Sabtu, 10 April 2021

Mengapa Tidak Menerbitkan Buku Puisi?

Puisi adalah nafasku
Jika buku adalah sebuah perayaan
Buku adalah sebuah pesta besar
Dan puisiku memang tidak ingin pergi ke sana 

Puisiku milik alam semesta
Kau tak perlu membayarnya 
Dia hidup bukan dari uang dan perhatian 
Dia tak perlu batu loncatan 

Tak ada yang berhak menilai puisiku
Seperti tak ada yang berhak menilai hidupku
Hanya Tuhan yang punya kapasitas itu 
Semoga kau tahu

Teks-teks yang kau baca dari dalam kepalamu 
adalah puisimu yang mencoba mempengaruhiku
sebagian kuterima kesepakatan 
sebagian karena cinta 
yang lainnya karena kau dan aku sama

Puisiku tidak dididik oleh perasaan romatik 
bukan hasil coba-coba 
bukan karena taktik dan pendekatan 
Puisiku adalah diriku yang tak mau diukur dengan harga 

Puisiku memberi ruang berpikir
Sebuah rumah bagi semua orang
Untuk melihat realitas yang tak pernah mereka pahami
Itulah mengapa aku tidak menerbitkan buku puisi


 

 

Rabu, 07 April 2021

sedalam itu

Semoga lama-lama kau menyadari
Sedalam itu rasaku padamu
Sebab aku tidak pernah mengikatmu
Bukan hanya merelakan
Tetapi juga merasakan semua rasa sakit
Karena terpisah dan jauh darimu
Kesepian tergelap
Kematian pikiran terhebat
Terhimpit tenggelam di palung samudra
Ruang hampa udara, diam paling sunyi  
Hangus jadi debu, terbakar api cemburu 
Melipur kecewa dan marah pada diri sendiri

Tetapi aku selalu mampu
Menemukan caraku
Untuk tersenyum dan berdoa
Agar Tuhan membuatmu bahagia

Di manapun dan bersama siapapun
Saat ini dan nanti
Sampai pada kesudahannya
Dijauhkan dari marabahaya
Dan dipenuhi dengan sukacita
Yang datang dari pertolongan dan kasih
Tuhan kita
Yang wafat dan bangkit
Untukku dan kamu
Dan juga kekasihmu serta semua yang mengasihimu dan ada bersamamu 

Hingga tak ada lagi duka, sebab malaikat berkemah dan berjaga 
Di sekelilingmu
Di sepanjang jalanmu
Di setiap helai nafas 
Dan setiap ide yang tumbuh bebas
Di benak dan pikiranmu,
Sayangku

Sebab ikatan dan pacaran adalah sebuah kebodohan 
jika tanpa komitmen untuk saling menghadirkan rahmat dan kasih Tuhan
Tetapi seperti apapun keadaanmu hari ini, 
kuyakin Tuhan mengasihimu 
lebih dari apapun
lebih dari ungkapan hatiku yang tak laku dan kaku karena hanya berisi semua yang terbaik untukmu 
Ku yakin kekasihmu pun bermaksud begitu, sebuah kepastian yang tulus 
Tetapi makna pernikahan bukanlah ikatan, justru pernikahan sejati adalah kebebasan 
karena saling menghadirkan kasih Tuhan, 
saling percaya dan setia dalam sumber cinta-Nya
susah senang dirasakan bersama
minum es susu coklat segelas berdua