Jika hidup adalah musim-musim yang terutai
Maka bagaimana musim-musim kujalani?
Dengan cara apa hujan datang kepada gunung?
Dengan suhu berapa air laut menguap menjadi awan?
Jika hidup adalah periode yang kait mengaiit?
Bagiamanakah kubangun syukur?
Pada jalan hidup yang dipilih dan dijalani
Menghindari membandingkan dan dibandingkan
Siapakah aku?
Maka aku ingin mengukur jalan raya pantura
membandingkan setiap 100 Km-nya dengan jalur selatan?
dan menilai arti bangjo di setiap perapatan?
Siapakah aku?
Sehingga aku merasa iri pada pabrik-pabrik gula di masa kolonial
yang sekalipun tua telah direnovasi dan dijadikan destinasi wisata
Sehingga aku yang muda merasa kalah gagah dan kalah pesona?
Tapi tenanglah sayang
hatiku bukan tempat wisata
kau tak perlu repot buang tinja
untuk memenuhi toilet umum dengan hatimu yang rindu
Tenanglah sayangku
hatiku lebih luas dari daun kelor yang kau tanam di tempat tidurmu
jangankan hatimu, segala makhluk halus yang datang pun kukasihi dengan doa
apalagi kamu, kudoakan dan kusebut namamu dalam hatiku
Tuhan mengasihimu.
Aku juga bertanya dalam hatiku, mengapa aku bisa berkata seperti itu?
karena Tuhan memintaku, untuk tidak memotong daun-daun
bahkan ranting yang lemah terkulai tidak boleh dipatahkan
Dan jika kau sehat dan kau belum mengerti semua itu
mainlah ke comberan dan bertemulah dengan nyamuk
mereka ingin sekali menghisap darahmu dan cobalah untuk tidak membunuhnya
Mungkin nanti ada anak katak dan anak ikan cupang yang hidup dari anak-anak nyamuk itu
Ladang-ladang telah hilang, pohon-pohon buah sudah ditebang
kini kompleks-kompleks perumahan sudah berdiri sayang
Lalu kemana tikus-tikus mencari tempat untuk makan?
Bukankah mereka telah menjelajah rumah-rumah itu?
Lalu mengapa kita masih saja meributkan bagaimana kita menyebut hewan itu hama?
Padahal populasi kita manusia lebih banyak dan tak terkendali jumlahnya
Bukankah sebuah pertanyaan besar, kalau sesungguhnya ada banyak cara manusia mencari hidup
Tetapi ada yang tetap memilih menghidupi hidup yang jelas menyakiti makhluk lain?
Jika hidup adalah sebuah untaian proses berpikir dari konkrit menjadi abstrak
Maka dengan pikiran dari ilmuwan, seniman, atau negarawan mana pikiran ini bekerja?
Karena hidup tidak melulu perkara hanya sepotong kode yang dapat kubaca dengan semiopragmatik
bahkan pikiranmu dapat dibaca dari gerak wajahmu sayang... jadi tenanglah dan bicara yang lantang
Aku melihat di mana tangan, di sini tak ada pedang
apalagi tank tempur untuk berperang \
aku berdoa pada senja menjelang petang
untuk terbaikmu dan rencanamu terwujud sejak dari dalam hati yang tenang

