Rabu, 27 Juni 2018

Pagi Mengudara

Cahaya di langit bersinar
Udara dingin pagi masih berhembus menabraki tubuhku dan Alin Lestari
Kami berkelana berdua saja ke tempat-tempat yang tinggi 
Merasakan kebebasan yang penuh sebelum akhirnya matahari mengambilnya kembali menjadi siang yang penuh dengan rencana

Jalanan adalah rumah bagi pengelana yang mencari pengertian akan hal-hal yang telah dia baca dan alami

Selasa, 26 Juni 2018

Kepada Masa Lalu

Tenanglah
Waktu
Tak
Akan
Pernah
Lagi 
Berputar
Balik
Untukmu

Damailah
Dalam Waktumu
Waktuku Bukan Waktumu

Dalam Hal Ini Aku Tidak Main-Main
Dalam Hal Itu Kau Selalu Memainkanku

Minggu, 24 Juni 2018

Dunia Akan Berlalu

Dari puing-puing bangunan purbakala
Nampak kemegahan Nusantara
Di masa purba yang tak pernah tercatat
Dalam sejarahnya dunia

Segala kemegahan yang dimiliki dunia
Berakhir untuk peradaban yang baru
Bersinar murni dari ketiadaan
Nusantara Bangkit dan perkasa

Lihatlah di mana Matahari mengabdi
Beliau bersinar tiada pernah berhenti
Sepanjang tahun spanjang segala masa
Gunung-gunung api mengakui

Lihatlah di mana Lautan menyatukan
Pulau besar-kecil jadi satu himpunan
Badai sunami sampai badai taufan
Hidup berdampingan dengan anak manusia

Dunia lama pasti akan berlalu
Nusantara cahaya bangkit terang benderang
Memimpin dunia bukan sebuah impian
Itu pasti jadi kenyataan 

Sedang Di Kaki Gunung

Kepada dirinya yang bermimpi menjadi rumah bagi gunung-gunung.
Gunung-gunung itu sakral,
memang pintunya selalu terbuka tapi kau harus punya cukup bekal dan nyali untuk mendakinya

Rumah bisa disewakan, dijual, digusur, atau ditinggalkan begitu saja 
Tetapi gunung tak pernah pergi kemana-mana bahkan sebagian dari mereka menjadi purba.

Di gunung, ruang terbuka kosong yang lebih sunyi dari heningnya dini hari kuburan, sudah dimulai sejak matahari tenggelam bahkan kadang lebih cepat kalau mendung dan hujan tiba-tiba pecah.

Di gunung, angin tak pernah hanya bersiut masuk melalui celah-celah pintu tenda, tetapi kadang mengoyak pasak dan flysheet yang menaungi tenda.

Tak perlu memikirkan apalagi berharap gunung akan pulang dan berumah di dirimu apalagi ingin meminum teh hangat yang kau racik dengan campuran racun ularmu, jangan berharap gunung-gunung sudi menaruh sampah para pendaki, lumpur sisa makanan, dan peralatan yang terlantar dan kesepian, di pelataran rumahmu. 

Jangan berharap bahwa gunung ingin  membersihkan dirinya yang tak pernah kau kenal di tamanmu, 

Kau tak akan pernah bisa menerima muntahkan lahar panasnya masuk ke teras rumahmu dan kemudian lahar dingin menyusulnya dengan trengginas melibas masuk saat hujan kembali tiba.

Berkata-katalah sebebasmu, omongan tak dapat berbuat banyak selain merumuskan impian yang tak akan pernah berani kau minta jadi kenyataan.

Jangan berharap gunung-gunung tinggal di rumahmu, teh hangat tak akan membuat rumahmu cukup hebat untuk itu. 

Jangan pernah bermimpi untuk memahami gunung-gunung apalagi minta dipahami oleh gunung, yang bisa kau baca hanya gerak cuaca, arah angin, arah matahari, jalur yang dapat dilewati dan tak dapat dilewati, serta tentu saja sumber air dan tempat terbaik untuk membangun tenda.

Rumah tak berkunci itu berbahaya karena maling-maling tak perlu repot membobol pintunya, melainkan langsung menyerbu masuk dan mengambil semuanya dari dalam rumahmu. Gunung-gunung saja memiliki kuncen yang menjaga dan memelihara kelestarian dan kesakralan tempat itu, masak pintu rumahmu tak berkunci?

Gunung tak pernah pergi ke mana-mana. Jika kau tak pernah naik gunung, bagaimana mungkin kau mengenalnya?

bagaimana bisa dinalar keinginanmu agar rumahmu dapat menaungi gunung-gunung? 

Jumat, 22 Juni 2018

Padang Sukacita

Setelah terlepas dari sebuah kemelut panjang bernama kabut sembilu
Tibalah pendaki di sebuah Padang rumput savana bernama pilihan bebas
Di sana mata air terbaik mengalir memberikan kehidupan
Dan semua pilihan jalan terbuka pada pandangan mata

Puncak yang dingin menjadi hangat ketika matahari bersinar terang
Dan kijang-kijang emas berlari berlompatan memberikan penghiburan dan sukacita

Setiap jalan dipenuhi bunga bermekaran
Bahkan hutan mati menjadi hijau dan berbuah kembali
Bahwa memang pernah ada letusan di kawah ratu
Tapi kini benih-benih baru telah meninggi dan menjadi hutan yang rindang

Aku ke sana dengan kendaraan paling mutahir bernama niat dan sukacita
Tracking pole ku di kanan dan kiri menopang dengan canda dan tawa 
Nafasku dipenuhi doa salam Maria
Setiap batu dan pasir yang kutapaki menjadi emas dan batu permata

Move On

Berhentilah mencari tahu
Berhentilah menyebut namanya dalam doamu
Berhentilah mengingat kenangan akan dia
Berhentilah menyimpan semua rasa yang muncul karena merespons hidupnya

Move on bukan berarti meniadakan
Move on berarti hanya membuat, memperbaiki, menata ulang, dan memberi ruang baru pada sesuatu yang lebih baik yang akan datang berikutnya

Berhentilah memikirkan dia
Berhentilah bersikap peduli padanya
Berhentilah mendengarkan musik yang merekam kenangan tentangnya
Berhentilah melewati jalan-jalan yang pernah kau lalui bersamanya

Move on tak sekedar menghindari pemicu kenangan
Tetapi menciptakan kenangan baru yang lebih baik dan manis untuk dikenang

Berhentilah mendatangi tempat-tempat di mana pernah bertemu dengannya
Berhentilah membeli dan memakan yang pernah dimakan bersama
Berhentilah menonton film yang pernah dinikmati dan ditonton berdua saja
Berhentilah mengingat adegan-adegan yang ada di dalam film itu juga saat-saat yang serupa dengannya

Move on bukan berarti melenyapkan ingatan tetapi lebih berarti mensyukuri bahwa setelah semuanya itu, hidup terasa lebih biasa dan lebih berwarna untuk dihidupi

Berhentilah untuk mempercayai omong kosong dari puisi-puisi yang ditulisnya
Berhentilah untuk mengenang omong kosong yang pernah diucapkannya
Berhentilah untuk meniru kebiasaannya
Berhentilah untuk merasa bahwa dia pun peduli atau malah terkadang rindu

Dan semakin lama semakin terbiasa
Bahwa semua bisa terjadi dan bukan mitos kebetulan-kebetulan yang didukung alam semesta
Bahwa itulah pilihan merdeka manusia
Bahwa itulah manifestasi kemanusiaan

Dan seberapa sulit kau berusaha menyelesaikan semuanya adalah ukuran untuk mengetahui seberapa besar cinta dan kualitas kemanusiaanmu serta seberapa hebat hidup baru bagimu sekarang

Kamis, 21 Juni 2018

Di sebuah pulau

Di sebuah pulau, monyet-monyet dianggap Dewa-Dewa
Manusia datang dan memberikan sesaji dan berdoa di sana
Mereka menganggap monyet-monyet itu adalah pasukan kera yang diutus Sri Rama untuk menjaga Dewi Sinta
Suatu perbandingan yang terbalik dengan pertunjukkan topeng monyet di negeri gigi bolong 

Seorang antropolog ternama mengaku diterima menjadi bagian dari klan monyet tersebut setelah kejadian mistis yang dialaminya di pedalaman hutan Kalimantan

Dalam mimpinya ia berada di sebuah pohon kehidupan dan di ranting-ranting yang lain ada hewan-hewan dari berbagai penjuru dunia
Dan ia memahami bahasa mereka dan mereka memahami bahasanya
Tidak ada omong kosong di antara mereka

Di sebuah pulau dari tujuh belas ribu pulau di Nusantara ada hewan yang disucikan  dan dihormati manusia bahkan manusia harus mengalami kejadian mistis untuk dapat diterima di dalam kelompok hewan itu

Pohon

Tak ada pohon-pohon besar
Sebesar yang aku lihat
Di Gunung
Di hutan
Di Alam Raya

Bernyanyi
Bersuara
Bersama-sama

Rabu, 20 Juni 2018

Rasa Sakit Itu Tidak Perlu

Untuk apa merasa sakit?
Pada siapa kau beri rasa sakit?
Mengapa sakit itu terjadi?
Bagaimana sakit berlangsung?
Kapan sakit disetujui keberadaannya?
Apa itu sakit?

Semua pertanyaan itu mampir satu per satu seperti ingin menjelaskan semua yang sudah terjadi hingga akhirnya kesimpulan itu datang dan menjadi tenda perlindungan bagi pendaki yang kedinginan di gunung bernama dini hari

Besok pagi mereka akan turun gunung lagi, menguji kesimpulan dalam hiruk pikuk jalanan penuh kendaraan mudik, yang sebagian berwisata dan sebagian lagi pulang ke kehidupan sehari-hari, 

bekerja-berdoa-bercinta
bergiat mewujudkan cita-cita, 
menjalani hidup yang lebih hidup

Tak perlu merasa sakit
Toh semua akan dialami oleh setiap orang yang menekuni kehidupan
Walaupun dalam situasi dan kondisi yang berbeda
Rasa sakit tidak perlu, karena tidak menjadi kebutuhan orang-orang pada umumnya

No pain No gain
Seperti yang dikatakan iklan salep
Maka tak perlu merasa sakit
Agar tak ada yang mengambil manfaat dari rasa sakit yang tak perlu dirasakan

Berjalanlah terus dengan rasa syukur
Dan maju dengan berani sambil terus menerus melakukan kebaikan

Sakit apa yang dapat melukaimu?
Sakit apa yang dapat merugikanmu?
Jika semua itu sudah dirasakan dan diambil oleh Dia yang bangkit dan mewartakan sukacita kasih

Cinta tak mengenal rasa sakit
Cinta tak berpikir tentang sakit
Cinta tak berkehendak untuk sakit dan menyakiti
Sebagaimana Cinta tak pernah tersakiti

Terbongkarnya Topeng Monyet

Di negeri gigi bolong banyak sekali pertunjukkan topeng monyet
Suatu saat pertunjukkan itu dihentikan
Karena alasan kemanusiaan
Dan kau tau apa yang terjadi berikutnya?
Banyak orang berubah jadi monyet
Dan melakukan pertunjukkan di jalan-jalan
Pertunjukannya lebih seru
Lebih kreatif 
Dan lebih reflektif
Aku sering menyebut mereka monyet monyet topeng klub

Akhirnya semua topeng mereka terungkap
🙊

Senin, 18 Juni 2018

Nusantara

Nusantara Cahaya Sejati Asia!
Nusantara Pusat Ekonomi Asia!
Nusantara Pemimpin Asia!

Tembok Penghalang Roboh

Robohkan setiap penghalang!
Dan jika kenangan tentangmu ikut tergantung di tembok itu
Aku akan datang dengan Palu gada dan siap menggempurnya hingga rata tanah

Robohkan setiap penghalang!
Dan jika masa lalu yang dingin dan sepi ikut menahan tembok itu
Maka aku akan datang dengan buldoser dan melindas gilas rata tanah semua yang bersembunyi di balik tembok itu

Robohkan setiap penghalang!
Dan jika masa kini memintaku untuk berhenti
Maka aku akan datang bersama tukang-tukang bangunan untuk membersihkan sisa puing-puing itu untuk dijadikan batas-batas  area pembangunanku

