Rabu, 23 Desember 2020

Keabadian

Baiklah sayangku

udara mengembang semburat cahaya terang

aku tidak tenggelam di samudra

melainkan sejuk angin setelah hujan

penuhi ruangan penuhi 

bayanganmu yang telah kukemas rapi dalam doa

kau diliputi cahaya keemasan

dan aku bersyukur kepada Tuhan

kuhirup udara dan penuhi seluruh selku dengan berkat

perjalanan panjang jadi pusaka arah tujuan

dunia baru yang semakin nyata di hadapan mata

Dia yang paling dikasihi

kau dan juga aku 

kita saling memandang dengan senyuman

ruang dan waktu mengkerut 

daun-daun berguguran menjadi begitu lambat

baiklah sayangku

memang harus seperti inilah kita

memasuki gua kosong dengan jerami dan domba-domba 

gembala membakar kayu api

cahaya sama cahaya

bertemu dalam ruang-ruang keabadian

yang hanya Tuhan, kau dan aku yang tahu 

Kupastikan jalan ini, kupastikan bahagiamu

pohon-pohon di hutan menjadi cahaya

samudra indah menyala

langit bersih seperti hatimu

wajahmu dilukis malaikat di galeri panjang kasih kerahiman Tuhan

Minggu, 13 Desember 2020

Patah?

Jika tanganmu sudah tak pernah lagi bertindak sebagai pematah ranting
Atau jari-jarimu tak pernah kaugenggamkan pada raket nyamuk yang mengayun dan menyala pletak pletak trak tak tak
Maka kau akan tahu artinya bertahan hidup dalam kasih
Di dalam diri orang yang kau bilang patah hati itu ada kasih yang besar yang tak ingin patah, dia kuat dan megah, dan terus berusaha mencari ruang yang mau menerimanya
Dia bertahan hidup dan mengalir seperti air di sungai dan tak pernah padam seperti api di kawah Ijen karena menyendiri adalah sehari-hari dan refleksi adalah nafas untuk hidup, seperti juga makan 2 atau 3 kali sehari, cara menghidupi hidup dan memberi arti sebelum akhirnya mati

Kalau tidak ada juga yang mau?
Jalan terus saja, hidup bukan tentang khawatir, 
Semua sudah ada rejekinya masing-masing
Rejeki itu diminta dalam doa dan dicari dengan semangat

Mungkin ada yang belum bisa menerima orang lain apa adanya sehingga ukuran-ukuran dirinya yang berbeda itu ingin disematkan pada siapa saja, seperti tukang permak memasang logo Greenday di celana jins yang sobek-sobek
Keren sih
Tapi ya
Gitudeh

Matahari Baru

Kau dan Aku sama-sama meninggalkan monster-monster kita 
di kota itu malam itu
Pesta Nama Santo Laurensius seperti menjamin perjalanan panjang 
menuju dan pulang puncak Gunung Gede 
Gas Gas Gas melaju yakin di atas dua roda
Ini cara yang luar biasa berbeda 

Kau tahu kita sedang ingin menanjak menuju ketinggian
saat yang begitu dekat dengan Tuhan
Kau tahu, begitu damai hati kita
Begitu lebar senyuman 
Dan Jarak pandang kita menjadi begitu dekat

Kau tak dapat menyembunyikan perasaanmu, 
mataku tertuju kepadamu

Hujan deras membuat kita berteduh di warung kopi yang sudah tutup pagi itu
Kau dan aku sama termangu, 
kita lelah dan sendu lalu tertidur di bawah atapnya

Aku terjaga
Sekadar memastikan kau tertidur nyenyak di selimuti sejuk angin pagi

Satu jam saja
Seperti beberapa jam lalu 
Aku memastikan keadaanmu,
menjagamu naik dan turun di hutan gunung Putri itu

Akhirnya kita kembali ke kota
Kembali menjadi asing satu sama lain
Bermain lagi dengan monster-monster yang kemarin kita lupakan 

Tapi bagiku ada satu yang berbeda
Bahwa senyummu di puncak Gunung kemarin 
adalah matahari baru yang terbit bersama Sang Surya 
pagi itu, ku tahu, kau pasti tahu, 
bahwa sejelek apapun dunia memandang dan memperlakukan kita di kota, 
keindahan sejati tak akan pernah sia-sia 
tiada berkurang artinya di alam raya
saat kita memandanginya dari ketinggian, 
dari tempat yang membuat kita merasa 
begitu dekat dengan Tuhan

Biarkan Greenday membualmu dengan lagu tentang mimpi yang hancur lebur, 
aku akan tetap bernyanyi lagu Matahari Baru 
seperti kau dan aku tak pernah berlalu, 
seperti kita selalu ada di ketinggian 
dan berbagi pandang dengan senyuman

God bless you
My dear
Semangat Berjuang
Dan Jangan Biarkan Dunia menenggelamkanmu
Karena Matahari Baru adalah milik kita 
di dunia terang kita bergerak maju 
menembusi batas-batas cahaya

Matahari pagi di Puncak Gunung Gede


Selasa, 17 November 2020

Manusia

Aku hanya ingin menjadi manusia sebagaimana aku diciptakan karena waktu terlalu sedikit untuk dihabiskan dengan menjadi sesuatu yang bukan diriku dan bukan kehendak Tuhan

Hidup tidak tambah hebat karena apresiasi
Tetapi hidup bermakna karena mampu menemukan dan membuat solusi
Hidup bermakna karena tahu apa yang Tuhan kehendaki untuk dilakukan dan diselesaikan, apa yang harus dihindari dan dijauhi, bahkan ditinggalkan
Masalah adalah rejeki dan pasti kutemukan solusi dari setiap masalah manusia di bumi ini

Waktu

Waktu terlalu singkat untuk dihabiskan dengan peduli pada orang yang tidak butuh diperdulikan
Waktu terlalu singkat untuk berbuat baik kepada seseorang yang tidak butuh diperlakukan baik
Terkadang manusia menganggap manusia lain sebagai pengganggu, sama seperti kebanyakan manusia yang datang untuk mengganggu kehidupannya
Aku berdoa agar suatu saat tidak ada lagi yang mengganggu kehidupannya sehingga ia mulai merindukan gangguan yang diam-diam diharapkan dan dinantikan olehnya

Senin, 16 November 2020

Disebabkan oleh Greenday #1

Semua ini tidak dapat diprediksi
Tapi kupastikan pada akhirnya semua akan baik-baik saja
Semoga kau nikmati waktu hidupmu
Walau kini kita tidak bertemu,
benderaku berkibaran di hatimu

Penerimaan

Tidak ada satu pohon pun yang bertanya dan berprasangka pada Matahari
"Mengapa kau menyinariku?"
Matahari pun tak pernah bertanya pada dirinya sendiri, "Mengapa aku harus bersinar?"

Manusia sederhana tahu benar sifatnya
Memiliki kemampuan menduga, berprasangka, mengingat masa lalu, menilai masa lalu, mencari sumber dan pandangan dari manusia lain, mempertemukan pandangan-pandangan, dan membuat kesimpulan
Oh hoooy
Aku bergelayut pada kabel-kabel cahaya
Dengan payung-payung bergambar bola waktu
Oh hoooy
Aku melesat cepat tak dapat lagi kulihat
Perubahan-perubahan yang berakselerasi
Semakin ke masa depan
Semakin utuh kemanusiaan
Oh hoooy
Yang hilang
Yang rusak
Yang hancur
Yang lebur
Yang patah
Telah dipulihkan
Jaya
Jaya
Wijayanti!

Kamis, 22 Oktober 2020

Bahagia

Definisi bahagia adalah
Membagikan pengalaman
Pemahaman jadi berharga

Minggu, 11 Oktober 2020

Kekerasan

Muslihat adalah kekerasan pertama yang dilakukan iblis kepada adam dan hawa

Iri hati adalah kekerasan yang tertanamkan di hati Kain yang membunuh habel saudaranya sendiri

Kehormatan adalah kekerasan yang membuat saudara-saudara Yusuf menjualnya kepada pedagang budak yang berdagang ke tanah Mesir

Kekuasaan adalah kekerasan yang dilakukan Musa hingga membunuh mandor yang mencambuki budak Yahudi

Nafsu adalah kekerasan yang membuat Daud tega menugaskan Uriel di barisan terdepan dalam peperangan demi membunuhnya lalu mengambil istrinya

Acuh adalah kekerasan orang kaya yang membiarkan orang miskin mati di selokan depan rumahnya

Serakah adalah monopoli perdagangan hewan kurban di bait Allah dengan menunggangi hukum-hukum Taurat yang tafsirnya membelenggu umat

Hoax adalah kekerasan yang membuat Yesus ditangkap, disiksa, dan disalibkan sampai mati

