Bersinar di wajahnya, bersinar di kakinya
Kadang aku tak kuat memandangi wajah itu, begitu silau walau hanya dari balik layar kaca selularku
Aku lebih suka menunduk, memandangi sinar rembulan yang bercahaya di kakinya, sambil sekali-sekali menengadah berharap selalu ada senyuman dan keramahan
Aku bersyukur pada pagi, Aku berjaga pada malam
Cicit Cuit Burung dan gemletak api unggun tak pernah pergi dari telingaku
Keduanya selalu hadir dan menjadi sepeda motorku yang melaju menembus kabut kehidupan, ketidakpastian yang sedang Kupastikan menjadi pasti dalam senyumanku
Oh tak ada-ada, dan lagi-lagi, masalah yang tak menjadi rejeki setiap kali menemukan solusi
Komitmenku menjadi gunung purba yang tidak lagi meletus untuk doa dan cita
Satu per satu dengan sabar ditapaki, dengan tekun dijalani, dengan santuy diseriusi, dan dengan haha Hihi yang mau lewat Silahkan lewat karena kalau tidak sama minggir dan memberi jalan dengan terpaksa akan tersusun tabrakan tawa salam satu aspal satu frekwensi yang penuh pengulangan bahwa aku dan kamu sama-sama milik Tuhan yang saling mengasihi karena menjalankan wasiat-Nya
Sinar Matahari, Sinar Rembulan
Ku pandang cahaya, Kau pandang cahaya yang sama
Di atas tanah yang sama milik generasi yang belum dilahirkan kecuali aku dan kamu sudah tak mau mewariskannya dan kita habiskan sendiri semuanya sampai rumah-rumah dan kantor-kantor kita penuh uang dan emas walaupun itu tak akan terjadi
Membangun rumah-rumah dan dapur-dapur umum dengan taman sayuran dan obat-obatan
Bunga-bunga bermekaran dihinggapi lebah-lebah penghasil madu dan pohon-pohon yang tinggi menjulang akar yang kuat menembus lapisan-lapisan karang dan batuan padas sampai ke sungai bawah tanah
Buah-buahan yang dipetik lalu dibagi-bagikan ke setiap rumah, menjadi ikatan solidaritas dan harapan agar kita tidak membangun kontrakan atau juga kantor yang sepi tetapi menjadi ruang kreatif yang hidup, tempat belajar yang nyata, ekosistem digital yang menyambungkan kota dengan kota dalam antrian jual beli dan tukar menukar barang dan jasa yang sama-sama menguntungkan dan menyejahterakan
Sungai-sungai dan angin pun bergembira bersamaku dan kamu serta cahaya matahari dan cahaya rembulan menghidupkan kota-kota dan desa-desa serta segenap jalan raya dalam energi yang tak ada habisnya dan selalu memperbarui dirinya sendiri
Manusia akan melaksanakan Kasih dan menjauhi kekerasan hatinya nampak dan ditujukan kepada orang lain karena mereka berdamai dengan dirinya sendiri dan mengalami kasih yang lembut dan membuatnya penuh penerimaan
Sinar Matahari, Sinar Rembulan
Sekarang kita jalan dalam diam
Menetaskan kebaikan-kebaikan
Yang dengan sabar kita tapaki satu-satu
Dalam pikiran yang paling maju dan hati yang paling salju