Rabu, 10 Maret 2021

Metakognitif

Jika hidup adalah musim-musim yang terutai

Maka bagaimana musim-musim kujalani?

Dengan cara apa hujan datang kepada gunung?

Dengan suhu berapa air laut menguap menjadi awan?


Jika hidup adalah periode yang kait mengaiit?

Bagiamanakah kubangun syukur?

Pada jalan hidup yang dipilih dan dijalani

Menghindari membandingkan dan dibandingkan


Siapakah aku?

Maka aku ingin mengukur jalan raya pantura 

membandingkan setiap 100 Km-nya dengan jalur selatan?

dan menilai arti bangjo di setiap perapatan? 


Siapakah aku?

Sehingga aku merasa iri pada pabrik-pabrik gula di masa kolonial

yang sekalipun tua telah direnovasi dan dijadikan destinasi wisata

Sehingga aku yang muda merasa kalah gagah dan kalah pesona?


Tapi tenanglah sayang

hatiku bukan tempat wisata

kau tak perlu repot buang tinja 

untuk memenuhi toilet umum dengan hatimu yang rindu 


Tenanglah sayangku

hatiku lebih luas dari daun kelor yang kau tanam di tempat tidurmu 

jangankan hatimu, segala makhluk halus yang datang pun kukasihi dengan doa

apalagi kamu, kudoakan dan kusebut namamu dalam hatiku 


Tuhan mengasihimu. 

Aku juga bertanya dalam hatiku, mengapa aku bisa berkata seperti itu?

karena Tuhan memintaku, untuk tidak memotong daun-daun

bahkan ranting yang lemah terkulai tidak boleh dipatahkan

 

Dan jika kau sehat dan kau belum mengerti semua itu 

mainlah ke comberan dan bertemulah dengan nyamuk

mereka ingin sekali menghisap darahmu dan cobalah untuk tidak membunuhnya 

Mungkin nanti ada anak katak dan anak ikan cupang yang hidup dari anak-anak nyamuk itu


Ladang-ladang telah hilang, pohon-pohon buah sudah ditebang

kini kompleks-kompleks perumahan sudah berdiri sayang 

Lalu kemana tikus-tikus mencari tempat untuk makan?

Bukankah mereka telah menjelajah rumah-rumah itu?


Lalu mengapa kita masih saja meributkan bagaimana kita menyebut hewan itu hama?

Padahal populasi kita manusia lebih banyak dan tak terkendali jumlahnya

Bukankah sebuah pertanyaan besar, kalau sesungguhnya ada banyak cara manusia mencari hidup

Tetapi ada yang tetap memilih menghidupi hidup yang jelas menyakiti makhluk lain?


Jika hidup adalah sebuah untaian proses berpikir dari konkrit menjadi abstrak

Maka dengan pikiran dari ilmuwan, seniman, atau negarawan mana pikiran ini bekerja?

Karena hidup tidak melulu perkara hanya sepotong kode yang dapat kubaca dengan semiopragmatik

bahkan pikiranmu dapat dibaca dari gerak wajahmu sayang... jadi tenanglah dan bicara yang lantang


Aku melihat di mana tangan, di sini tak ada pedang 

apalagi tank tempur untuk berperang \

aku berdoa pada senja menjelang petang 

untuk terbaikmu dan rencanamu terwujud sejak dari dalam hati yang tenang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar