Sedalam itu rasaku padamu
Sebab aku tidak pernah mengikatmu
Bukan hanya merelakan
Tetapi juga merasakan semua rasa sakit
Karena terpisah dan jauh darimu
Kesepian tergelap
Kematian pikiran terhebat
Terhimpit tenggelam di palung samudra
Ruang hampa udara, diam paling sunyi
Hangus jadi debu, terbakar api cemburu
Melipur kecewa dan marah pada diri sendiri
Tetapi aku selalu mampu
Menemukan caraku
Untuk tersenyum dan berdoa
Agar Tuhan membuatmu bahagia
Di manapun dan bersama siapapun
Saat ini dan nanti
Sampai pada kesudahannya
Dijauhkan dari marabahaya
Dan dipenuhi dengan sukacita
Yang datang dari pertolongan dan kasih
Tuhan kita
Yang wafat dan bangkit
Untukku dan kamu
Dan juga kekasihmu serta semua yang mengasihimu dan ada bersamamu
Hingga tak ada lagi duka, sebab malaikat berkemah dan berjaga
Di sekelilingmu
Di sepanjang jalanmu
Di setiap helai nafas
Dan setiap ide yang tumbuh bebas
Di benak dan pikiranmu,
Sayangku
Sebab ikatan dan pacaran adalah sebuah kebodohan
jika tanpa komitmen untuk saling menghadirkan rahmat dan kasih Tuhan
Tetapi seperti apapun keadaanmu hari ini,
kuyakin Tuhan mengasihimu
lebih dari apapun
lebih dari ungkapan hatiku yang tak laku dan kaku karena hanya berisi semua yang terbaik untukmu
Ku yakin kekasihmu pun bermaksud begitu, sebuah kepastian yang tulus
Tetapi makna pernikahan bukanlah ikatan, justru pernikahan sejati adalah kebebasan
karena saling menghadirkan kasih Tuhan,
saling percaya dan setia dalam sumber cinta-Nya
susah senang dirasakan bersama
minum es susu coklat segelas berdua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar