Minggu, 17 Oktober 2021

Modernisme dan Post-Modernisme Tidak Membuat Kita Berjaya!

Modernisme mengajarkan orang untuk membenci tradisi dan budaya

Tetapi ajaran itu sudah tidak lagi berhasil padaku

Walaupun dia gunakan juga orang-orang dan lembaga-lembaga yang disucikannya


Modernisme mengajarkan orang untuk hidup bahagia

Tetapi ajaran itu sudah tidak lagi berhasil padaku

Karena ternyata kebahagiaan yang dia tawarkan adalah konsumsi nilai yang melulu terhubung dengan produk yang mereka tawarkan

sebagian tempelan, sebagian dihubungkan, dan sebagian lagi pencitraan


Modernisme mengajarkan orang untuk berpikir rasional

Tetapi ajaran itu tidak pernah cukup bagiku 

Rasionalitas macam apa yang mendorang orang menjual suara 5 tahun sekali dan memberi ruang pada korupsi terjadi sampai 5 tahun berikutnya, rasionalistas standar ganda, uang-uang berkuasa


Modernisme mengajarkan orang untuk belajar, menjadi cerdas, dan ikut serta dalam politik

Tetapi yang ditampilkan selalu represi dan kekerasan pada mereka yang berbeda pendapat dengan penguasa yang sedang menjalankan politiknya 

Pendidikan politik jadi serupa dengan represi, kekerasan, dan pada akhirnya tetap mereka yang berani menjadi diri sendiri akan breakdance tari kejang di jalanan 


Modernisme menetapkan standar-standar ekonomi

membangun, menambang, membangun, melawan, membangun, menghadirkan gagasan yang berbeda, nyinyir, menghina, mengunggulkan gagasan yang berbeda, membangun

Modernisme telah mengajarkan peniadaan yang satu untuk membuat yang lain ada


Modernisme bagiku bukan sesuatu yang layak dihidupi di dalam hati

selamat tinggal modernisme, selamat tinggal post-modernisme

kututup pintu bagi para misionarismu yang sudah ketinggalan zaman dan tak laku 

ini zaman bagi hati nurani, ini zaman bagi akal budi, ini zaman bagi Nusantaraku 


mengadakan sesuatu tidak berarti meniadakan yang lain

keselamatan bagi seluruh isi bumi dengan keadilan dan kelestarian bagi manusia dan alam semesta

energi bebas emisi, bebas biaya, produksi mikro, dan selalu dapat diperbarui

pemerintahan bersih, berdasar kebutuhan daerah, dan berorientasi pada kesejahteraan

tak akan dapat dicapai di atas dasar modernisme dan postmodernisme anak kandungnya

Kita harus kembali kepada pengetahuan leluhur yang telah mereka hilangkan melalui proses penjajahan, kolonialisme, penghilangan dan pengaburan sejarah, pembunuhan masal, pandemi, bencana alam, perang, benci terhadap tradisi budaya, dan korupsi