan yang selalu menggantung mendung setiap kali lupa mengucapkan syukur atas puluhan matahari yang telah lalu

Hari ini telah terbit matahari yang baru
Pada ibuku, kumohon doa restu
Mengemban amanah sebagai seorang Indonesia, orang Nusantara, orang Jawa,
Yang Berinjil dan Katolik
Selamanya
Manusia....
Manusia.... saja
Berkendara
Sampai Terlaksana
Semuanya
Amin



Kamis, 15 Februari 2018

Selasa, 13 Februari 2018

Energi

Semesta ini energi
Ada yang bergerak
Ada yang diam
Yang diam itu disebut potensi

Mengatur dan menata energi
Menggunakannya dengan bijak
Ya salam ya rindu
Ya ingin bertemu

Senin, 12 Februari 2018

Sajak Pengampunan

Aku mengampunimu wahai para pembaca puisi yang salah mengartikan puisi
Memang benar bahwa puisi adalah gambaran jiwa tetapi kita tak pernah dapat membingkai seorang manusia hanya dalam sebuah layar kaca dan merasa sudah mengenalnya secara keseluruhan
Aku mengampunimu dan ternyata aku jauh bertumbuh dari semua puisi yang pernah kutuliskan,
puisiku tetap saja jelek 
Tak seindah puisi si ini atau si itu tapi tetap kutulis puisi lagi

Dan jika kau tahu aku tak pernah marah padamu
Ketahuilah bahwa Kesedihanku hanya kuberikan pada mereka yang kulindungi dan kuanggap saudaraku
Dan jika aku tidak bersedih untukmu
Aku kirimkan puisi ini untukmu dan juga doa agar lebih berhati-hati dalam menilai puisi 
Bisa jadi ternyata nilai-nilai itu adalah kaca dari dirimu sendiri

Minggu, 04 Februari 2018

Kesadaran Dalam Perjalanan 🏍🔥

Telah Kuminta semuanya,
Memiliki kasih dari yang lemah lembut adalah suatu anugerah 
Seperti sesuatu yang indah dan memang tidak mudah

Hati yang murni
Jiwa yang ikhlas
Dan laku ziarah yang keras

Telah kuminta semua rahmat yang bisa kupikirkan untuk meraihnya
Telah kulakukan semua taubat yang pantas untuk mempersiapkannya
Menyadari siapa aku dan apa yang seharusnya aku lakukan
Kemudian menerima hasil apapun yang kelak terjadi sebagai hasil dari sebuah proses yang telah kulewati

Keyakinanku Dia lebih mengenal kekuatan dan kelemahanku
Keyakinanku Dia menerima semua niat baik dan ketulusan yang sering tercemar oleh cacat di jiwa yang kubawa sejak aku diciptakan di dunia

Batas-batas waktu itu sudah begitu samar dan kulanggar demi menjadi bagian dari kehidupan yang tak pernah menyatakan dirinya secara jelas
Walaupun aku tahu juga sebenarnya apa yang dimaksudkan olehnya 

Aku berdoa untuk semua yang terbaik baginya
Sebagaimana aku melakukan semua yang terbaik bagiku
Karena dia telah hidup di batinku lebih lama dan lebih dalam dari semua yang pernah datang dan berlatih theater di jagad bawah sadarku
Yang seperti ini mungkin tak akan pernah ada lagi di dalam diriku
Dia terlalu istimewa dan minta didoakan setiap hari

Besok semuanya sudah berbeda, jurang-jurang dan jalanan terjal sudah menjadi rata
jalan raya dan pemandangan senja menjadi lukisan yang membingkai hari-hari yang menua

Salam dua jari kepada masa depan ✌️


Kepulangan

Aku tidak sedang menyanyi
Aku tahu di sini
Tempat ini
Tempat yang kukenal

Terlalu jauh aku pergi
Mengejar dan mencari
Memikir dan merencanakan
Mencintai yang tak berbalas

Aku tahu jawabannya
Dan kali ini tak ada ragu
Puisi bersuara lebih keras dari seribu halilintar 
Dia nyata dan berdaya

Aku telah salah mendefinisikan puisi
Dan melahirkan puisi-puisi yang tak pernah diinginkan
Puisi-puisi yang ditolak oleh ibunya
Yang menjadi inspirasi dan rahim kelahirannya di malam-malam yang telah lalu

Begitulah nasib puisi-puisiku di masa yang telah lalu 
Di masa aku mencintai dengan tulus dan penuh pada seorang yang tak pernah menerimanya
Kuserahkan puisi-puisi itu pada Tuhan

Wanita tak pernah meminta apapun 
Juga puisi,
Mereka bisa mengurus dirinya sendiri
Lelaki diharapkan menjadi penolong
Memahami semua dan bertindak tepat pada saat dibutuhkan
Tetapi menjadi lelaki yang murah hati harus siap dicaci-maki dan disingkirkan di tempat yang terakhir

Apa artinya menjadi orang pertama, kedua, ketiga, keempat, atau orang yang kesekian karena sudah tak terhitung jumlahnya,
Kalau menjadi Nomer satu bagi diri sendiri saja belum mampu?

Hanya sepeda motor saja yang paling setia menghantar ke manapun rasa membawanya pergi
Pada selamat dan sampai ketemu lagi, karena kalau jodoh pasti ketemu,
dan aku berdoa agar kau berjodoh dengan masa depan yang kau harapkan

Bahagiaku penuh, 
Seperti pengulangan rasa,
Aku sudah biasa,
Walau ada duka di samudra sukacita