Satu aspal satu jalan dari Jakarta sampai Banten Kota
Kau tau aku paling suka berkendara
Seperti terbang melayang dengan kecepatan yang biasa-biasa saja
Sehari hanya 1 sampai 3 jam saja menapak di atas bumi
Ini udara pagi dan lautan bergulung menunggu di ujung pulau Jawa sana
Teringat pada Salaka Nagara
Pulau perak yang termasyhur di zaman yang tinggal cerita
Aku menziarahi pantai-pantai yang dulu disapu tsunami dan berharap menemukan sepenggal kisah yang telah menjadikanku ada di tempat ini
Kapal-kapal Feri yang melintasi selat Sunda dan Max Havellar yang menuliskan kata "LaWan" di sanubari terdalam manusia menolak setiap penindasan dan pembodohan
Durian ya Durian
Rambutan ya Rambutan
Dua buah-buahan yang tak pernah berlomba untuk menjadi yang paling enak kecuali kau terinspirasi perang makanan ala Raditya Dika
Ini bulan Februari dan masih ada buah-buahan itu menggantung di Kebon Apak
Ingin kubawakan untukmu
Tapi... ah ya sudahlah....
Semoga puisi ini dapat melipur kesedihan yang selalu menggantung mendung setiap kali lupa mengucapkan syukur atas puluhan matahari yang telah lalu
Hari ini telah terbit matahari yang baru
Pada ibuku, kumohon doa restu
Mengemban amanah sebagai seorang Indonesia, orang Nusantara, orang Jawa,
Yang Berinjil dan Katolik
Selamanya
Manusia....
Manusia.... saja
Berkendara
Sampai Terlaksana
Semuanya
Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar