Atap gazebo itu bentuknya seperti awan
Anak-anak ayam dan induknya suka berteduh di sana saat hujan tiba
Begitu juga tukang es tong-tong yang mendadak bersedih karena hujan semakin deras
Di bawah gazebo itu tukang es tong-tong yang dimusuhi ibu-ibu sekampung itu menyadari bahwa selama ini anak-anak selalu tertarik membeli es putar yang terbuat dari santan kelapa.
Dan memang dia tak pernah mengumumkan kalau itu bukan susu apalagi madu seperti es-es ternama di televisi.
Ibu-ibu itu rupanya kesal karena anak-anaknya membeli es tong-tong yang bukan susu dan dianggap tidak bergizi dan membawa penyakit
Anak-anak ayam dan ibunya menertawakan kesedihan tukang es tong-tong karena mereka lebih biasa makan apa saja tanpa membeli bahkan juga es tong-tong yang dibuang seorang ibu karena membayangkan anaknya bisa sakit kalau memakannya, dan kemudian anaknya menangis hebat sambil mengutuki ibunya yang terlalu protektif itu
Tukang es tong-tong merasa sedih melihat anak itu menangis tetapi ia lebih bersedih lagi karena kemudian kutukan anak itu membenturi langit yang menjatuhkan hujan dan membuat tukang es tong-tong itu berteduh di taman ditemani induk ayam dan anak-anaknya
Bagaimanapun saya akan tetap bangun pagi dan membuat es putar lagi, saya tak akan kalah dengan hujan yang menghilangkan panas dan ibu-ibu yang tak pernah mengamati perilaku anak dan kesehatannya secara utuh! Kalau habis makan es, ya harus minum air supaya suhu tubuh kembali normal. Masak saya harus mengajarkan hal sesederhana ini kepada mereka?
Kalau es ini tidak sehat, mengapa orang-orang memesannya sebagai hidangan pesta nikah?
Sudahlah, pedagang kecil memang selalu dipandang sebelah mata. Yang jelas es putar ku ini baik sebaik gulali kapas yang dijual mahal hanya karena kemasan dan bentuknya, bahkan mungkin lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar