Senin, 14 Januari 2019

Kuterima Kau Apa Adanya

Benar katamu sayangku,
Kau bukan Bunda Maria, dan memang tak akan pernah sama dengannya
Tetapi saat aku merindukanmu, kulihat wajah Bunda Maria bunda segala suku bangsa memang menyerupai wajahmu
Seperti ingin berkata, "Rinduku sudah lewat dari leher bahkan sudah lewat dari mimpi dan doa-doaku yang kudaraskan setiap jam 3 pagi itu"
Jika kau bertanya padaku, maukah kamu menerima lukaku?
Aku heran, karena lukamu adalah lukaku sendiri, sedihmu adalah sedihku, dan akan kulakukan perjalanan apapun yang kau inginkan dan kau harapkan untuk merawatmu 
Maafkan aku yang tak pernah mengenal perbandingan lain yang lebih tepat untuk menggambarkan sukacita yang kulihat di bola matamu saat aku mentapmu dalam-dalam dan aku tak dapat menyembunyikan sukacitaku

Aku sedang dalam perjalanan yang jauh lebih dalam dari sebelumnya
Aku ingin menjumpaimu lebih dalam dari yang pernah kulakukan
Kita berjumpa dalam Tuhan, Ia yang kepada Nya aku dan kamu berdoa dan berharap, 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar