Jumat, 06 Maret 2020

Bersyukur Saja🏕🌌

Pada perjalanan, puisi, dan cerita yang sama ingin kita sembunyikan
Kau dan aku saling baca dan saling memahami makna dan pagar-pagar yang mengelilinginya

Kebebasan,
Itu yang selalu aku dan kamu miliki seutuhnya dalam puisi tanpa harus kehilangan apapun

Ada orang yang merasa hidup di dalam utopia setelah kehilangan segala yang berharga darinya
Tapi bagi kita, puisi adalah utopia itu sendiri
Realita yang terus kita hidupi

Semua itu terbaca, ketika udara membawa aroma taman dan embun pagi kapanpun kita membutuhkannya

Kita saling hadir dalam ruang abadi dan saling peduli dalam ketidakhadiran yang sunyi

Jiwa kita saling bertatapan dan mengerti ada hal yang selalu menghubungkan jiwa-jiwa yang tulus 
Atau sebaliknya, kita selalu mencari hubungan-hubungan yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya

Aku tak akan pernah menghilang karena  aku ada di dalam dirimu jauh sebelum kita menyadari ada ruang bernama kenangan yang hidup dan terus tumbuh

Dan bila suatu saat kita sadari kembali bahwa hidup yang kita lewati adalah bangunan peristiwa masa lalu, aku selalu siap menjawab persetujuan semesta dan menjadikannya senandung bergitar

Jadi sudahi saja kesedihan dan kecewa
Kita sedang berjalan ke depan sebagai jiwa yang merdeka
Pada langit malam kita berkaca
Pada sungai dan senja kita bercerita

Alam raya adalah kita
Pohon, gunung, senja, tanah air, kebun kopi, nasi uduk, bumbu pecel, donat, es krim, susu coklat, dan semua yang selama ini menjadi puisi
Selamanya dan Abadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar