Adalah waktu yang paling damai
Ketika lembar demi lembar kenangan
Jadi butiran debu dibawa angin
Setiap kali aku bersyukur
Setiap kali aku berterimakasih
Rasa sakit yang berputar-putar di dalam perut
Hantaman hebat yang berdetak-detak di dada
Remuk-remuk di punggung
Ngilu-ngilu di telapak tangan dan pergelangan
Hingga sakit di belakang telinga dan ubun-ubun
Sirna
Semua hilang tak berbekas
Kali ini aku mau berlari dan bersukacita
Melompat-lompat kegirangan seperti anak kanguru
Aku mau bernyanyi dan memuji bagi Tuhan
Walau Tuhan tak membutuhkannya
tapi itulah expresi otentik yang kupunya
Saat-saat ini burung-burung cicit cuit
Hidup tak hanya perkara duit
Dan kata yang dahulu nylekit-nylekit
Sekarang bernada manis legit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar