Semua itu berlalu di sepanjang laju kencang ingatan yang melesat melewati batas cahaya
Memang harus seperti ini, dan memang itu yang sesungguhnya kita inginkan
Kau memang tidak pernah hadir di dalam kehidupanku, hanya diingatan saja, ya itu saja
Lumpur dingin gunung Salak yang membuatku menyalak-nyalak bagai asu memanggil-manggil namamu
Limbung kucari pijakan kaki dan akar-akar pohon yang membuat terus mendaki
Suara burung yang menuntunku, kapan saat aku harus berhenti dan saat ku berjalan kembali
Sesuatu yang begitu kafir bagimu, telah menyelematkanku lebih dari keberadaanmu yang menghindari sambil meludahiku dengan diammu
Sudah kumaafkan dirimu yang suci dan beragama
tak seperti diriku yang masih percaya Tuhan yang satu
Tuhan yang sudah dikenal nenek moyangku
jauh sebelum semua diperkenalkan di tanahku
yang kini juga menjadi tanah airmu
Aku sudah memaafkanmu dan menerimamu,
karena begitulah dirimu, karena seperti itulah kau pandang aku
Besok jika waktu menyadarkanmu
Jangan lagi kau tanya, mengapa
Aku sudah berusaha, dan kini kulanjutkan hidupku
dalam diam dan syukur
Di dunia baru aku melaju
membangun duniaku
walau itu tanpamu
karena suara yang menuntunku
karena suara yang mengajarkan
kasih dan kerahiman
yang tak terbatas
ada bersamaku
(Hiking For A NewWorld)
