Sabtu, 10 April 2021

Mengapa Tidak Menerbitkan Buku Puisi?

Puisi adalah nafasku
Jika buku adalah sebuah perayaan
Buku adalah sebuah pesta besar
Dan puisiku memang tidak ingin pergi ke sana 

Puisiku milik alam semesta
Kau tak perlu membayarnya 
Dia hidup bukan dari uang dan perhatian 
Dia tak perlu batu loncatan 

Tak ada yang berhak menilai puisiku
Seperti tak ada yang berhak menilai hidupku
Hanya Tuhan yang punya kapasitas itu 
Semoga kau tahu

Teks-teks yang kau baca dari dalam kepalamu 
adalah puisimu yang mencoba mempengaruhiku
sebagian kuterima kesepakatan 
sebagian karena cinta 
yang lainnya karena kau dan aku sama

Puisiku tidak dididik oleh perasaan romatik 
bukan hasil coba-coba 
bukan karena taktik dan pendekatan 
Puisiku adalah diriku yang tak mau diukur dengan harga 

Puisiku memberi ruang berpikir
Sebuah rumah bagi semua orang
Untuk melihat realitas yang tak pernah mereka pahami
Itulah mengapa aku tidak menerbitkan buku puisi


 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar