Senin, 07 Oktober 2019

Paling Bahagia

Kebahagiaan terbesar seorang manusia adalah mengetahui bahwa orang yang dikasihinya mengalami kebahagiaan dan kepenuhan hidup walaupun itu semua tidak berasal darinya. 

Kebahagiaan dan kepenuhan hidup yang sejati berasal dari kaki yang bersujud, kepala yang rebah sampai ke tanah, hati yang bersyukur dan memuji Tuhan, serta tubuh yang siap melaksanakan segala perintah Nya.

Tuhan selalu menyertaimu sahabatku, semua yang pernah bersamaku dan pernah ada di hidupku, juga yang kini bersamaku dan kelak akan hadir dan bersamaku setiap hari menghadirkan dunia baru yang penuh kasih. 

Matahari pagi hangat bersinar, udara pagi basah menabraki dedaunan, burung-burung berkicau riang, sebentar lagi musim hujan akan datang. 

Minggu, 15 September 2019

81 Tahun Penuh Cinta (Selamat Ulang Tahun Bapakku)

Slamat ulang tahun 
Dengan spenuh jiwa
Dengan spenuh cinta
Kuucapkan bagimu

Telah kau brikan semua
Dengan spenuh cinta
Dengan jiwa raga
Hidupmu bagiku

Sluruh hidupmu adalah kesaksian cinta
Teladan kesetiaan, 
hati murni nan lembut
Seluruh hidupmu adalah hidup yang jujur
Harapan cinta kasih yang tulus penuh bhakti

Selamat ulang tahun
Dengan spenuh jiwa
Dengan spenuh cinta
Kuucapkan bagimu

Tlah kau berikan semua
Dengan spenuh cinta
Dengan jiwa raga
Hidupmu bagiku

81 tahun 
Kau hadir di dunia
Menjadi tanda cinta
Kasih Tuhan yang nyata

81 tahun Tahun
Tuhan berkarya
Dalam hidupmu
Dalam cintamu
Pada keluarga...

Slamat ulang tahun 
Dengan spenuh jiwa
Dengan spenuh cinta
Kuucapkan bagimu

Telah kau brikan semua
Dengan spenuh cinta
Dengan jiwa raga
Hidupmu bagiku

Slamat ulang tahun 
Dengan spenuh jiwa
Dengan spenuh cinta
Kuucapkan bagimu

Telah kau brikan semua
Dengan spenuh cinta
Dengan jiwa raga
Hidupmu bagiku

Senin, 09 September 2019

Lentera Cahaya di atas Bulan Purnama

Selamat bu k(o)ki
Sudah kau temukan kotak ajaib berisi jutaan bumbu 
Kurasa dia lebih dari mie instan 
Kau bisa masak sepuas dan sesukamu bersamanya, 
Semoga ya....

Semoga itu semua memang yang kamu inginkan dan itu bukan puisi
Masak masakan yang sesungguhnya kamu mau
Minum minuman yang sesungguhnya kamu inginkan 

Tenang saja
Aku sudah mundur sejak lama
Jauh sebelum dunia diciptakan 
Sudah berkibaran layar kapal
Juga bendera doa
Semua dibawa angin ke arah yang berbeda dengan rasa masakan yang kamu racik dari belakang Kuburan sampai ke bawah Gunung Merapi

Inipun bukan puisi
Tapi kode berisi jawaban
Bagi Dia yang bermukim di sana
Bersama kotak ajaib astagina
Selamat berbahagia 
Sampai Jumpa di kehidupan yang akan datang
Lentera Cahayaku tak akan pernah Merindukanmu lagi dan tak akan pernah kutaruh di atas kakimu lagi

Tenanglah 
Selamat jalan
Aku lanjut ya
Dadaaaah 
👋😃

NB : coba baca tulisan ini dalam bentuk negasi atau kebalikannya 


Minggu, 08 September 2019

MISA GUNUNG

Naik, naik, naik, naik Gunung lagi
Misa, Misa, Misa, Misa Gunung lagi
Naik, naik, naik, naik Sampai tinggi
Doa, doa, doa, doa makin dalam dalam Kristus

Misa Gunung
di Misa Gunung

Bila saatnya yang kita nanti berbulan-bulan
Akhirnya datang juga waktu yang ditunggu
Bersama kita berjalan bersama
Sampai ke puncak gunung yang tinggi
Lalu kita berdoa, berbagi bahagia

Naik, naik, naik, naik Gunung lagi
Misa, Misa, Misa, Misa Gunung lagi
Naik, naik, naik, naik Sampai tinggi
Doa, doa, doa, doa makin dalam dalam Kristus

Misa Gunung
di Misa Gunung

Telah lama kita merindukan
Yesus Kristus Tuhan sang penebus, penyelamat kita
Dalam misa kita bersama berbagi
Bahagia di kemah Ilahi-Nya
Dalam puji dan sembah
Sembuhkan semua luka

Naik, naik, naik, naik Gunung lagi
Misa, Misa, Misa, Misa Gunung lagi
Naik, naik, naik, naik Sampai tinggi
Doa, doa, doa, doa makin dalam dalam Kristus

Misa Gunung
Jangan lupa turun
Jangan lupa pulang
Hidup dalam tobat
Hidup lebih baik

"Misa Gunung IV, Kita Berhikmat Bangsa Bermartabat!"

BERJALAN DENGANMU

Aku ingin mengajakmu jalan ke gunung yang tinggi
Untuk mengikuti misa suci
Kenangkan Yesus di belantara sunyi
Kita bahagia

Dan kumasih saja berjalan bersamamu
Di misa gunung kali ini lagi
Dan kumasih saja berjalan bersama kamu
Merayakan misa yang suci ini

Aku ingin berjalan denganmu ke gunung yang tinggi
Merayakan misa suci
Bersama teman saudara seiman
Bahagia bersama dan sukacita

Masih saja kuberjalan bersama denganmu
Di Misa Gunung kali ini lagi
Dan kumasih berjalan bersama kamu
Ke puncak gunung suci Ekaristi

Misa gunung
Suci itu
Ekaristi
Ekaristi

Selasa, 13 Agustus 2019

Tuhan Mengasihi

Tuhan mengasihimu
Mengasihiku juga
Seperti Mata Air mengalir
Seperti sang Surya bersinar

Tuhan mengasihimu
Mengasihiku juga
Tak terbatas ruang dan waktu
Jauh sebelum segalanya ada

Jika memandang segalanya 
Dari masa lalu dan masa kini
Masa yang akan datang dinanti

Kepada Penjaraku

Tenanglah
Kamu bisa jadi apa saja sesuka hatimu
Tapi dalam nama Yesus, kamu tidak akan jadi apa-apa di dalam hidupku
Dia telah mematahkanmu dan memerdekakan aku

Tenanglah
Tak perlu berusaha untuk menjadi ini atau itu
Semakin menunjukkan bahwa kemerdekaan tidak ada padamu
Kau tak bisa jadi apa-apa selain menjadi dirimu sendiri

Datanglah pada Nya 
Dia mengasihimu tanpa batas
Tak seperti aku yang hanya sebatas 33 tahun saja
Tahun-tahun yang kau buang walau hanya 9
Aku melaju dengan keyakinan baru
Entah kau tinggalkan atau ingin apapun yang kau mau yang tak pernah kumengerti, terserah padamu saja

Semakin kucari dan kudekati, semakin kau hilang dan tak dapat ditemui
Karena memang kamu menemui takdirmu sendiri 

Selasa, 16 Juli 2019

Mencintai

Setidaknya aku telah mencoba mencintai dengan ikhlas
Berusaha menemui orang yang ingin ditemui 
Dan jika sampai hari ini tidak bisa bertemu
Dan waktu berlalu
Dan kuubah haluan mencari Tuhan untuk kita
Dan dia yang ingin kutemui ternyata memilih mencintai yang lain sambil terus menyangkali dan menolakku sambil berlalu

Ya sudahlah....
Waktu Tuhan pasti yang terbaik 
Bagiku dan baginya
Mungkin dia perlu 33 tahun lagi sampai aku jadi kakek-kakek dan dia menjadi nenek-nenek barulah dia percaya kalau cintaku bukan karena fisiknya atau hartanya, kecerdasannya, agamanya, pekerjaan dan jabatannya, karena karya-karya tulisnya dan lagu merdu suaranya, keindahan yang kulihat ada padanya dan ia sangkal juga
Tak apa... ya sudahlah
Apa boleh buat

Cinta adalah panggilan jiwa yang akhirnya kukembalikan pada Tuhan yang memintanya kembali 
Setidaknya aku sudah mencoba berjalan sejauh ini, dan akan ku jalani lagi terus, langkah tegap maju jalan!

Di keyakinan yang baru, kehidupan yang baru, semangat yang baru, dan jiwa yang baru kan kubawa ragaku, pikirku, dan rasaku
Kehendakku mencari dan melaksanakan kehendak Tuhan, sampai tuntas
Ya, sampai tuntas

Sabtu, 06 Juli 2019

Siklus yang Dipatahkan

Saat-saat seperti sekarang ini
Adalah waktu yang paling damai 
Ketika lembar demi lembar kenangan
Jadi butiran debu dibawa angin

Setiap kali aku bersyukur
Setiap kali aku berterimakasih 

Rasa sakit yang berputar-putar di dalam perut
Hantaman hebat yang berdetak-detak di dada
Remuk-remuk di punggung 
Ngilu-ngilu di telapak tangan dan pergelangan
Hingga sakit di belakang telinga dan ubun-ubun
Sirna
Semua hilang tak berbekas

Kali ini aku mau berlari dan bersukacita
Melompat-lompat kegirangan seperti anak kanguru 
Aku mau bernyanyi dan memuji bagi Tuhan
Walau Tuhan tak membutuhkannya 
tapi itulah expresi otentik yang kupunya

Saat-saat ini burung-burung cicit cuit
Hidup tak hanya perkara duit
Dan kata yang dahulu nylekit-nylekit
Sekarang bernada manis legit

Kamis, 06 Juni 2019

Canticle of Brother Sun and Sister Moon

Written by St. Francis of Assisi

Most High, all-powerful, all-good Lord, All praise is Yours, all glory, all honour and all blessings.

To you alone, Most High, do they belong, and no mortal lips are worthy to pronounce Your Name.

Praised be You my Lord with all Your creatures,
especially Sir Brother Sun,
Who is the day through whom You give us light.
And he is beautiful and radiant with great splendour,
Of You Most High, he bears the likeness.

Praised be You, my Lord, through Sister Moon and the stars,
In the heavens you have made them bright, precious and fair.

Praised be You, my Lord, through Brothers Wind and Air,
And fair and stormy, all weather’s moods,
by which You cherish all that You have made.

Praised be You my Lord through Sister Water,
So useful, humble, precious and pure.

Praised be You my Lord through Brother Fire,
through whom You light the night and he is beautiful and playful and robust and strong.

Praised be You my Lord through our Sister,
Mother Earth
who sustains and governs us,
producing varied fruits with colored flowers and herbs.
Praise be You my Lord through those who grant pardon for love of You and bear sickness and trial.

Blessed are those who endure in peace, By You Most High, they will be crowned.

Praised be You, my Lord through Sister Death,
from whom no-one living can escape. Woe to those who die in mortal sin! Blessed are they She finds doing Your Will.

No second death can do them harm. Praise and bless my Lord and give Him thanks,
And serve Him with great humility.

Kamis, 11 April 2019

Terimakasih Tuhan

Tentang cinta yang tak pernah sampai
Engkau pulihkan senyuman dan semangat
Rasa hormat dan kasih Mu yang besar
Indah kurasakan mengembalikan semua pada kehendak-Mu
Masih seperti dulu aku siap menanggapi panggilan Mu ya Tuhan
Aksara dan nada yang penuh pujian dan penghormatan bagiMu Putra Allah yang Hidup

Kau lembutkan hati yang keras 
Astagina yang kau wariskan lewat doa
Singkap semua misteri dan terbukalah pengetahuan akan apa yang tersembunyi 
Ini pun aku syukuri sebagai karunia yang tak ternilai tepat janji
Harapanku penuh dalam pujian bagi kemuliaan nama Mu

Terbaik dalam suka maupun duka
Unggul dalam kuasa 
Harapan akan keselamatan
Asih yang menumbuhkan
Nrima dalam pelukan yang memaafkan

Sabtu, 23 Maret 2019

Sinar Matahari, Sinar Rembulan

Sinar Matahari, Sinar Rembulan
Bersinar di wajahnya, bersinar di kakinya
Kadang aku tak kuat memandangi wajah itu, begitu silau walau hanya dari balik layar kaca selularku
Aku lebih suka menunduk, memandangi sinar rembulan yang bercahaya di kakinya, sambil sekali-sekali menengadah berharap selalu ada senyuman dan keramahan

Aku bersyukur pada pagi, Aku berjaga pada malam
Cicit Cuit Burung dan gemletak api unggun tak pernah pergi dari telingaku
Keduanya selalu hadir dan menjadi sepeda motorku yang melaju menembus kabut kehidupan, ketidakpastian yang sedang Kupastikan menjadi pasti dalam senyumanku
Oh tak ada-ada, dan lagi-lagi, masalah yang tak menjadi rejeki setiap kali menemukan solusi
Komitmenku menjadi gunung purba yang tidak lagi meletus untuk doa dan cita
Satu per satu dengan sabar ditapaki, dengan tekun dijalani, dengan santuy diseriusi, dan dengan haha Hihi yang mau lewat Silahkan lewat karena kalau tidak sama minggir dan memberi jalan dengan terpaksa akan tersusun tabrakan tawa salam satu aspal satu frekwensi yang penuh pengulangan bahwa aku dan kamu sama-sama milik Tuhan yang saling mengasihi karena menjalankan wasiat-Nya

Sinar Matahari, Sinar Rembulan
Ku pandang cahaya, Kau pandang cahaya yang sama
Di atas tanah yang sama milik generasi yang belum dilahirkan kecuali aku dan kamu sudah tak mau mewariskannya dan kita habiskan sendiri semuanya sampai rumah-rumah dan kantor-kantor kita penuh uang dan emas walaupun itu tak akan terjadi
Membangun rumah-rumah dan dapur-dapur umum dengan taman sayuran dan obat-obatan
Bunga-bunga bermekaran dihinggapi lebah-lebah penghasil madu dan pohon-pohon yang tinggi menjulang akar yang kuat menembus lapisan-lapisan karang dan batuan padas sampai ke sungai bawah tanah
Buah-buahan yang dipetik lalu dibagi-bagikan ke setiap rumah, menjadi ikatan solidaritas dan harapan agar kita tidak membangun kontrakan atau juga kantor yang sepi tetapi menjadi ruang kreatif yang hidup, tempat belajar yang nyata, ekosistem digital yang menyambungkan kota dengan kota dalam antrian jual beli dan tukar menukar barang dan jasa yang sama-sama menguntungkan dan menyejahterakan 
Sungai-sungai dan angin pun bergembira bersamaku dan kamu serta cahaya matahari dan cahaya rembulan menghidupkan kota-kota dan desa-desa serta segenap jalan raya dalam energi yang tak ada habisnya dan selalu memperbarui dirinya sendiri
Manusia akan melaksanakan Kasih dan menjauhi kekerasan hatinya nampak dan ditujukan kepada orang lain karena mereka berdamai dengan dirinya sendiri dan mengalami kasih yang lembut dan membuatnya penuh penerimaan

Sinar Matahari, Sinar Rembulan
Sekarang kita jalan dalam diam
Menetaskan kebaikan-kebaikan 
Yang dengan sabar kita tapaki satu-satu
Dalam pikiran yang paling maju dan hati yang paling salju

Jumat, 08 Maret 2019

Panggilan Berkendara

Saat Tuhan berbicara dengan suara yang lembut 
Dalam doa yang didaraskan 
Rosario yang berputar
Salve dan Misa yang khusyuk
Ajakan untuk memuji dan memuliakan nama-Nya
Dalam tindakan, perpindahan tempat, penghantar pesan, pertolongan, amal kasih, hingga pengibaran bendera atas kenangan pengorbanan jiwa dan raga para pahlawan kemerdekaan
Komitmenku untuk melaksanakannya sampai tuntas
Dalam doa dan berkendara
Untuk Kristus Raja dan Bunda-Nya yang tercinta

Hati Manusia

Untung saja hati manusia tidak terbuat dari kayu
Seperti pagar rumah yang dipaku 
Meskipun pakunya dicopot lalu bekas bolongnya didempul akan tetap terlihat bekasnya 

Untung saja hati manusia terbuat dari darah dan daging
Yang akan selalu membentuk jaringan baru setiap kali dirusak
Sehingga semakin banyak dan semakin sering dilukai, hati akan semakin besar dan lebar karena jaringan baru akan dibentuk di antara jaringan yang luka

Sering aku merasa Hahahaha bahagia ketika melihat orang lain bahagia melakukan apa-apa, mengatakan apa-apa yang tak mereka sadari atau memang mereka sengaja bisa melukai hatiku yang terbuat dari darah dan daging itu
Dan sebaliknya merasa hatiku terkoyak dan sangat sedih saat mengetahui bahwa yang sedih bukan hanya orang yang dilukai dan ditindas tetapi juga penindas yang melukai itu,

Aku hanya dapat berdoa bagi mereka semua agar menemukan jalan pulang ke kedamaian di hati mereka sendiri

Hati manusia adalah rumah 
Tempat Sang pencipta berbicara pada diri yang paling jujur
Jagalah hatimu, gunungkanlah hatimu, berdoalah dan berjagalah di mata dan telinga
Karena dari mata dan telinga, hati diisi dengan berbagai hal yang ada di dunia

Selasa, 05 Februari 2019

Cerita pagi di Group Keluarga

Kisah ini dikirim oleh Kakak Sepupuku dari keluarga Pakde. Yang baik akan tetap baik, begitu yang dapat saya simpulkan. Begini ceritanya :

*KISAH*
Ada sepasang suami isteri ter-gesa² berlari menuju ke HELIKOPTER di PUNCAK GEDUNG HOTEL utk menyelamatkan diri, pada saat terjadi KEBAKARAN .

Tetapi saat sampai di atas sana, mereka menyadari bahwa hanya ada tempat utk satu orang yg tersisa.
*Dgn segera sang suami melompat mendahului istrinya utk mendapatkan tempat itu, sementara sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum HELIKOPTER menjauh .*

Kejadian Berikutnya....
API ITU SEMANGKIN MEMBESAR dan MENGHANGUSKAN seluruh nya (termasuk sang ISTRI) 

DOSEN yg menceritakan kisah ini bertanya pd mahasiswa²nya, menurut kalian, apa yg sang istri itu teriakkan? ....
Sebagian besar mahasiswa - mahasiswi² itu menjawab : 
- Kamu JAHAT
- Aku benci kamu, 
- Kurang ajar...
- Kamu egois, 
- Gak tanggung jawab, 
- Gak tau malu...kamu dsb.. 

Tapi ada seorang mahasiswi yg hanya diam saja, dan guru itu meminta mahasiswi yg diam itu menjawab, 
Kata si mahasiswi, 
Saya yakin si istri pasti berteriak...
 *Tolong jaga anak kita baik².*

Dosen itu terkejut dan bertanya, apa kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya?
 *Mahasiswi itu menggeleng, belum, tapi itu yg dikatakan oleh ibu saya sebelum dia meninggal karena penyakit kronis.*

DOSEN  itu menatap seluruh kelas dan berkata :,
 *Jawaban ini benar, ......*
HOTEL itu kemudian benar² terbakar habis... dan...
sang suami harus kembali ke kota kecil nya dgn Air mata yg terus menetes harus menjemput anak2 mereka yg masih TK dan BALITA, dan mengasuh anak2 mereka sendirian, dan Kisah Tragedi tersebut di simpan Rapat  rapat....tanpa.... Pernah dibahas lagi.

Ber-tahun²kemudian, anak anak itu sdh menjadi Dewasa.... Ada yg menjadi pengusaha... Ada yg menjadi Dokter....dan 1 lagi masih bekerja sambil kuliah, 

Pada suatu hari ketika anak bungsu nya bersih bersih kamar sang Ayah...anak itu menemukan buku harian ayahnya, 

*Dia menemukan kenyataan bahwa saat orang tuanya ke Hotel itu, mereka sedang berobat jalan karena sang ibu menderita penyakit kanker ganas dan akan segera meninggal.*

