Aku hendak menerangkan salah paham yang mungkin saja terjadi
Aku hendak kembali berdamai dengan siapapun yang mungkin tersakiti
Aku mau berbagi kebaikan dan persaudaraan, kasih yang sejati
Sebelum matahari terbenam, sebelum matahari terbenam
Apabila lebih dari tiga matahari terbenam di ufuk barat dan aku masih belum dapat meluruskan pemahaman yang bengkok...
Aku melakukan perjalanan-perjalanan yang jauh lebih jauh dari sebelumnya untuk berdoa
Aku membawa semua doa dan harapan ke tempat-tempat yang menbuatku dapat berdoa, tempat-tempat terang yang memberi silau pada mata hatiku
Tersesat kah?
Ku tinggalkan sifat-sifat buruk
Kupeluk erat sikap ringan tangan, bekerja dan membantu siapa saja yang membutuhkan bantuan
Mengakrabi kesabaran dan murah senyum
Ku ingin menengok ke belakang seperti kembali ke masa lalu tetapi suara hatiku selalu berkata, "Jalanku ada di depan sana!"
Perjalananku
Adalah sebuah ruang untuk orang yang mengasihiku untuk mencari dan menemukanku
Adalah sebuah kesempatan untuk menmbuatku merasa dibutuhkan dan diharapkan
Ruang-ruang yang sudah pasti tak harus keterima dan sama sekali tidak kuharapkan berasal dari orang-orang biasa,
Aku terutama mengharapkannya dari Yesus dan Maria yang selalu menemukan jalan pikiranku dan menyentilku saat aku sesat pikir
Aku menulis puisi, menulis lagu, membaca buku, mendaraskan beberapa bagian dari buku itu dengan sikap yang sangat hormat,
Aku membuat video, mengirimkan rekaman suara dan rekaman video pertama-tama kepada orang yang hidup di lagu itu dan di hatiku dan doaku
Aku tak mencoba menuliskan pesan-pesan pada bunga badai pohon cemara gajah donat es krim jendela rumah, bunga merambat, daun, teras dan taman yang jadi simbol-simbolnya
Dan tentunya berbakti pada orang tua agar kelak aku dapat menyediakan tempat yang nyaman di dalam keluargaku dan sebuah rumah dengan pekerjaan yang pasti, juga mimpi dan cerita yang indah sebagaimana Orangtuaku telah memberikannya kepadaku, mungkin lebih baik
Begitulah kalau aku merindukan seorang wanita
Dan aku berani menunggunya lama-lama
Karena sendiri bekerja dan fokus menyiapkan masa depan lebih baik daripada menghabiskan waktu mencari jalan lain yang akhirnya tak akan pernah sebaik harapan jika aku bersama gadis jelita itu, yang kutemui sejak lama saat hidup hanya belajar dan beraktivitas di kampus, gadis yang pandai bercanda dan menyembunyikan rasa, gadis yang pandai berdiam dan memainkan perasaan, yang pandai membaca buku itu, yang bisa melukis itu dan menulis puisi, gadis yang pernah memimpin kelompok jurnalistik, membuat kelompok belajar anak-anak, membuat pementasan drama anak, merdu suaranya saat bernyanyi dan bermain gitar, gadis yang membuat gunung salju di dalam hatiku, gadis yang suka pada masakan sehat dan membuat dapurnya sebagai inspirasi bagi banyak orang, brokoli hingga makanan rumahan menjadi andalannya seperti aku juga mengandalkannya dalam masalah menu makanan, gadis yang berbakti pada orangtua dan sayang pada kakak dan adiknya, yang dekat dengan gereja dan berdoa, rosario menjadi kalungnya, ia yang dengan lirikan matanya saja sudah membuatku mengerti apa yang dia mau dan aku masih mengharapkan kata-katanya yang terucap dari bibirnya kepadaku, gadis retro yang suka membaca novel dan berpikiran modern tetapi menghargai tradisi budaya, gadis yang suka kota Bandung dan Respect pada Bapak Ir Ridwan Kamil, dan dengan itu memahami baja gimana aku mengagumi Ir Soekarno,
Gadis yang semakin manis dan menarik saat dia diam dan cuek dan tidak peduli dan membuat sakit di perut dan punggungku
gadis yang bekerja dan berkreasi dengan media digital, gadis yang suka bereksplorasi dengan kain daerah tetapi menyukai baju hitam, dan dia memintaku datang ke rumahnya, dia yang meminjam laptopku dan Kupercayakan semua file dari masa laluku yang baik dan yang kurang baik padanya untuk dilihat, password yang tak pernah kuganti sejak laptop itu kubeli dan berharap diganti dengan password darinya dengan namanya sendiri menggantikan nama gadis dari masa laluku yang tidak pernah lebih manis dan tidak pernah lebih hebat darinya dalam segala yang kusuka di bidang seni, sosial, budaya, sastra, doa, pemikiran, orang yang mungkin dia cemburui,
Gadis itu tidak memilih-milih untuk berteman dan berbicara kepada siapa saja tanpa memandang kelas dan golongan, gadis yang pernah diturunkan oleh mantannya dan dibiarkan jalan kaki jauh tetapi dia masih menaruh rasa pada lelaki pencemburu hebat itu dan mungkin juga menginginkan aku cemburu lebih hebat darinya atau mencemburi aku dengan orang di dalam bayangannya sendiri lebih hebat dari dia dan mantannya yang meratap-ratap tidak lebih hebat dariku dan tidak lebih lama dariku yang sampai saat ini masih mencari perhatiannya
Gadis itu yang bereaksi paling cepat pada cerita dan tulisanku walaupun puisi itu hanya hoax yang tidak sesuai dengan hidupku demi menunjukkan bahasa Inggris jelekku yang kudalami 4,5 di fakultas sastra itu
Gadis itu yang diam-diam atau terang-terangan ku inginkan menjadi teman hidupku, teman seperjalanan, teman sampai mati bahkan kalau bisa sampai di kehidupan yang akan datang, bahkan sejak pertama aku berjingkrak-Jingkrak seperti doanya terjawab saat bertemu dengannya
Dan banyak sekali yang tidak kuceritakan dalam tulisan jelek ini
Karena yang kuharapkan aku dapat menceritakannya sambil berpandangan mata dan makan es krim Raguza bersamanya lalu mengunjungi museum nasional dan kubuat janjiku di hadapan semua benda sejarah dan surat-surat para pendiri bangsa bahwa aku mencintainya walaupun dia menolak untuk kubonceng di belakang sepeda motorku dan memilih mengendarai sepeda motornya sendiri, aku mencintainya walaupun tak pernah mau membalas chatku, aku mencintainya walaupun dia tidak pernah atau tidak mau mengerti bahwa aku melakukan perjalanan-perjalanan siang dan malam hanya karena namanya ada di hatiku dan tidak dapat kuganti, tidak dapat kulupakan, gadis inilah yang membuatku kuat, yang membuatku selalu merasa aku lebih kuat dari apa yang aku kira