Perang adalah kekerasan untuk menguasai sumberdaya alam dan sumber daya manusia

Kelalaian menangani wabah dan bencana adalah kekerasan yang membuat jumlah korban manusia mati berjatuhan tak terkendali

Ongkos politik yang mahal adalah kekerasan yang mengurangi keutuhan pribadi manusia sebagai pribadi yang otonom dan merdeka

Penjarahan perpustakaan, benda budaya, dan perusakan situs, serta penggiringan oponi adalah kekerasan kognitif untuk memprimitifkan peradaban suatu bangsa

Kekerasan adalah segala cara untuk menguasai, mengekspoitasi, merampas, dan memiliki yang bukan miliknya demi tercapainya tujuan dan agenda dirinya sendiri

Jauh-jauh, kekerasan menjauh, jangan dekati jangan beri hati, lawan dia walaupun hanya dari dalam akal budi



Jumat, 09 Oktober 2020

Suwuk


Dalam Kuasa Kasih dan Kerahiman Tuhan
Yang Nyata Dalam Tubuh dan Darah
Jiwa dan Keilahian Yesus Kristus

Aku membersihkan diriku dari segala pengaruh dunia yang membelenggu jiwaku

Karena aku dikasihi oleh-Nya, maka aku menjadi pribadi otonom, pribadi yang tidak terhubung dan tidak terpengaruh oleh gagasan yang tumbuh dan menjadi besar di atas kesombongan dan kehormatan yang penuh tipu daya

Aku hendak tinggal di kemah Tuhan, dan mengandalkan kasih setia Tuhan sepanjang hidupku agar aku dimampukan untuk terus menerus menemukan diriku dan sejarahku, kemanusiaanku yang telah hilang, rusak, dan dinodai oleh dosa kekerasan, korupsi, perang, penjajahan, bencana dan wabah penyakit yang diciptakan dan dikondisikan

Bunda Maria doakanlah aku yang berlindung dalam kasihmu dan izinkanlah aku untuk berdoa bersamamu sampai pada kedatangan Putramu terkasih Tuhan dan Juruselamatku

10 10 2020

Kamis, 27 Agustus 2020

Diri

Menelisik dan mengingat masa lalu
Memperlambat waktu dan mereka-reka masa depan
Menghirup nafas panjang lalu mencintai dan Hidup untuk masa kini

Diri terburu-buru mengaku dan menjadi
Hidup dari nafas penuh keyakinan 
Sebelum akhirnya mengeksploitasi
Lalu menjadikannya angka-angka yang ditambah kali dan bagi dalam darah, tulang, dan daging
Namun aku belum sampai di situ
Jangan menilai seperti babi hutan berlari dikejar macan kumbang

Lihatlah Sang Maha Punya 
Sujud sembah saat sungai kesadaran mengalir
Tak ada aku, arti kata tak pernah berdaya 
tanpa kasih setia yang dari pada-Nya

Rabu, 19 Agustus 2020

Amanah

Kuterima Amanah
Kujalankan sesuai petunjuk perintah
Syukur Tuntas pada Titah

Jumat, 14 Agustus 2020

Akselerasi Sel

Gelombang anomali magnetik
Membersihkan
Menetralkan 
Menguatkan
Mengunci 



Senin, 10 Agustus 2020

Bahagia

Melihat senyummu
Walau kutahu itu bukanlah untukku
Sayangmu, untuk yang kau mau

Minggu, 19 Juli 2020

Mencintai

Aku mencintaimu dengan Seluruh Sifat Benda Mati
Lebih diam daripada zat padat
Lebih cair daripada zat cair
Lebih terang daripada cahaya
Lebih menusuk daripada Wangi Bunga
Lebih meledak daripada reaksi kimia
Dan Lebih membara daripada Api

Aku mencintaimu dengan Seluruh Daya Benda Hidup
Dengan daya pengurai dan membelah diri seperti amoeba
Dengan daya bertumbuh seperti tanaman
Dengan daya sporadis seperti jejamuran
Dengan daya berkoloni seperti serangga
Dengan berdarah dingin seperti Reptilia
Dengan daya penyayang seperti Mamalia
Dan dengan daya pembelajar lebih dari diriku sendiri di masa yang lalu

Aku mencintaimu menggunakan segenap rasa, karsa, dan ciptaku
Karena aku manusia

Maafkan aku karena arti sederhanaku adalah semesta kita, harmoni yang tidak sesederhana realitas sederhana penyair yang kau suka, manisku

Aku mencintaimu dengan segenap diriku yang bergelora
Semua ini kuucapkan bahkan sebelum kau jadi pacarku
Seperti tindakan bunuh diri 
Dan aku telah mati lama-lama
Lama sekali manisku
Karena ternyata engkau sama sekali tidak inginkan itu dan memilih yang lain
Lalu aku betah mati lama-lama untukmu
Harus berapa zaman lagi aku mati untukmu manisku?

