Senin, 22 Mei 2017

Benteng Kota Kedamaian

kepada bapak

Kokoh nian lenganmu
Emas serupa damaimu
Nan elok pada senja
Cahaya berpendar di keningmu

Di sinar itu aku berkaca
Kedamaian yang kuburu
Berkejaran dengan waktu
Di setiap jajanan di warungmu

Di tumit kakimu yang retak-retak itu
Aku bersujud barang sejurus ke timur
Pada waktu yang abadi kemudian
Gerobak minyak yang pernah kau tarik

Pada keringat dan doamu itu
Aku berkaca di setiap jalan menanjak
Minyak yang kocrat dari jerigen ke sirah
Kau ingin aku jadi manusia yang tidak lupa

pada nasib bumi
pada nasib anak cucu
serta seluruh isi bumi
di tangan doa dan karya

Pada telapak tanganmu yang kapalan
Kuletakkan wajahku kembali
Rasa dan rasio detang waktu
Gelap malam dan bintang-bintang
Bercahaya pada pancaran fajarmu



Tidak ada komentar:

Posting Komentar