Merenungkan pengalamanmu, akupun membaca pengalamanku
Manusia selalu mencari jubahnya
Tidak seperti hewan dan tumbuhan
Tidak seperti air dan udara
Tidak seperti tanah, api, dan angin
Jubah itu berisikan serangkaian pengalaman, nilai-nilai, dan semangat yang menjadikan manusia berbeda dari segala ciptaan lainnya
Seperti jaket kulit bagi para pengendara sepeda motor
Seperti baju dinas bagi para pegawai lapangan
Dibuat berdasarkan fungsinya
Tetapi malam tak pernah tinggal diam
Dia selalu menuangkan perekat pada material ke dalam jiwa manusia yang merdeka
Sehingga Indra selalu menangkap makna kata, bentuk, dan baunya
Manusia lebih suka menilai jubah manusia lainnya dari dalam jubahnya sendiri
Mengukur perjalanan orang lain dari perjalanannya sendiri
Dan mengkorupsi definisi
Betapa beruntungnya orang-orang yang memilih memakai jubah cahaya
Melihat semua di sekitarnya dengan terang dan penuh cinta
Lalu melakukan sesuatu untuk kebaikan
Betapa berdukanya orang-orang yang tak menyadari jubahnya
Sampai akhirnya itu membuat hatinya bersedih dan miris melihat kemanusiaan lain di luar jubahnya
Manifestasi kemanusiaan kita bukanlah kompetisi yang berlomba adu cepat, adu kuat, adu kaya, adu indah, dan adu-adu yang lainnya seperti yang terjadi di televisi dan perlombaan
Kita sedang menjalani hidup kita masing-masing
Memakai jubah masing-masing
Dan kebetulan bertemu dengan yang lain
Betapa beruntungnya kita bertemu yang lain
Betapa bahagianya kita mengenal mereka
Memahami dan menerima, lalu memetik nilai-nilai untuk melengkapi jubah yang bolong-bolong
Tidaklah perlu menghabiskan waktu untuk menjadi berbeda dari yang lain
Karena setiap kemanusiaan unik sejak pertama dilahirkan
Habiskanlah waktu untuk membaca, berkarya, dan melakukan perjalanan
Karena dalam ketiga hal itu kemanusiaan dipulihkan