Sabtu, 06 Juli 2019

Siklus yang Dipatahkan

Saat-saat seperti sekarang ini
Adalah waktu yang paling damai 
Ketika lembar demi lembar kenangan
Jadi butiran debu dibawa angin

Setiap kali aku bersyukur
Setiap kali aku berterimakasih 

Rasa sakit yang berputar-putar di dalam perut
Hantaman hebat yang berdetak-detak di dada
Remuk-remuk di punggung 
Ngilu-ngilu di telapak tangan dan pergelangan
Hingga sakit di belakang telinga dan ubun-ubun
Sirna
Semua hilang tak berbekas

Kali ini aku mau berlari dan bersukacita
Melompat-lompat kegirangan seperti anak kanguru 
Aku mau bernyanyi dan memuji bagi Tuhan
Walau Tuhan tak membutuhkannya 
tapi itulah expresi otentik yang kupunya

Saat-saat ini burung-burung cicit cuit
Hidup tak hanya perkara duit
Dan kata yang dahulu nylekit-nylekit
Sekarang bernada manis legit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar