Kepada dirinya yang bermimpi menjadi rumah bagi gunung-gunung.
Gunung-gunung itu sakral,
memang pintunya selalu terbuka tapi kau harus punya cukup bekal dan nyali untuk mendakinya
Rumah bisa disewakan, dijual, digusur, atau ditinggalkan begitu saja
Tetapi gunung tak pernah pergi kemana-mana bahkan sebagian dari mereka menjadi purba.
Di gunung, ruang terbuka kosong yang lebih sunyi dari heningnya dini hari kuburan, sudah dimulai sejak matahari tenggelam bahkan kadang lebih cepat kalau mendung dan hujan tiba-tiba pecah.
Di gunung, angin tak pernah hanya bersiut masuk melalui celah-celah pintu tenda, tetapi kadang mengoyak pasak dan flysheet yang menaungi tenda.
Tak perlu memikirkan apalagi berharap gunung akan pulang dan berumah di dirimu apalagi ingin meminum teh hangat yang kau racik dengan campuran racun ularmu, jangan berharap gunung-gunung sudi menaruh sampah para pendaki, lumpur sisa makanan, dan peralatan yang terlantar dan kesepian, di pelataran rumahmu.
Jangan berharap bahwa gunung ingin membersihkan dirinya yang tak pernah kau kenal di tamanmu,
Kau tak akan pernah bisa menerima muntahkan lahar panasnya masuk ke teras rumahmu dan kemudian lahar dingin menyusulnya dengan trengginas melibas masuk saat hujan kembali tiba.
Berkata-katalah sebebasmu, omongan tak dapat berbuat banyak selain merumuskan impian yang tak akan pernah berani kau minta jadi kenyataan.
Jangan berharap gunung-gunung tinggal di rumahmu, teh hangat tak akan membuat rumahmu cukup hebat untuk itu.
Jangan pernah bermimpi untuk memahami gunung-gunung apalagi minta dipahami oleh gunung, yang bisa kau baca hanya gerak cuaca, arah angin, arah matahari, jalur yang dapat dilewati dan tak dapat dilewati, serta tentu saja sumber air dan tempat terbaik untuk membangun tenda.
Rumah tak berkunci itu berbahaya karena maling-maling tak perlu repot membobol pintunya, melainkan langsung menyerbu masuk dan mengambil semuanya dari dalam rumahmu. Gunung-gunung saja memiliki kuncen yang menjaga dan memelihara kelestarian dan kesakralan tempat itu, masak pintu rumahmu tak berkunci?
Gunung tak pernah pergi ke mana-mana. Jika kau tak pernah naik gunung, bagaimana mungkin kau mengenalnya?
bagaimana bisa dinalar keinginanmu agar rumahmu dapat menaungi gunung-gunung?