Karena itulah, di saat darurat itu, ayahnya memutuskan mengambil satu²nya kesempatan utk bertahan hidup.
 Dan dia menulis di buku harian itu,
 *Betapa aku berharap utk sang istri yg naik ke Helicopter itu..*
*Isteriku sayang, tapi demi anak2 kita, terpaksa dgn hati menangis membiarkan kamu terbakar sendirian.*

Si anak bungsu kemudian menceritakan  kpd kedua kakak nya....dan mereka... Bertiga segera menyusul sang Ayah di kampus......mereka sujud mencium kaki sang Ayah Bergantian.....(mengucap syukur atas perjuangan sang Ayah membesarkan mereka semua.
....sekalipun dgn beban mental yg demikian berat) 

Cerita itu selesai, ....
dan seluruh kelas pun terdiam. 

Dosen itu kemudian berkata;

Siapakah sang Ayah ? .....

Sang Ayah Itu saat ini lah yg ada di hadapan kalian

Mahasiswa dan mahasiswi nya segera berlarian memeluk sang DOSEN.
              
Mereka sekarang mengerti Hikmah dari cerita nyata tsb, 

*Bahwa kebaikan dan kejahatan di dunia ini tdk sesederhana yg kita pikirkan, ada berbagai macam komplikasi dan alasan dibaliknya yg kadang sulit dimengerti.*

Karena itulah jangan pernah melihat hanya luarnya saja dan kemudian langsung menghakimi, apalagi tanpa tahu apa²._

Mereka yg sering membayar utk orang lain bukan berarti kaya, *tapi karena lebih menghargai hubungan dr pd uang.*_

Mereka yg bekerja tanpa ada yg menyuruh bukan karena bodoh, *tapi karena lebih menghargai konsep tanggung jawab.*_

Mereka yg minta maaf duluan setelah bertengkar bukan karena bersalah, *tapi karena lebih menghargai orang lain.*_

Mereka yg mengulurkan tangan utk menolongmu bukan karena merasa berhutang, *tapi karena menganggap kita adalah sahabat.*_

Mereka yg sering mengontakmu , dan mengajakmu reuni atau silahturahmi bukan karena tdk punya kesibukan, *tapi karena kamu ada di dalam hatinya.*_

*JANGAN MUDAH MENGAMBIL KESIMPULAN KARENA ASUMSI*

Life is Beautiful

Life is beautiful
I live on it
Walk
Run
Ride
Hiking
Reading
Singing
Praying
Playing my guitar
Building my team
Love someone, a beautiful girl
But my way
I try to make connection
But dissconnetions 
Are okay
Are good

I praise the Lord 
For everything was done in my life
I crawl
I stand and walk
I run and ride
I Keep moving on
As fast as I can 
I need no Sorry from human
I learn more and apologize everyday
Cause I do believe in God
I do my Best 
and let God do the rest

Life is beautiful
I want to make many things Good
Giving my hands to my friends
Good words, motivations, and spirit
Read bible and do it in my Daily life
So that day by day, It is only Jesus in my life
I left all things that I love if it becomes resistor in my circuit to the eternal love
I change the way I live, the way I think, the way I walk, the way I see the world, the way I talk, the way I Ride my motobike, the song I sing, the Poetry I chant, and the works I wrote
I feel happy, the true happiness just because I follow the bible, challange its meaning and finding God's words in every problem I face

Life is beautiful
Nothing is more than to live my life today, now, in its present

Senin, 14 Januari 2019

Kuterima Kau Apa Adanya

Benar katamu sayangku,
Kau bukan Bunda Maria, dan memang tak akan pernah sama dengannya
Tetapi saat aku merindukanmu, kulihat wajah Bunda Maria bunda segala suku bangsa memang menyerupai wajahmu
Seperti ingin berkata, "Rinduku sudah lewat dari leher bahkan sudah lewat dari mimpi dan doa-doaku yang kudaraskan setiap jam 3 pagi itu"
Jika kau bertanya padaku, maukah kamu menerima lukaku?
Aku heran, karena lukamu adalah lukaku sendiri, sedihmu adalah sedihku, dan akan kulakukan perjalanan apapun yang kau inginkan dan kau harapkan untuk merawatmu 
Maafkan aku yang tak pernah mengenal perbandingan lain yang lebih tepat untuk menggambarkan sukacita yang kulihat di bola matamu saat aku mentapmu dalam-dalam dan aku tak dapat menyembunyikan sukacitaku

Aku sedang dalam perjalanan yang jauh lebih dalam dari sebelumnya
Aku ingin menjumpaimu lebih dalam dari yang pernah kulakukan
Kita berjumpa dalam Tuhan, Ia yang kepada Nya aku dan kamu berdoa dan berharap, 

Jumat, 11 Januari 2019

Sebelum Sun Set

Aku hendak menerangkan salah paham yang mungkin saja terjadi 
Aku hendak kembali berdamai dengan siapapun yang mungkin tersakiti
Aku mau berbagi kebaikan dan persaudaraan, kasih yang sejati
Sebelum matahari terbenam, sebelum matahari terbenam

Apabila lebih dari tiga matahari terbenam di ufuk barat dan aku masih belum dapat meluruskan pemahaman yang bengkok... 
Aku melakukan perjalanan-perjalanan yang jauh lebih jauh dari sebelumnya untuk berdoa
Aku membawa semua doa dan harapan ke tempat-tempat yang menbuatku dapat berdoa, tempat-tempat terang yang memberi silau pada mata hatiku
Tersesat kah?

Ku tinggalkan sifat-sifat buruk 
Kupeluk erat sikap ringan tangan, bekerja dan membantu siapa saja yang membutuhkan bantuan
Mengakrabi kesabaran dan murah senyum
Ku ingin menengok ke belakang seperti kembali ke masa lalu tetapi suara hatiku selalu berkata, "Jalanku ada di depan sana!"

Perjalananku
Adalah sebuah ruang untuk orang yang mengasihiku untuk mencari dan menemukanku
Adalah sebuah kesempatan untuk menmbuatku merasa dibutuhkan dan diharapkan
Ruang-ruang yang sudah pasti tak harus keterima dan sama sekali tidak kuharapkan berasal dari orang-orang biasa, 
Aku terutama mengharapkannya dari Yesus dan Maria yang selalu menemukan jalan pikiranku dan menyentilku saat aku sesat pikir
Aku menulis puisi, menulis lagu, membaca buku, mendaraskan beberapa bagian dari buku itu dengan sikap yang sangat hormat, 
Aku membuat video, mengirimkan rekaman suara dan rekaman video pertama-tama kepada orang yang hidup di lagu itu dan di hatiku dan doaku
Aku tak mencoba menuliskan pesan-pesan pada bunga badai pohon cemara gajah donat es krim jendela rumah, bunga merambat, daun, teras dan taman yang jadi simbol-simbolnya

Dan tentunya berbakti pada orang tua agar kelak aku dapat menyediakan tempat yang nyaman di dalam keluargaku dan sebuah rumah dengan pekerjaan yang pasti, juga mimpi dan cerita yang indah sebagaimana Orangtuaku telah memberikannya kepadaku, mungkin lebih baik

Begitulah kalau aku merindukan seorang wanita
Dan aku berani menunggunya lama-lama
Karena sendiri bekerja dan fokus menyiapkan masa depan lebih baik daripada menghabiskan waktu mencari jalan lain yang akhirnya tak akan pernah sebaik harapan jika aku bersama gadis jelita itu, yang kutemui sejak lama saat hidup hanya belajar dan beraktivitas di kampus, gadis yang pandai bercanda dan menyembunyikan rasa, gadis yang pandai berdiam dan memainkan perasaan, yang pandai membaca buku itu, yang bisa melukis itu dan menulis puisi, gadis yang pernah memimpin kelompok jurnalistik, membuat kelompok belajar anak-anak, membuat pementasan drama anak, merdu suaranya saat bernyanyi dan bermain gitar, gadis yang membuat gunung salju di dalam hatiku, gadis yang suka pada masakan sehat dan membuat dapurnya sebagai inspirasi bagi banyak orang, brokoli hingga makanan rumahan menjadi andalannya seperti aku juga mengandalkannya dalam masalah menu makanan, gadis yang berbakti pada orangtua dan sayang pada kakak dan adiknya, yang dekat dengan gereja dan berdoa, rosario menjadi kalungnya, ia yang dengan lirikan matanya saja sudah membuatku mengerti apa yang dia mau dan aku masih mengharapkan kata-katanya yang terucap dari bibirnya kepadaku, gadis retro yang suka membaca novel dan berpikiran modern tetapi menghargai tradisi budaya, gadis yang suka kota Bandung dan Respect pada Bapak Ir Ridwan Kamil, dan dengan itu memahami baja gimana aku mengagumi Ir Soekarno,
Gadis yang semakin manis dan menarik saat dia diam dan cuek dan tidak peduli dan membuat sakit di perut dan punggungku
gadis yang bekerja dan berkreasi dengan media digital, gadis yang suka bereksplorasi dengan kain daerah tetapi menyukai baju hitam, dan dia memintaku datang ke rumahnya, dia yang meminjam laptopku dan Kupercayakan semua file dari masa laluku yang baik dan yang kurang baik padanya untuk dilihat, password yang tak pernah kuganti sejak laptop itu kubeli dan berharap diganti dengan password darinya dengan namanya sendiri menggantikan nama gadis dari masa laluku yang tidak pernah lebih manis dan tidak pernah lebih hebat darinya dalam segala yang kusuka di bidang seni, sosial, budaya, sastra, doa, pemikiran, orang yang mungkin dia cemburui,
Gadis itu tidak memilih-milih untuk berteman dan berbicara kepada siapa saja tanpa memandang kelas dan golongan, gadis yang pernah diturunkan oleh mantannya dan dibiarkan jalan kaki jauh tetapi dia masih menaruh rasa pada lelaki pencemburu hebat itu dan mungkin juga menginginkan aku cemburu lebih hebat darinya atau mencemburi aku dengan orang di dalam bayangannya sendiri lebih hebat dari dia dan mantannya yang meratap-ratap tidak lebih hebat dariku dan tidak lebih lama dariku yang sampai saat ini masih mencari perhatiannya
Gadis itu yang bereaksi paling cepat pada cerita dan tulisanku walaupun puisi itu hanya hoax yang tidak sesuai dengan hidupku demi menunjukkan bahasa Inggris jelekku yang kudalami 4,5 di fakultas sastra itu
Gadis itu yang diam-diam atau terang-terangan ku inginkan menjadi teman hidupku, teman seperjalanan, teman sampai mati bahkan kalau bisa sampai di kehidupan yang akan datang, bahkan sejak pertama aku berjingkrak-Jingkrak seperti doanya terjawab saat bertemu dengannya 
Dan banyak sekali yang tidak kuceritakan dalam tulisan jelek ini 
Karena yang kuharapkan aku dapat menceritakannya sambil berpandangan mata dan makan es krim Raguza bersamanya lalu mengunjungi museum nasional dan kubuat janjiku di hadapan semua benda sejarah dan surat-surat para pendiri bangsa bahwa aku mencintainya walaupun dia menolak untuk kubonceng di belakang sepeda motorku dan memilih mengendarai sepeda motornya sendiri, aku mencintainya walaupun tak pernah mau membalas chatku, aku mencintainya walaupun dia tidak pernah atau tidak mau mengerti bahwa aku melakukan perjalanan-perjalanan siang dan malam hanya karena namanya ada di hatiku dan tidak dapat kuganti, tidak dapat kulupakan, gadis inilah yang membuatku kuat, yang membuatku selalu merasa aku lebih kuat dari apa yang aku kira

Sabtu, 05 Januari 2019

Sahabat

Terimakasih untuk tidak acuh padaku
Pada jalan yang sedang kutuju
Yang kutapaki satu demi satu
Dalam diam dan rindu

Selalu ada orang di dalam hidup kita
Yang merasa lebih tahu tentang hidup orang lain
Yang merasa lebih kompeten 
Patut menjadi referensi
Walaupun kenyataannya setiap permasalahan dalam hidup itu unik 
Hanya satu yang pasti, keputusan-keputusan yang dibuat di atas pertimbangan akal budi
Dan jika kau mengenal Devosi, maka kau pasti akan mengerti maksudnya persembahan hidup

Sahabat, 
Terimakasih sudah ada
Dan menganggapku sesama manusia
Tentu aku bukan asu apalagi sengsu
Bukan pula sayur kol dan kembangnya