Tetapi Betapa bahagianya hari ini
Betapa penuh arti hidupku
Karena ternyata kamu menerimaku
Walaupun menolak tindakan-tindakanku yang penuh tanda silang bagimu

Baiklah manisku, 
Nyata benar bagiku hari ini
Tuhan bersamaku
Dan menemaniku di sepanjang kematianku yang lama ini
Dia mengasihiku lebih dari semua rumusan cintaku, bahkan dengan rumusan yang tak pernah kubayangkan
Dia bukan hanya telah merancang kehidupanku, tetapi juga telah mati lebih dahulu dan menebus seluruh kebodohan yang kualami karena mencintai diri sendiri dan dirimu, di waktu dan dunia yang telah lalu

Jakarta, 19 Juli 2020



Senin, 27 April 2020

Mega Raya Pangan Semesta

Bumi akan kembali
Menjadi tempat yang layak dihidupi 
Manusia menyadari siapa dirinya
Semesta bekerja dan manusia membantu prosesnya

Semua dipulihkan 
Akar peradaban 
Keselamatan dan Keseimbangan 
Ugahari ... Ugahari ....
Leh Ugaaa

Bumi ini milik bersama 
Satu-satunya 
Yang Indah dan menghidupi
Yang sayang dan memiliki 
Manusia 
Tuhan menjadikannya sebagai mitra 
Ya penguasa Ya Pengelola 
Ya Pemelihara Ya Penjaga

Makanan ada
Kesehatan ada
Di Mega Raya
Pangan semesta

Minggu, 19 April 2020

Dalam Nama Yesus

Ditulis di hari Pesta Kerahiman Ilahi 2020 

Ya Tuhan
Kau Mengerti aku
Luar Dalam
Jauh Sebelum Dunia Dijadikan 
Siapa Leluhurku
Siapa Orangtuaku
Siapa Orang-Orang Di Lingkunganku
Siapa Guru-Guruku
Siapa Aku
Kau tahu ya Tuhan 
Aku Bersimpuh memohon ampun dan belaskasihan Mu
Karena aku percaya Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Karena aku percaya Engkau telah menebus aku dengan Sengasara Yang Maha Dahsyat Dalam Wafat Yesus Kristus
Karena aku percaya Engkau telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan semua yang diajarkan oleh-Nya adalah jalan keselamatan, kebenaran dan hidup

Ya Tuhan, Dalam nama Yesus Putra Mu Terkasih yang Hidup, aku memohon belas kasih bagi semua orang yang pernah melukaiku baik secara sengaja ataupun tidak sengaja merobek-robek perasaanku
Ya Tuhan, Dalam nama Yesus Putra Mu terkasih yang Hidup, aku memohon belas kasih bagi semua orang yang peduli dan mencintaiku, orangtua, saudara, teman-teman dan kenalan-kenalan ku
Ya Tuhan, Dalam nama Yesus Putra Mu terkasih yang Hidup, aku memohon belas kasih bagi Leluhurku dan semua keterunannya termasuk di dalamnya anak-anak yang akan lahir dari keturunan ku kelak, 
Demi mereka aku ingin hidup lebih baik, tetapi jika tiba waktuku untuk menyerahkan jiwa dan ragaku, janganlah biarkan aku terpisah dari Mu karena aku mencintai Mu lebih dari apapun di dunia ini

Kini kupersembahkan semuanya Tuhan, semua yang kumiliki, semua yang kurasakan, semua yang kupikirkan, semua yang kuputuskan, semua yang kukatakan, semua karyaku, ke dalam tangan Mu, juga semua dosa, kesalahan, dan kelemahanku,

Karena Engkau yang paling mengetahui dan mengerti aku, 

Ke dalam Tangan Mu Tuhan, ku persembahkan semuanya, hanya belas kasih Mu yang kuminta dan tinggallah bersama Ku 

selamanya . . . 

Jumat, 06 Maret 2020

Bersyukur Saja🏕🌌

Pada perjalanan, puisi, dan cerita yang sama ingin kita sembunyikan
Kau dan aku saling baca dan saling memahami makna dan pagar-pagar yang mengelilinginya

Kebebasan,
Itu yang selalu aku dan kamu miliki seutuhnya dalam puisi tanpa harus kehilangan apapun

Ada orang yang merasa hidup di dalam utopia setelah kehilangan segala yang berharga darinya
Tapi bagi kita, puisi adalah utopia itu sendiri
Realita yang terus kita hidupi

Semua itu terbaca, ketika udara membawa aroma taman dan embun pagi kapanpun kita membutuhkannya

Kita saling hadir dalam ruang abadi dan saling peduli dalam ketidakhadiran yang sunyi

Jiwa kita saling bertatapan dan mengerti ada hal yang selalu menghubungkan jiwa-jiwa yang tulus 
Atau sebaliknya, kita selalu mencari hubungan-hubungan yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya

Aku tak akan pernah menghilang karena  aku ada di dalam dirimu jauh sebelum kita menyadari ada ruang bernama kenangan yang hidup dan terus tumbuh

Dan bila suatu saat kita sadari kembali bahwa hidup yang kita lewati adalah bangunan peristiwa masa lalu, aku selalu siap menjawab persetujuan semesta dan menjadikannya senandung bergitar

Jadi sudahi saja kesedihan dan kecewa
Kita sedang berjalan ke depan sebagai jiwa yang merdeka
Pada langit malam kita berkaca
Pada sungai dan senja kita bercerita

Alam raya adalah kita
Pohon, gunung, senja, tanah air, kebun kopi, nasi uduk, bumbu pecel, donat, es krim, susu coklat, dan semua yang selama ini menjadi puisi
Selamanya dan Abadi

Selasa, 03 Maret 2020

Arus Kuat Sangarus

Arus waktu adalah sungai Sangarus yang tak pernah berhenti mengalir
tak pernah meninggalkan apapun yang diikat kuat akar-akar pohon kenangan
pada cinta sejati dan kebenaran yang menjadi batu, pegunungan, dan bendungan
jadi curam dan air terjun yang menjadi kebenaran, listrik, dan kehidupan

ombak-ombak yang memecah batu karang
tak pernah menghancurkan sunyi teluk-teluk kekuatan
yang sekalipun tenggelam dalam lautan
menjadi rumah bagi ikan dan terumbu karang

Sungai yang jadi lautan itu tak akan membawa apapun yang terikat akar-akar pohon kenangan
pada aku yang menjadi pohon-pohon yang ditanam di kiri dan kanan sungai
pada gunung batu dan air terjun yang menggerakkan turbin-turbin penerangan
jadi energi di bendungan yang merendam hutan kawasan dan membuat puncak-puncaknya bercahaya

Karena Aku tak akan menunggu bayanganmu pergi
aku tak akan menunggu-nunggu lagi
Telah kunyatakan kepada semesta dan seisi bumi
Bahwa sang semesta adalah sejati yang tak akan berhenti memberi

Karena Aku tak akan menunggu-nunggu lagi
aku tak akan menunggu bayanganmu pergi
Telah kusiapkan bagiku sendiri sebuah perahu
dan berbagai rencana untuk pelayaran ke negeri yang dibungkus akar-akar

keluarga dan saudara ada di sana
bahagia dan tawa menunggu pula
pada setiap pohon yang bercerita tentang masa lalu
pada setiap gunung yang menjulang bintang-bintang

Hati ibu adalah tanah suci yang sabar menunggu
dan aku akan bergegas percepat laju pada sujud dan bakti itu
pada pohon-pohon petai yang ditanam tangan lembutnya
pada pohon-pohon lada yang merambat sampai ke pucuk-pucuk bukitnya

Hati bapak adalah benteng kota kedamaian di keliling tanah suci
dan aku telah bersiap untuk menjadi bagian dari tiang-tiang penyangganya
kerasku menjadi bagian pada jalan-jalan menuju rumah kebenaran dan kasih yang sejati
tenagaku menghidupkan lampu-lampu pada palang-palang petunjuk di sepanjang jalan itu

Karena aku tak akan menunggu-nunggu lagi
dan bila bayanganmu pun tak mau pergi bersamaku
telah kusiapkan hati yang tak pernah berhenti berdoa
yang memelukmu dengan erat setiap kali malam tiba

sampai suatu saat kita sama menua
kita akan sama tahu siapa kita sesungguhnya
kita sama tertawa memandangi peristiwa dan penanda
pada mimpi-mimpi yang menuntun dan menjadikan kita

"Sunrise Gunung Tanggamus"

Deket "Sun"
Deket "Rise"
Deketan "Sunrise"

"Sunrise" di Batu Tegi
Gunung Tanggamus

Jiwaku rindukan hadirnya
Terasa begitu hangat

Sluruh jiwa dan raga
takjub dalam sunyi

Memanjatkan harapan dan kasih
yang begitu besar

Kamis, 30 Januari 2020

Pintar, Sabar, dan Beriman

Ada 3 sifat yang tidak dapat dicampur aduk
Pintar itu perkara menggunakan otak manusiamu
Sabar itu perkara mengendalikan otak mamaliamu
Dan beriman itu mengaktifkan semua potensi otakmu mulai dari otak reptil, otak mamalia, otak manusia, dan juga otak tengah untuk sebuah kesadaran bahwa manusia punya kelemahan dan atas seizin manusia saja Tuhan memberikan pertolongan
Konflik adalah saat otak mamalia tidak sambung dengan otak manusia 
Begitu juga otak reptil yang kecil selalu ingin menang sendiri saat manusia merasa sepi dan kekurangan 
Jangan pernah rendahkan dirimu menjadi mamalia ataupun reptil
Karena kamu manusia yang bisa membaca dan menulis
Aku tahu kamu tahu 
Rasa sayang berasal dari otak mamalia yang ingin menjaga dan memelihara
Rasa cinta mungkin juga berasal dari sana tetapi banyak orang menganggapnya hanya berasal dari otak reptil yang ingin bertahan hidup dan berkembang biak
Kalau dipikir secara terang benderang
Semua harus dibicarakan dan diperjelas

Devosi Zaman ini

Devosi, doa di zaman ini
Tak terlepas dari layar kaca
Jari-jari mengetik
Mata hati terbuka
Cahaya dan data berkejaran
Ke pusat titik data

Devosi, doa di zaman ini
Tua muda semua diam terpekur
Terkesima memandangi
Layar kaca di genggaman
Menampilkan kejadian
Peristiwa di dunia 
Dan dalam hati mengeja
dalam hati mengeja

Devosi, doa di zaman ini
Sehat sakit tak peduli dalam aksi
Berjalan kian kemari
Mencari simbol-simbol
Yang meningkatkan kualitas dan monetize
Menjual barang-barang bersimbol
Materialisme solusi kesunyian kesepian
Dewa penghiburan

Kekasihku, kutulis lagu untukmu
Semoga kau bahagia sejahtera
Tiada tertipu pula permainan jagat maya
Menilaimu golongkanmu seenaknya
Bagiku kau terindah
Bagiku kau devosi
Walau entah apa arti dirimu sendiri
Bagi kamu sendiri

Ideal Sasmita

Ada berapa tanda yang kau kenali?
Ceritakan semuanya padaku
Ada berapa banyak suara kau dengar?
Katakan bedanya padaku

Sasmita
Kau mengenal dari sisi terdalamnya
Misteri
Segala terungkap 
Puisi dan diri
Puasa dan doa
Berkat untuk sesama
Bersihkan beranda 
bersiap ziarah pada putaran peristiwa berikutnya

Kata-kata cermin jiwa
Suara pada degup jantung yang berdetak
Sasmita, 
Sehebat-hebatnya menangkap realita
Anugerah Illahi bagi para pendoa
Kemampuan manusiawi buah dari peduli
"Gusti mboten Sare, kawula tansah diampingi."

Rabu, 29 Januari 2020

Api Shekinah

Api Shekinah
Nyala Shekinah
Terang Shekinah
Hidupkan ku 

Api Shekinah
Nyala Shekinah
Terang Shekinah
Penuhiku

40 tahun Musa hidup dalam kegelapan hati
Merasa kuat, dan juga hebat
40 tahun Musa bertobat hidup sederhana
Andalkan Tuhan, Syukuri Kehidupan

Tetapi pada suatu hari
Terang itu bersinar
Dari puncak bukit 

Tertarik
Dia naik
Dia panjat dinding tebing
Dan Ia dapatkan cahaya abadi
Kekuatan Ilahi Sejati

Api Shekinah
Nyala Shekinah
Terang Shekinah 
Bebaskan ku 

Api Shekinah 
Nyala Shekinah
Terang Shekinah 
Mengutus ku