Dan kini aku mulai membangun
Jika kau lewati batas yang sudah kudirikan
Kau harus berhadapan dengan satuan keamanan bernama waspada dan curiga
Karena aku sama sekali tak mengenalmu
Kau bukan bagian dari bangunan baru ini

Dan jika kau memaksa masuk, aku hanya menyiapkan teh dan ubi yang bisa mengenyangkan perutmu dan menghangatkan dadamu, tetapi setelah itu kau harus pergi

Sejak dulu aku tak pernah mengenalmu
Sejak dulu aku tak pernah tertarik kepadamu

Baiklah Kuterima semua itu
Teh dan ubi itu mungkin saja tanda kalau aku masih tetap menghargaimu yang dulu mungkin  pernah lewat di depan bahtera cahayaku,

Tapi sekarang tak ada lagi tombok yang boleh berdiri di hadapanku
Dan jika kau menjadi tembok baru
Aku tak segan-segan merobohkanmu seperti aku merobohkan dan menggilas tembok-tombok yang lainnya

Majulah

Aku selalu menikmati saat-saat bersama ibuku
Hanya duduk di ruang tamu
Minum secangkir teh manis hangat
Kadang sambil ngemil ubi ungu yang Kutanam di depan rumah

Aku selalu menikmati waktu itu
Pagi hari sebelum kutarik gas menuju tempat yang disebut medan juang
Atau sore hari sambil menunggu senja hilang di ufuk barat

Kadang kami bicara soal masa kecilnya
Kadang kupotongi kuku kaki dan kuku jemarinya
Kadang sambil kepalaku dipijat
Itulah saat-saat paling mahal dalam hidupku

Sekarang dia memintaku untuk maju
Menapaki jalan mantabku yang selama ini kutunda
Entah karena aku mulai memikirkan wanita teman hidup sampai mati atau karena aku menghabiskan petualangan ke gunung-gunung dan kota-kota yang tak pernah ku datangi

Yang pasti 
Ini saatnya aku berpikir maju
Lurus dan tidak berhenti
Mendapatkan yang selama ini ditunda
Membiarkan wanita itu mencari jalan hidupnya sendiri
Dan membiarkan perjalanan datang dengan maksudnya tanpa harus kucari

Memandang ke depan
Karena masa depan ada di depan
Masa yang saat ini sedang dijalani
Masa yang saat ini sedang dihidupi

Minggu, 17 Juni 2018

Gazebo! dan Tukang Es Tong-Tong

Di sebuah taman ada sebuah gazebo
Atap gazebo itu bentuknya seperti awan
Anak-anak ayam dan induknya suka berteduh di sana saat hujan tiba
Begitu juga tukang es tong-tong yang mendadak bersedih karena hujan semakin deras

Di bawah gazebo itu tukang es tong-tong yang dimusuhi ibu-ibu sekampung itu menyadari bahwa selama ini anak-anak selalu tertarik membeli es putar yang terbuat dari santan kelapa.
Dan memang dia tak pernah mengumumkan kalau itu bukan susu apalagi madu seperti es-es ternama di televisi.

Ibu-ibu itu rupanya kesal karena anak-anaknya membeli es tong-tong yang bukan susu dan dianggap tidak bergizi dan membawa penyakit

Anak-anak ayam dan ibunya menertawakan kesedihan tukang es tong-tong karena mereka lebih biasa makan apa saja tanpa membeli bahkan juga es tong-tong yang dibuang seorang ibu karena membayangkan anaknya bisa sakit kalau memakannya, dan kemudian anaknya menangis hebat sambil mengutuki ibunya yang terlalu protektif itu

Tukang es tong-tong merasa sedih melihat anak itu menangis tetapi ia lebih bersedih lagi karena kemudian kutukan anak itu membenturi langit yang menjatuhkan hujan dan membuat tukang es tong-tong itu berteduh di taman ditemani induk ayam dan anak-anaknya

Bagaimanapun saya akan tetap bangun pagi dan membuat es putar lagi, saya tak akan kalah dengan hujan yang menghilangkan panas dan ibu-ibu yang tak pernah mengamati perilaku anak dan kesehatannya secara utuh! Kalau habis makan es, ya harus minum air supaya suhu tubuh kembali normal. Masak saya harus mengajarkan hal sesederhana ini kepada mereka?

Kalau es ini tidak sehat, mengapa orang-orang memesannya sebagai hidangan pesta nikah?

Sudahlah, pedagang kecil memang selalu dipandang sebelah mata. Yang jelas es putar ku ini baik sebaik gulali kapas yang dijual mahal hanya karena kemasan dan bentuknya, bahkan mungkin lebih baik. 


Sabtu, 16 Juni 2018

Trimakasih Bapa

Trimakasih Bapa karena aku diperkenankan mengenal orang-orang yang mengenal Mu, 
Tak seperti aku yang tak pernah bisa mengenal Mu yang tak terbatas
Aku hanya bisa merasakan kehadiran Mu dan selalu bersyukur

Dan terakhir aku berterimakasih karena aku Kau jauhkan dari yang jahat
Karena aku memang lemah dan bukan orang yang kuat jika harus berhadapan dengan mereka
Aku selalu dalam lindungan Mu
Kasih Mu
Cinta Mu
Maka aku utuh penuh dan tak pernah merasa berkekurangan

Menemukan

Perjalanan telah menyadarkanku akan banyak hal yang lebih penting dari diriku sendiri dan aku tak pernah ragu akan setiap kesempatan yang ada di depanku

Kehidupan yang nyata adalah aku dan begitulah setiap orang yang menerima kebaikanku dengan ikhlas merasakan bahwa aku ada untuk mereka dalam situasi apapun itu, aku berdiri tegak dan memberikan kehadiranku

Begitulah setiap penolakan meniadakanku satu per satu mulai dari kakiku hingga kepalaku dan malam tahu persis bagaimana aku menghilang 

Bukankah pagi akan datang lagi dan memulihkanku? Tanyaku sendiri setiap kali aku merasa tidak ada lagi di dunia

Aku sesuatu yang nyata hanya dalam persetujuan dan penerimaan
Bahkan kau akan menemukanku dalam segala hal yang kau pikirkan dan kau hidupi
Aku menerimaMu dan aku mengalaminya Tuhan
Hanya setiap kali aku melupakan kasihMu yang besar, maka saat itu pula aku tak dapat melihatMu
Tapi Kau begitu baik dan selalu membiarkanku bebas tanpa ikatan apapun walaupun aku selalu mencoba menautkan hatiku padaMu
Selamat malam yang terkasih, seperti itu pula aku memandang Mu
Jika kau ingin pergi dengan alasan apapun pergilah dan aku tak pernah berharap apapun karena pada saat itu aku tak akan dapat menemukanMu 
Tapi jika Kau memang mau menemuiku pasti kita akan bertemu dan aku dapat memandang wajah Mu dengan jelas

Ada orang yang bilang kau hanya ilusi dan hasil imaji manusia
Tapi bagiku Kau ada dan terus berkarya walaupun kadang minta dicari dan aku bersumpah tak akan berusaha mencarimu jika memang Kau tak ingin menampakkan Wajah Mu sendiri kepadaku

Dalam keberadaanku, Aku Nyata
Dan Aku telah membuktikan itu
Tapi jika ada manusia yang menolak Keberadaan Ku maka aku akan menghilang mulai dari Kaki hingga ke ujung rambut

Kamu pikir aku tuhan
Aku pikir KAMU TUHAN

Jumat, 15 Juni 2018

Sukacita

Sukacita adalah saat keluarga berkumpul penuh kehangatan, makan bersama, bercerita tentang masa lalu, dan bermimpi bersama untuk masa depan

Sukacita adalah saat sesuatu yang dinanti dan diperjuangkan sejak lama menjadi kenyataaan dan sesuatu yang susah dilepaskan akhirnya terlepas dengan ikhlas dan legawa

Sukacita adalah berada di atas sepeda motor dan melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang memiliki cerita dan legenda 

Sukacita adalah membangun tenda dan memasak air untuk menyeduh kopi setelah melakukan perjalanan panjang naik dan turun di sepanjang jalur pendakian

Sukacita adalah menemukan buku yang sudah lama ingin dibaca lalu suasana tiba-tiba menjadi hening dan hanya ada aku, buku, dan cerita yang kadang tak jelas bedanya karena semua menyatu dalam imajinasi

Sukacita adalah mencecap ayam semur dan sayur asam dengan sambal bawang dan nasi panas, sambil menggigit kecil-kecil ikan asin dan rebus-rebusan labu siam

Sukacita adalah mandi di kali yang bersih dekat mata air beberapa saat setelah makan kenyang di pinggirnya

Sukacita adalah mengenal seseorang yang dapat dipercaya dan memiliki cara pandang yang luas dan mau berbagi cerita, canda, dan tawa

Sukacita adalah bernyanyi bersama pada lagu lama, lagu baru, atau lagu yang dibuat sendiri tanpa pernah menduga apa lirik lagu itu sebelumnya

Sukacita adalah menghabiskan waktu semalam suntuk walaupun hanya dalam diam dan menyeruput kopi di depan api unggun 

Sukacita adalah saat mendengar bunyi teh hangat yang ditarik dari bibir gelas masuk dan menyentuh lidahku dan kutahu ada rasa manis yang pecah di sana

Sukacita adalah menerima hidup kini dan berjuang untuk hidup berikutnya 

Rabu, 13 Juni 2018

Melanjutkan Perjalanan

Aku kira aku sudah berhenti mencari orang yang pernah kukira mencariku
Ternyata ada lebih banyak sampah dan kebohongan yang diberitakan manusia di puisi-puisi yang dibuatnya

Aku kira tak ada gunanya lagi mencoba membuat tali silaturahmi pada orang yang merasa terganggu 

Sungguh lebih bermanfaat melanjutkan perjalanan dengan berbuat kebaikan pada setiap helai Nafas dan gerakan tubuh

Memang benar bahwa orang di zaman ini terdidik untuk menghakimi orang lain dengan asumsi dan pikiran serta pengalamannya sendiri

Tetapi aku telah melihat orang-orang yang mampu melampaui itu semua dan menjadi bijaksana karena memiliki mata dan alam batin yang lebih luas dari angkasa dan samudra

Aku kira aku semakin meyakini kebenaran bahwa pada akhirnya setiap orang akan berakhir sebagai cerita dan aku telah berusaha terlalu keras untuk mengabadikan kebaikan seseorang yang sama sekali tak pernah mengharapkannya

Sekarang sudah saatnya melanjutkan perjalanan 
Memandang ke depan
Melepaskan segala ingatan akan kebaikan dan kasih di masa lalu
Semuanya sempurna dengan adanya
Dan masa kini biarkan tetap menjadi pilihan bebas masing-masing seturut mimpi masa depan dalam Iman, Harapan, dan Kasih kepada Nya.

Semoga kelak tak ada lagi kisahmu tersisa di dalam Kibar Bendera Doaku 
Di dalam Layar Bahtera Cahayaku

Aku kira aku sudah mampu melupakan orang yang kukira mencariku
Puisi ini menegaskan itu
Bahtera Cahayaku melaju menembus ruang dan waktu

Senin, 04 Juni 2018

aku lupa

Aku telah berjalan
Melewati kuburan
Berhenti ku sejenak
Ada ingatan bengkak

Entah apa yang kurasa
Dia dulu di sana
Menjemputku 
Saat senja tiba

Tapi saat itu telah lalu
Kini aku Trus melaju

Celakanya aku lupa pada nama dan wajahnya
Aku lupa pernah kenal dirinya
Celakanya aku lupa nama tempat itu apa
Aku tak dapat lagi kembali ke sana

Aku tlah jauh melaju
Gas pol ku tak kenal ragu
Membelah jalan kota

Aku tlah lewati masa
Yang dulu amat menyiksa
Kini hanya cerita

Tapi saat itu tlah lalu
Dan aku terus melaju

Celakanya aku lupa 
Pada raut wajahnya
Tak mungkin kutemukan

Celakanya aku lupa pada Cahya langit senja
Sungguh tak lagi guna
Celakanya aku lupa pada sribu malam menunggu dia
Sekarang kusadari dia takkan kutemukan
Slamanya

Dirinya siapa
Aku juga tak tahu
Aku lupa

Dirinya siapa
Aku juga tak tahu
Baiklah 
 Mungkin pura-pura lupaaa
Ha😄 ha😄 ha ha ha 😄😁