Modernisme mengajarkan orang untuk membenci tradisi dan budaya
Tetapi ajaran itu sudah tidak lagi berhasil padaku
Walaupun dia gunakan juga orang-orang dan lembaga-lembaga yang disucikannya
Modernisme mengajarkan orang untuk hidup bahagia
Tetapi ajaran itu sudah tidak lagi berhasil padaku
Karena ternyata kebahagiaan yang dia tawarkan adalah konsumsi nilai yang melulu terhubung dengan produk yang mereka tawarkan
sebagian tempelan, sebagian dihubungkan, dan sebagian lagi pencitraan
Modernisme mengajarkan orang untuk berpikir rasional
Tetapi ajaran itu tidak pernah cukup bagiku
Rasionalitas macam apa yang mendorang orang menjual suara 5 tahun sekali dan memberi ruang pada korupsi terjadi sampai 5 tahun berikutnya, rasionalistas standar ganda, uang-uang berkuasa
Modernisme mengajarkan orang untuk belajar, menjadi cerdas, dan ikut serta dalam politik
Tetapi yang ditampilkan selalu represi dan kekerasan pada mereka yang berbeda pendapat dengan penguasa yang sedang menjalankan politiknya
Pendidikan politik jadi serupa dengan represi, kekerasan, dan pada akhirnya tetap mereka yang berani menjadi diri sendiri akan breakdance tari kejang di jalanan
Modernisme menetapkan standar-standar ekonomi
membangun, menambang, membangun, melawan, membangun, menghadirkan gagasan yang berbeda, nyinyir, menghina, mengunggulkan gagasan yang berbeda, membangun
Modernisme telah mengajarkan peniadaan yang satu untuk membuat yang lain ada
Modernisme bagiku bukan sesuatu yang layak dihidupi di dalam hati
selamat tinggal modernisme, selamat tinggal post-modernisme
kututup pintu bagi para misionarismu yang sudah ketinggalan zaman dan tak laku
ini zaman bagi hati nurani, ini zaman bagi akal budi, ini zaman bagi Nusantaraku
mengadakan sesuatu tidak berarti meniadakan yang lain
keselamatan bagi seluruh isi bumi dengan keadilan dan kelestarian bagi manusia dan alam semesta
energi bebas emisi, bebas biaya, produksi mikro, dan selalu dapat diperbarui
pemerintahan bersih, berdasar kebutuhan daerah, dan berorientasi pada kesejahteraan
tak akan dapat dicapai di atas dasar modernisme dan postmodernisme anak kandungnya
Kita harus kembali kepada pengetahuan leluhur yang telah mereka hilangkan melalui proses penjajahan, kolonialisme, penghilangan dan pengaburan sejarah, pembunuhan masal, pandemi, bencana alam, perang, benci terhadap tradisi budaya, dan korupsi