Minggu, 13 Desember 2020

Matahari Baru

Kau dan Aku sama-sama meninggalkan monster-monster kita 
di kota itu malam itu
Pesta Nama Santo Laurensius seperti menjamin perjalanan panjang 
menuju dan pulang puncak Gunung Gede 
Gas Gas Gas melaju yakin di atas dua roda
Ini cara yang luar biasa berbeda 

Kau tahu kita sedang ingin menanjak menuju ketinggian
saat yang begitu dekat dengan Tuhan
Kau tahu, begitu damai hati kita
Begitu lebar senyuman 
Dan Jarak pandang kita menjadi begitu dekat

Kau tak dapat menyembunyikan perasaanmu, 
mataku tertuju kepadamu

Hujan deras membuat kita berteduh di warung kopi yang sudah tutup pagi itu
Kau dan aku sama termangu, 
kita lelah dan sendu lalu tertidur di bawah atapnya

Aku terjaga
Sekadar memastikan kau tertidur nyenyak di selimuti sejuk angin pagi

Satu jam saja
Seperti beberapa jam lalu 
Aku memastikan keadaanmu,
menjagamu naik dan turun di hutan gunung Putri itu

Akhirnya kita kembali ke kota
Kembali menjadi asing satu sama lain
Bermain lagi dengan monster-monster yang kemarin kita lupakan 

Tapi bagiku ada satu yang berbeda
Bahwa senyummu di puncak Gunung kemarin 
adalah matahari baru yang terbit bersama Sang Surya 
pagi itu, ku tahu, kau pasti tahu, 
bahwa sejelek apapun dunia memandang dan memperlakukan kita di kota, 
keindahan sejati tak akan pernah sia-sia 
tiada berkurang artinya di alam raya
saat kita memandanginya dari ketinggian, 
dari tempat yang membuat kita merasa 
begitu dekat dengan Tuhan

Biarkan Greenday membualmu dengan lagu tentang mimpi yang hancur lebur, 
aku akan tetap bernyanyi lagu Matahari Baru 
seperti kau dan aku tak pernah berlalu, 
seperti kita selalu ada di ketinggian 
dan berbagi pandang dengan senyuman

God bless you
My dear
Semangat Berjuang
Dan Jangan Biarkan Dunia menenggelamkanmu
Karena Matahari Baru adalah milik kita 
di dunia terang kita bergerak maju 
menembusi batas-batas cahaya

Matahari pagi di Puncak Gunung Gede


Tidak ada komentar:

Posting Komentar