Sabtu, 23 Maret 2019

Sinar Matahari, Sinar Rembulan

Sinar Matahari, Sinar Rembulan
Bersinar di wajahnya, bersinar di kakinya
Kadang aku tak kuat memandangi wajah itu, begitu silau walau hanya dari balik layar kaca selularku
Aku lebih suka menunduk, memandangi sinar rembulan yang bercahaya di kakinya, sambil sekali-sekali menengadah berharap selalu ada senyuman dan keramahan

Aku bersyukur pada pagi, Aku berjaga pada malam
Cicit Cuit Burung dan gemletak api unggun tak pernah pergi dari telingaku
Keduanya selalu hadir dan menjadi sepeda motorku yang melaju menembus kabut kehidupan, ketidakpastian yang sedang Kupastikan menjadi pasti dalam senyumanku
Oh tak ada-ada, dan lagi-lagi, masalah yang tak menjadi rejeki setiap kali menemukan solusi
Komitmenku menjadi gunung purba yang tidak lagi meletus untuk doa dan cita
Satu per satu dengan sabar ditapaki, dengan tekun dijalani, dengan santuy diseriusi, dan dengan haha Hihi yang mau lewat Silahkan lewat karena kalau tidak sama minggir dan memberi jalan dengan terpaksa akan tersusun tabrakan tawa salam satu aspal satu frekwensi yang penuh pengulangan bahwa aku dan kamu sama-sama milik Tuhan yang saling mengasihi karena menjalankan wasiat-Nya

Sinar Matahari, Sinar Rembulan
Ku pandang cahaya, Kau pandang cahaya yang sama
Di atas tanah yang sama milik generasi yang belum dilahirkan kecuali aku dan kamu sudah tak mau mewariskannya dan kita habiskan sendiri semuanya sampai rumah-rumah dan kantor-kantor kita penuh uang dan emas walaupun itu tak akan terjadi
Membangun rumah-rumah dan dapur-dapur umum dengan taman sayuran dan obat-obatan
Bunga-bunga bermekaran dihinggapi lebah-lebah penghasil madu dan pohon-pohon yang tinggi menjulang akar yang kuat menembus lapisan-lapisan karang dan batuan padas sampai ke sungai bawah tanah
Buah-buahan yang dipetik lalu dibagi-bagikan ke setiap rumah, menjadi ikatan solidaritas dan harapan agar kita tidak membangun kontrakan atau juga kantor yang sepi tetapi menjadi ruang kreatif yang hidup, tempat belajar yang nyata, ekosistem digital yang menyambungkan kota dengan kota dalam antrian jual beli dan tukar menukar barang dan jasa yang sama-sama menguntungkan dan menyejahterakan 
Sungai-sungai dan angin pun bergembira bersamaku dan kamu serta cahaya matahari dan cahaya rembulan menghidupkan kota-kota dan desa-desa serta segenap jalan raya dalam energi yang tak ada habisnya dan selalu memperbarui dirinya sendiri
Manusia akan melaksanakan Kasih dan menjauhi kekerasan hatinya nampak dan ditujukan kepada orang lain karena mereka berdamai dengan dirinya sendiri dan mengalami kasih yang lembut dan membuatnya penuh penerimaan

Sinar Matahari, Sinar Rembulan
Sekarang kita jalan dalam diam
Menetaskan kebaikan-kebaikan 
Yang dengan sabar kita tapaki satu-satu
Dalam pikiran yang paling maju dan hati yang paling salju

Jumat, 08 Maret 2019

Panggilan Berkendara

Saat Tuhan berbicara dengan suara yang lembut 
Dalam doa yang didaraskan 
Rosario yang berputar
Salve dan Misa yang khusyuk
Ajakan untuk memuji dan memuliakan nama-Nya
Dalam tindakan, perpindahan tempat, penghantar pesan, pertolongan, amal kasih, hingga pengibaran bendera atas kenangan pengorbanan jiwa dan raga para pahlawan kemerdekaan
Komitmenku untuk melaksanakannya sampai tuntas
Dalam doa dan berkendara
Untuk Kristus Raja dan Bunda-Nya yang tercinta

Hati Manusia

Untung saja hati manusia tidak terbuat dari kayu
Seperti pagar rumah yang dipaku 
Meskipun pakunya dicopot lalu bekas bolongnya didempul akan tetap terlihat bekasnya 

Untung saja hati manusia terbuat dari darah dan daging
Yang akan selalu membentuk jaringan baru setiap kali dirusak
Sehingga semakin banyak dan semakin sering dilukai, hati akan semakin besar dan lebar karena jaringan baru akan dibentuk di antara jaringan yang luka

Sering aku merasa Hahahaha bahagia ketika melihat orang lain bahagia melakukan apa-apa, mengatakan apa-apa yang tak mereka sadari atau memang mereka sengaja bisa melukai hatiku yang terbuat dari darah dan daging itu
Dan sebaliknya merasa hatiku terkoyak dan sangat sedih saat mengetahui bahwa yang sedih bukan hanya orang yang dilukai dan ditindas tetapi juga penindas yang melukai itu,

Aku hanya dapat berdoa bagi mereka semua agar menemukan jalan pulang ke kedamaian di hati mereka sendiri

Hati manusia adalah rumah 
Tempat Sang pencipta berbicara pada diri yang paling jujur
Jagalah hatimu, gunungkanlah hatimu, berdoalah dan berjagalah di mata dan telinga
Karena dari mata dan telinga, hati diisi dengan berbagai hal yang ada di dunia