Jika buku adalah sebuah perayaan
Buku adalah sebuah pesta besar
Dan puisiku memang tidak ingin pergi ke sana
Puisiku milik alam semesta
Kau tak perlu membayarnya
Dia hidup bukan dari uang dan perhatian
Dia tak perlu batu loncatan
Tak ada yang berhak menilai puisiku
Seperti tak ada yang berhak menilai hidupku
Hanya Tuhan yang punya kapasitas itu
Semoga kau tahu
Teks-teks yang kau baca dari dalam kepalamu
adalah puisimu yang mencoba mempengaruhiku
sebagian kuterima kesepakatan
sebagian karena cinta
yang lainnya karena kau dan aku sama
Puisiku tidak dididik oleh perasaan romatik
bukan hasil coba-coba
bukan karena taktik dan pendekatan
Puisiku adalah diriku yang tak mau diukur dengan harga
Puisiku memberi ruang berpikir
Sebuah rumah bagi semua orang
Untuk melihat realitas yang tak pernah mereka pahami
Itulah mengapa aku tidak menerbitkan buku puisi
