Sawah jadi serupa orkestra bersimfoni
Dari mataair yang tak berhenti mengalir
Bukit-bukit penuh kopi, alpukat, dan lada
Coklat melonjak-lonjak berjatuhan dari rantingnya
Berlari ke arahku dengan bahagia
Ular sawah lewat di bawah kakiku
Sedangkan Babi hutan sesekali datang ke pinggiran sawah memakan umbi ungu yang kutanam untuk mereka
Beruk dan beruang sering mampir pabila kulupa memanen nangka dan durian
Mereka juga suka pisang yang kutanam di utara, janten dan uli bersebrang-sebrangan
Lomba lari dari ujung sawah ke puncak bukit
Lalu buang kail ke kali dan memanen ikan yang tak pernah dipelihara dan entah darimana pula datangnya
Ditutup dengan jeguran sampai badan bersih lagi
Suara angin berhembus menabraki padi
Suara api gemletak menghangatkan gubuk kecil ini