Rabu, 23 Desember 2020

Keabadian

Baiklah sayangku

udara mengembang semburat cahaya terang

aku tidak tenggelam di samudra

melainkan sejuk angin setelah hujan

penuhi ruangan penuhi 

bayanganmu yang telah kukemas rapi dalam doa

kau diliputi cahaya keemasan

dan aku bersyukur kepada Tuhan

kuhirup udara dan penuhi seluruh selku dengan berkat

perjalanan panjang jadi pusaka arah tujuan

dunia baru yang semakin nyata di hadapan mata

Dia yang paling dikasihi

kau dan juga aku 

kita saling memandang dengan senyuman

ruang dan waktu mengkerut 

daun-daun berguguran menjadi begitu lambat

baiklah sayangku

memang harus seperti inilah kita

memasuki gua kosong dengan jerami dan domba-domba 

gembala membakar kayu api

cahaya sama cahaya

bertemu dalam ruang-ruang keabadian

yang hanya Tuhan, kau dan aku yang tahu 

Kupastikan jalan ini, kupastikan bahagiamu

pohon-pohon di hutan menjadi cahaya

samudra indah menyala

langit bersih seperti hatimu

wajahmu dilukis malaikat di galeri panjang kasih kerahiman Tuhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar